
Kean dan Calvin berulang tahun tepat yang ketujuh belas tahun hari ini. Virgou menggelar pesta besar di mansionnya. Garasi disulap menjadi tempat pesta yang nantinya hanya dihadiri semua saudaranya. Kean dan Cal tak memiliki teman atau sahabat. Demian atasan dari Calvin tentu tak mengundang para karyawan. Pria itu tak mungkin mengundang seluruh karyawan yang usianya jauh di atas asisten keduanya itu. Begitu juga Herman, pria itu membeli satu hadiah mobil dua Mustang terbaru dengan beda warna. Remaja itu kini memeluk pria tua itu.
"Makasih ayah ...," ujar keduanya manja.
"Ayah ... mobil itu cocok untuk Darren!" dumalnya.
"Kau sudah punya Ferrari di garasi kakekmu sayang," sahut pria itu enteng.
"Darren mau Mustang juga," rengek pria itu.
"Oteh, nanti ayah belikan," janji pria itu.
Darren tersenyum senang. Rion, Demian juga merayu pria itu untuk membelikan mereka mobil.
"Kau sudah kaya dan punya istri Demian!" tolak Herman.
"Bunda ... ayah pelit!" adu Demian pada Khasya.
"Sayang," peringat wanita itu.
"Kalian membuatku bangkrut!" protes Herman.
"Ayah kaya raya dan baik hati ... pasti mau kalau beli buat Ion aja," rayu pemuda itu.
"Tentu baby, ayah akan belikan untukmu," sahut pria itu.
"Ayah pilih kasih!" seru Demian berkaca-kaca.
Ia sedih Herman tak mau memanjakannya. Pria itu kini memeluk Khasya dan mengadu pada perempuan itu.
"Bunda ... ayah nggak sayang aku ... hiks!"
Khasya melotot pada suaminya. Herman hanya menggaruk kepalanya yang tiba-tiba gatal. Bram dan Dominic hanya menggeleng melihat tingkah para pria dewasa itu.
"Aku akan membelikannya untukmu, tenang saja sayang!" ujar David.
Demian mengangguk. Herman akhirnya mendatangi pria beriris biru itu.
"Sudah jangan menangis. Kau mengalahkan tiga anak kembarmu saja," ujar pria itu.
"Nggak ah, aku ngambek ... ayah nggak sayang aku!" dumal Demian.
Herman tiba-tiba mengeluarkan kunci mobil berlogokan macan kumbang yang tengah berlari.
"Jaguar?" Herman mengangguk.
"Untukmu,"
Demian langsung mengambil kunci mobil itu lalu memeluk Herman erat. Ia menciumi wajah pria itu hingga membuatnya protes.
"Hentikan bodoh!"
''Podoh pa'a Tate?" tanya Arion yang tiba-tiba datang dan mendengar perkataan Herman.
"Jangan ditiru ya sayang. Itu artinya tidak baik!" jawab Khasya sambil menggendong bayi tampan itu.
__ADS_1
"Tate pidat bait ... pidat pait!" Arion menggeleng ketika mengucapkan hal itu.
Anak-anak panti asuhan datang, hanya berkisar lima puluh orang. Enam adik Azizah dan juga tiga anak angkat Herman yang masih balita datang bersama Dinar dan empat ibu pengurus.
"Assalamualaikum!" sahut semuanya.
"Wa'alaikumussalam, ayo masuk!" ajak Puspita yang memang menyambut tamu yang datang.
Mereka masuk Dominic menatap gadis tambun yang menuntun dua anak kecil. Sedang Adiba menggendong adiknya Aminah. Mereka diminta untuk duduk di kursi berderet. Dinar mengatur semuanya.
"Tata ... ini acala pa'a?" tanya Aminah.
"Oh ... ini acara ulang tahun sayang," jawab Adibah.
"Oh ... yan taya watu ipu?" Adiba mengangguk.
"Pestanya bagus ya kak?" ujar Ajis begitu kagum dengan dekorasi yang bernuansa hitam, merah dan biru itu.
"Wah ... ada action figurenya!" ujar Amran menunjuk boneka karakter di panjang di lemari kaca.
Kean adalah penggemar berat Batman, sedang Calvin penggemar Superman.
"Pasti mahal itu!' celetuk Amran dengan mata berbinar.
Hanya Alim dan Ahmad yang dari tadi diam dan mengitari pandangan mereka ke semua arah.
"Kak Ahmad, talo kita main bola di sini, bisa kali ya?" tanya Alim dengan pandangan mengedar.
Ahmad mengangguk. Azizah datang membawa dua kado sederhana. Gadis itu sebenarnya malu memberikan hadiah yang tak seberapa nilainya itu. Tapi, Azizah suka dengan dua barang itu dan ingin menghadiahkannya pada dua remaja tampan yang kini memeluknya itu.
Walau usia mereka sama sekarang, tapi Azizah akan delapan belas tahun enam bulan mendatang.
"Sama-sama tuan muda," sahutnya.
"Panggil adik dong," pinta Kean sambil mengerucutkan bibirnya.
Azizah terkekeh mendengar permintaan dari remaja itu. Tentu dia tak berani memanggil sebutan itu, ia tau batasannya.
"Panggil yang mereka mau Zah!" titah Virgou.
Azizah menuruti apa perintah tuannya. Sesuai janjinya kemarin, jika ia akan menuruti semua perintah Virgou.
"Baik tuan. Saya akan memanggil adik baby," sahut gadis itu dengan senyum usil.
"Ah lucu juga ya,' angguk Kean setuju.
Calvin ikut mengangguk, ia telah merobek bungkus hadiah dari Azizah.
"Buku "Power Of Dream"?" Kean membelalakan mata.
"Ini buat aku!" serunya menukar hadiah saudara kembarnya.
"Enak aja!" tolak Calvin menjauhkan buku itu.
"Calvin berikan padaku!" teriak Kean tak mau kalah.
__ADS_1
"Kean, Calvin!" bentak Virgou dan hal itu membuat keduanya diam dan tertunduk.
"Kenapa ini ... kenapa kau membentak putraku!" seru Herman tak suka.
"Ayah mereka berebutan hadiah!" adu Virgou membela diri.
"Ayah ... Kean udah lama mau buku itu!" rengek remaja itu menunjuk pada benda yang dipegang Calvin.
Azizah menggaruk kepalanya. Ia tak menyangka jika hadiahnya menjadi rebutan dua remaja tampan itu.
"Kalian bisa saling pinjam sayang," saran Herman.
"Buku setebal itu kapan selesai membacanya!" seru Kean masih ingin hadiah yang dipegang oleh Calvin.
"Coba buka hadiah yang kau pegang. Calvin bersihkan sampah itu!" titah Herman sambil menunjuk kertas kado yang berserakan.
Calvin langsung memunguti dan membuangnya ke tempat sampah sedang Kean langsung merobek bungkus hadiahnya. Sebuah mobil sensor kontrol warna kuning.
"Bumbel bee!" pekiknya girang.
Calvin tak peduli dengan hadiah milik Kean. Ia langsung duduk diam membaca buku hadiahnya. Kean bertepuk satu kali sebagai tanda mobil berubah jadi robot dan dua kali menjadi mobil kembali. Para perusuh ikut ramai mendekati mobil yang bergerak itu.
"Ata'Bijah ... Alun tot temalin eundat bipeliin badiah?" tanya Harun protes.
"Maaf adik baby, bagaimana ulang tahun di tahun depan?" tawar gadis itu.
Harun berpikir lama sambil menggosok dagunya.
"Oteh!" jawabnya kemudian sambil mengangguk setuju.
Azizah tersenyum lebar. Ulang tahun adik-adiknya masih lama. Gadis itu juga akan merayakan sederhana nanti di panti. Lino den Leno menonton mobil mainan baru milik Kean. Kedua bocah kembar itu terpekik senang melihat mobil yang bisa berubah.
Acara dimulai. Dinar didaulat memandu acara. Ada doa bersama untuk yang berulang tahun. Doa pada kedua orang tua dan doa orang tua pada anaknya.
Puspita menitik air mata haru ketika mendoakan dua putra kembarnya itu. Ia bahagia telah melahirkan anak-anak yang luar biasa, semua penurut dan tak banyak tingkah. Wanita itu sangat bahagia dan bersyukur semua anak tak ada yang berbuat ulah. Kecuali jika mereka pergi ke dunia mafia, dunia yang membesarkan suaminya.
"Barakallah fii umrik Muhammad Keanu Black Dougher Young dan Muhammad Calvin Black Dougher Young!" seru Dinar bertepuk tangan.
Kean dan Calvin tersenyum dengan pisau plastik di tangan keduanya. Seruni mewujudkan kue impian keduanya di mana karakter Batman dan Superman menjadi satu.
Semua meriah. Para anak yatim piatu diberi bingkisan termasuk enam adik Azizah dan juga tiga kembar.
"Lana ... kita punya mainan!" seru Leno dengan mata berkaca-kaca.
Herman sedih, ia sedikit mengabaikan tiga anak angkatnya yang kembar itu. Ia mendatangi Lana, Leno dan Lino. Menciumnya dan meminta maaf.
"Maafin ayah ya, bagaimana kalau malam ini kalian bobo sama ayah dan bunda?" ajak pria itu.
Ketiganya saling pandang dan melihat Dinar meminta persetujuan. Gadis itu menunjukkan ibu jarinya. Lana, Lino dan Leno mengangguk setelah diberi ijin oleh ibu baru mereka.
bersambung.
seru-seruan lagi ...
next?
__ADS_1