
Kedatangan Budiman, Gio dan Gomesh menjadi kebahagiaan pada istrinya masing-masing. Aini memeluk erat suaminya, seakan-akan takut dipisahkan. Sedang Maria juga Gisel tak berhenti mencium sang suami baik terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi. Tiga wanita itu seperti habis berpisah lama dengan pria mereka.
"Ck ... kek udah pisah lama aja," sindir Puspita sebal pada tiga wanita yang menempel pada suami mereka masing-masing.
"Mommy iri ya?" ledek Seruni sambil terkekeh.
"Pastinya, orang dipisah semalam aja sama Grandpa, mommy udah panik duluan," lanjut Terra ikutan menyindir kakak iparnya.
Puspita kesal dengan dua iparnya itu. Ia memang tak bisa berpisah dengan suaminya walau dalam sekejap saja kecuali bekerja. Wanita itu selalu gelisah jika sang suami pergi mendadak.
"Ck ... kek kamu nggak aja Terra!' sindirnya.
"Te mah, nggak pernah ditinggal sama bebeb dong," sahutnya nyinyir.
"Seruni juga nggak," timpal wanita itu.
"Kalian itu kenapa sih?" sela Khasya bertanya. "Kok ribut sih?"
"Nggak ada bunda ... hanya eker-ekeran," jawab Gisel.
"Sama saja itu sayang. Jangan ributkan hal yang tak penting ah!" tegurnya.
"Iya bunda cantik," sahut para wanita kompak yang membuat Khasya sebal.
Kanya hanya menggeleng saja melihat wanita-wanita itu. Putri asik dengan anak-anak, ia mengajari nama-nama benda yang ditanya para perusuh.
"Bibu ... imi pa'a?" tanya Harun memegang benda.
"Itu batu baby," jawab wanita itu.
Sedang putrinya berada dipangkuan Lastri. Bayinya tengah memainkan hijab wanita itu. Sedang Arsyad diajar berjalan dengan Sean.
Sore itu semua anak diajak berenang oleh Dominic. Pria itu benar-benar membuktikan keramik emas yang menutupi semua lantai kolam.
"Hahaha ... aku berenang di kolam emas!" pekiknya girang.
__ADS_1
Bart hanya menggeleng saja. Virgou ikut melompat kedalam. Para bayi juga ikut berenang di tempat yang dangkal.
"Daddy!" pekik Bariana melompat ke kolam.
Virgou menjaganya dan membiarkan bayi itu berenang. Arsyad dan Aaima tak mau kalah menyepak kaki kecil mereka di air hingga tercipta cipratan kemana-mana.
Pekik dan tawa terdengar dari mulut dua bayi itu. Darren dan Demian juga mengajak bayi-bayi mereka berenang, Haidar dan Bram membantu, Fathiyya bayi dari Budiman juga tak kalah serunya bermain air bersama lima saudara seumurannya. Kolam dengan panjang 2,5m dan lebar 1,5m tampak penuh dengan manusia dan anak-anak.
Safitri dan Najwa membuat pastel goreng dan pangsit rebus kesukaan semua orang. Terra, Lastri dan Aini membantu. Sedang Gisel, Putri dan Seruni membuat minumannya.
Hidangan teh jahe dan kudapan telah disiapkan. Maria mengantar makanan juga minuman sama untuk para pengawal. Semua remaja laki-laki juga berenang hanya remaja perempuan saja yang tidak. Mereka malas untuk mandi karena cuaca agak dingin.
Kanya duduk bersama Bart, Leon, Frans, Budiman dan Gomesh. Gio tengah membuat jadwal untuk ulang tahun Bariana, Arraya dan Arion besok di wahana milik Bart. Pria itu mengkoordinasi dengan manager tempat bermain itu.
Pria itu datang melaporkan semuanya pada Bart.
"Tuan, semua sudah disiapkan. Bahkan panita pesta juga telah mendekorasi tempat khusus untuk ulang tahun," Bart mengangguk.
Pria gaek itu juga membuat pesta ulang tahun untuk Harun, Azha, Arion, Arraya dan Bariana bersamaan dengan Kaila, Dewa, Dewi, Rasya dan Rasyid. Ulang tahun mereka hanya beda minggu saja.
"Baiklah, bagaimana dengan keamanan?"
Bart mengangguk. Ia menyuruh Gio untuk beristirahat. Pria itu telah menyiapkan banyak kado untuk semua cucunya.
"Tidak ada badut kan Grandpa?" tanya Terra ketika menaruh piring berisi pastel goreng.
"Tidak ada sayang. Kau sudah punya banyak anak. Kenapa masih takut badut?"
"Pokoknya Te nggak mau ada badut!" tekan wanita itu sambil cemberut.
"Iya sayang. Tidak ada badut sama sekali," sahut Bart menenangkan Terra.
"Ayo udah main airnya!" teriak Kanya melihat hari beranjak sore. Senja tampak seperti siang, karena begitu terang. Kanya menyudahi acara main air pada para bayi. Walau diiringi penolakan dari Arsyad dan Aaima. Dua bayi itu masih ingin di air, padahal jemari dua bayi gembul itu sudah mengeriput.
"No baby ... sudah ya main airnya!" tegas Kanya.
__ADS_1
Arsyad dan Aaima mencebik sedih. Namun, keputusan Kanya tak bisa diganggu gugat. Sekali ia bilang "Tidak!' maka semua harus menurut.
"Besok main lagi baby," bujuk Seruni pada dua bayi gembul dan montok itu.
Setelah bebersih dan memakai pakaiannya. Mereka menikmati kudapan dan teh jahe. Bart menutup kolam dengan baja tebal, hingga tak ada anak yang tercebur karena berlarian.
Malam datang. Semua tidur dan menyongsong hari esok. Bariana tak mau tidur bersama ayah ibunya. Padahal Gomesh tengah merindukan putrinya itu. Jangankan Bariana. Bahkan Bomesh dan Domesh memilih tidur dengan saudaranya yang lain.
"Kenapa anak-anak kita tak mau tidur bersama jika ada saudaranya?" keluh pria hitam tampan itu.
"Nggak apa-apa sayang, dengan begitu kita kan bisa ...."
Maria tak melanjutkan perkataannya. Gomesh tersenyum ketika melihat sang istri sangat menggodanya malam ini. Pria itu mencium bibir istrinya dengan lembut dan Gomesh membuat Maria mengerang nikmat hingga menyerah kalah di bawah kukungan suaminya.
Di kamar Herman. Ada dua bayi cantik tidur bersama mereka Fathiyya dan Aaima. Herman memang suka bayi perempuan dibanding bayi laki-laki. Menurutnya lebih gemas karena bisa didandani. Sedang Arsyad tidur bersama Lastri dan Frans. Sedang dua bayi kembar Demian berada bersama kakek mereka, Dominic. Begitu juga tiga bayi Darren berada bersama Bart.
Pagi menjelang, semua sibuk mandi dan pakai baju yang bagus. Bariana dan Arraya memakai dress kembang warna pink dengan bandana pita senada dengan bahunya. Dua bayi cantik itu benar-benar menggemaskan. Sedang Arion mengenakan baju kemeja dengan celana kulot. Senada dengan Rasya dan Rasyid, Dewa dan Affhan. Sedang Kaila dan Dewi mengenakan dress warna hijau pupus terbuat dari bahan katun. Keduanya juga sangat manis.
Semua berangkat ke sebuah wahana bermain terbesar di kota itu. Para pengawal sibuk mengamankan lokasi. Wartawan banyak berkumpul untuk mendapat bidikan foto terbaik. Tak ada kata-kata yang keluar dari mulut Bart ketika para wartawan mencecarnya dengan banyak pertanyaan, begitu juga Frans, Leon, Bram, Virgou, Haidar, David, Gabe dan Dominic. Para pebisnis ternama itu langsung mengajak anak-anak masuk. Bahkan Rion juga ikut tutup mulut ketika para wartawan bertanya padanya.
"Halo Tuan muda Dougher Young, apa anda sudah punya kekasih?"
"Nona Triatmodjo, bagaimana dengan anda?" tanya para wartawan pada Arimbi.
"Nona Pratama ... anda sangat cantik juga dokter. Pasti anda sudah memiliki kekasih bukan?"
Serentetan pertanyaan para wartawan tak diindahkan para remaja yang mulai menampakkan pesonanya.
"Tuan Muda Satrio Triatmodjo ... anda gagah sekali. Siapa gadis yang beruntung mendapatkan diri anda tuan!"
"Tuan muda Kean dan Calvin Black Dougher Young ... mata biru anda pasti telah menghipnotis banyak gadis, siapa yang begitu beruntung mendapatkan anda?"
Pertanyaan-pertanyaan seperti itu yang keluar dari mulut para wartawan. Semua hanya ditanggapi senyum oleh para remaja yang ditanya.
bersambung.
__ADS_1
belum boleh pacaran sama bapaknya ... terutama Virgou dan Herman.
next?