SANG PEWARIS

SANG PEWARIS
USAHA TERAKHIR KENSHIN


__ADS_3

Hari berganti, Kenshin masih belajar IT pada Azizah. Pria itu cepat tanggap dengan semua ajaran yang diberikan gadis itu. Azizah cukup puas dengan perkembangan Kenshin, walau ada beberapa materi yang belum dikuasai. Tetapi lumayan bagi pemula menurut gadis itu.


“Azizah,” panggilnya ketika makan siang.


“Ya Tuan Kenshin,” sahut gadis itu mengambil bekalnya.


Rurouni berdecak ketika melihat gadis itu membawa bekalnya. Ia lupa jika Azizah selalu membawa bekal untuk makan siang. Namun pria itu tak kehilangan akal. Ia menarik gadis itu untuk menemaninya makan siang di kantin.


“Temani aku makan di kantin!”


“Tapi Tuan ...,” Azizah berusaha menolak.


Kenshin tak semerta-merta bisa menarok gadis yang tingginya sama dengannya itu. kuda-kuda kaki Azizah begitu kokoh hingga tak bergeser dari tempatnya. Pria itu tentu kesulitan menggeret asal tubuh sang gadis begitu saja.


“Aku mohon, ini adalah hari terakhirku di Indonesia, please,” ujarnya memohon.


Akhirnya kaki Azizah melangkah mengikuti langkah kaki Kenshin. Di kantin perusahaan Hudoyo Grup memang terkenal dengan aneka makanannya. Para pekerja atay CEO asing bisa memesan menu mereka di sini dengan budget yang sangat miring.


Rurouni memesan sushi untuk makan siangnya. Ia juga memesan hot pot di mejanya. Tadinya ia ingin pork sebagai dagingnya. Tetapi kantin itu tak menjual karena mayoritas karyawan memeluk agama Islam, makanya daging pork tidak disediakan dan diganti dengan daging domba juga sapi.


“Boleh foto?” pinta pria itu. “Untuk kenang-kenangan?”


Asisah mengangguk ia tentu tak menolak ajakan Kenshin untuk berfoto bersama. Pria itu langsung memasang fotonya di statu wa miliknya dan juga sosial medianya. Ia senang sekali melihat betapa tampak akrab dan intimnya mereka di foto tersebut.


“食べましょう


Tabemashou!´ (Mari makan!) seru Kenshin semangat.


Mereka akhirnya makan bersama. Jika Rurouni makan makanannya, Azizah makan makanan yang ia bawa dari panti. Kenshin juga meletakkan daging di tempat bekal gadis itu. lagi-lagi gadis itu tak bisa menolak. Ia menghentikan aksi Kenshin ketika hendak meletakkan daging itu lagi.


“Kenapa?” tanya pria itu sedih.


“おなかいっぱいです


Onaka-ippaidesu,” (Saya sudah kenyang). Jawab Azizah.


Makanan gadis itu memang sudah habis. Kenshin terlihat kecewa. Gadis itu seperti tak enak hati. Akhirya ia mengambil sumpit dan memasukkan beberapa daging dan sayuran ke dalam pot panas. Kenshin senang melihatnya makanan pun habis dalam sekejap.


“これは本当にいっぱいです

__ADS_1


Kore wa hontōni ippaidesu!” (Ini benar-benar kenyang!) sahut Kenshin senang.


Keduanya kembali menuju ruangan mereka. Kenshin sebenarnya melihat cincin baru di jari manis Azizah. Pria itu ingin sekali bertanya perihal benda yang melingkar di jari gadis itu. tetapi ia urungkan dan memilih tak peduli.


“Kembali bekerja!” sahut pria itu semangat.


Azizah tersenyum lalu kembali melihat layarnya. Sesekali rurouni menatap gadis yang makin lama makin cantik itu. wajah Azizah begitu unik. Seperti blasteran, padahal gadis itu mengaku berdarah pribumi asli.


“Apa kau yakin jika kau anak kandung ayah dan ibumu? Wajahmu tak seperti asli pribumi,” ujar Kenshin.


Azizah hanya tesenyum datar, bukan hanya Kenshin yang berkata demikian. Hampir seluruh keluarga mengatakan jika dia bukanlah anak pasangan dari Sabeni dan juga Alawiyah. Padhal semua anak dari pasangan itu juga mirip dengan Azizah.


“Banyak yang berkata demikian Tuan. Tapi saya adalah warga pribumi dan anak dari ayah dan ibu saya!” jawab gadis itu tegas.


“Maaf bukan bermaksud menyinggung perasaanmu, Azizah,” sahut pria itu tak enak hati.


“Tak masalah Tuan,” sahut sang gadis.


Hari mulia beranjak sore. Semua karyawan mulai pulang. Azizah menyimpan semua data dan mengaktifkan anjing cyber ciptaannya. Sungguh Kenshin ingin mengintip apa yang diketik oleh sang gadis pujaan, tetapi gerakan jemari Azizah begitu cepat hinga tak bisa ia baca.


“Anda masih di sini?” tanya Azizah dengan mengerutkan keningnya.


“Aku ingin mengajakmu pergi,” ujar Kenshin.


“Maaf Tuan, saya tak bisa ikut!” tolak Azizah lansgung.


‘Tapi kenapa? Ayo lah sebagai perpisahan,” rayu Kenshin.


“Maaf Tuan. Saya memiliki adik yang harus saya urus. Bukankah di negara anda keluarga adalah nomor satu?” Kenshin menggeleng.


Keduanya melangkah hingga lapangan parkir. Gadisn itu akan menaiki motor bebek matic yang ia miliki sebelumnya.


“Azizah ... ayo lah, lupakan dulu keluarga. Di Jepang aku tak bisa berjalan-jalan seperti ini,” bujuk pria itu.


“Maaf, bukan kapasitas saya untuk menemani anda untuk berjalan-jalan Tuan Kenshin!” tolak Azizah mulai bersuara keras.


“Aziah, saya tamu di sini!”


“Memang tapi saya tak memiliki kewajiban melayani anda. Di perusahaan, anda telah mendapatkan tour guide, anda bisa menggunakan jasa iru!” tekan Azizah lagi.

__ADS_1


“Apa perlu saya panggilkan untuk anda?” tawarnya.


Kenshin berkacak pinggang. Ini adalah usaha terakhirnya membawa sang gadis ke negaranya. Ia menerima satu artikel jika wanita Indonesia akan menuruti pria jika telah diambil apa yang gadis itu miliki, yakni kehormatannya.


“Saya permisi!” pamit Azizah melangkah menuju lapangan parkir motornya.


Entah keberanian dari mana, Kenshin menarik tangan Azizah dengan kasar dan hendak membawa gadis itu dengan paksa. Pria itu lupa jika tadi siang ia harus bersusah payah menarik tangan Azizah.


Azizah yang sudah berlatih selama ini di bawah pengajaran guru terbaik, Dahlan Erlangga. Gadis itu menendang kuat tangan yang mencengkram lengannya hingga terlepas. Kenshit terkejut dengan kekuatan gadis itu.


“Jangan macam-macam Tuan!” ucap gadis itu mengambil kuda-kuda.


“ああ...武道ができる


Ā... Budō ga dekiru


” (Ah ... bisa beladiri ternyata!) sahut Kenshin.


Pria itupun mulai menyerang Azizah. Kenshin adalah pemegang sabuk hitam karate sedang Azizah mengauasai tiga teknik beladiri. Gadis itu mengimbangi serangan Kenshin dengan baik.


Pertarungan itu sudah berjalan lebih dari sepuluh menit. Banyak mengira jika keduanya tengah melakukan latihan bersama. Jadi petugas keamanan hanya diam dan melewati mereka berdua yang ternyata sedang berkelahi.


Kenshin mulai kesal. Sebagai laki-laki pantang dirinya kalah dan diimbangi oleh perempuan. Ia pun menyerang Azizah dengan tinjunya. Gadis itu bisa menghindar dan membalas pukulan pria itu dengan huk kanan yang lumayan keras.


Bug! Pipi Kenshin kena hingga membuat kepalanya menoleh ke kiri.


“くそ


Kuso!” (Sialan!) makinya pelan.


Kenshin menyerang Azizah dengan tendangan berputar. Azizah mennghajar kaki kurus pria itu dengan tendangan kuat. Sang pria meringis ketika tulang kering salin beradu. Azizah melayangkan tinjunya hingga tiba-tiba sebuah teriakan terdengar.


“Berhenti. Apa yang kau lakukan Azizah!”


bersambung.


eh ... spasa puh?


next?

__ADS_1


__ADS_2