SANG PEWARIS

SANG PEWARIS
SANG PEWARIS BAB 58 Hanyalah hayalan


__ADS_3

10 tahun sudah berlalu....


Andrew berjalan gontai dengan menyandang tas dipunggungnya.Baju seragam yang dikenakannya nampak kusut,Wajahnya lesu tak bersemangat.Ia sangat malas untuk pulang ke rumah.Pasti yang didengar hanya pertengkaran orang tuanya.


Mau tetap nongkrong di warnet rasanya tidak mungkin, karena ada anak Gank sekolah sebelah tadi magang dan menyewa beberapa kursi di warnet itu.Biasalah pamer kalau banyak uang.


Capek berjalan, Andrew memilih duduk disebuah kursi yang disediakan ditepi jalan.Ia bersandar ke badan kursi, Mengambil nafas dalam-dalam.Sungguh hidupnya terasa kacau balau dengan hubungan orang tuanya yang kurang harmonis.


Sejak Bu Dila sukses dengan usaha restorannya,dan Pak Ikbal diangkat jadi Direktur.Keduanya menjadi sangat sibuk dan kurang komunikasi, sehingga setiap mereka bertemu yang ada hanya pertengkaran.


Andrew merasa terlupakan sebagai anak, padahal ia masih sangat butuh banyak kasih sayang dan perhatian dari orang tuanya.


Andrew mendongak, menengadahkan kepalanya ke atas, menikmati gemerlap kelipan bintang di langit.Andai saja???Yah Andai saja selalu menjadi bunga harapannya.Ia sangat berharap hubungan orang tuanya seperti dulu.


Tengah asyik berangan, Tiba-tiba ada kelibat kain putih terbang di atasnya.Andrew membulatkan matanya,bulu kuduknya merinding seluruh badan.Hantukah itu ??

__ADS_1


Andrew cepat-cepat bangun,Ia mencari kelibat kain putih tadi.Dan ternyata itu adalah seorang gadis, Entah kuntilanak apa bukan ia kurang yakin.Tapi masak kalau manusia biasa bisa terbang begitu.Tapi kok hantu bisa secantik itu?? Pikir Andrew.


Merasa penasaran, Andrew terus saja mengikuti kemana gadis itu menapak pucuk pohon.Kalau dilihat dengan teliti gadis itu punya bayangan ketika tubuhnya diterpa sinar cahaya rembulan.Berarti gadis itu bukan hantu.


Waaahhh hebat sekali, masih adakah orang yang mempunyai ilmu meringankan tubuh ?? Andrew berpikir sendiri.Kalaulah itu benar,aku bisa berguru kepadanya.Andrew jadi senyam-senyum sendiri membayangkan dia bisa terbang seperti itu.Pasti Ia tidak butuh game untuk hiburan.Menjelajahi dunia dengan terbang pasti akan menjadi sesuatu tantangan baginya.


"Hehehehe"Andrew terkekeh sendiri, seperti orang gila kalau ada orang yang melihatnya.Ketika ia tersadar dari lamunannya, kepalanya mendongak ke atas.


"eh dia kemana ??"Andrew tercari-cari kemana-mana.Ia berlari-lari kecil mencari gadis itu,tapi keberadaannya sudah tidak terlihat.


Andrew jadi bingung sendiri huuffffff, Akhirnya dia memutuskan pulang karena hari sudah larut malam.Besok dia harus sekolah.


__Lucy bersembunyi dibalik dedaunan yang rindang yang tidak terpapar oleh cahaya rembulan.Hampir saja ada orang yang mengenalnya.Untung cepat-cepat dia bersembunyi.Lucy berharap laki-laki tadi mengira apa yang dia lihat adalah hantu.


Setelah Laki-laki itu pergi,Lucy keluar dari persembunyiannya.Ia menapak dedaunan hingga ke pucuk,Lalu duduk diatasnya.

__ADS_1


Wajahnya mendongak menatap rembulan yang begitu lembut membelai dengan cahayanya.Lucy menikmati malam dengan senyum tersungging.


"Ibuuu"Lirihnya."Usiaku sudah 16tahun,aku sudah diterima disekolah Favorit.Apakah kamu bangga padaku Ibu???"


"Aku berhasil dengan nilai terbaik dan sekarang aku kembali mendapat beasiswa Ibu"Lucy seperti seorang anak yang mengadu kepada Ibunya.Meskipun itu hanyalah hayalan semata.


"Lisa???"Lucy tersenyum menyebut nama saudara kembarnya."Lisa sekarang sudah menjadi gadis belia yang manis ibu,tapi ganjen"


"Di SMP dia populer karena tubuh yang good looking,dan sekarang Di SMA kayaknya begitu Bu... banyak yang minta nomor telfonnya pas orientasi disekolah"


"Kalau aku??? tetap menjadi gadis aneh bagi teman-temanku"Lucy tetap berbicara sendiri.


Itulah hiburannya dikala ia begitu merindukan sosok Ibunya.


"Ibuu... gimana kabar Ayah ??apa dia baik-baik saja ?? katakan padanya Ibu,aku merindukannya "Lucy menundukkan wajahnya, membenamkan kepalanya diantara dua lututnya.Beberapa bulir air mata mengalir pelan dikedua pipinya.

__ADS_1


Sungguh beban rindu sangatlah berat.


__ADS_2