SANG PEWARIS

SANG PEWARIS
SANG Pewaris BAB 56 Surat wasiat bag2


__ADS_3

Zulkarnain terus saja mendeteksi layar komputer, mengoreksi setiap angka-angka agar tidak tersilap.Handphonenya berdering, dengan tanpa mengurangi konsentrasinya Zulkarnain merogoh hpnya disaku kemudian ditekannya tombol hijau.


"Hallo...oh aytah ada apa ?? baiklah kita jumpa nanti siang setelah aku menjemput NOUVAL di sekolah...ok"Zulkarnain mematikan hpnya.Lalu melanjutkan kembali pekerjaannya.


__"Ayah datang dengan siapa??"Tanya Zulkarnain setelah menyalami Ayahnya . kemudian ia duduk disebelah Ayahnya.


"Ayah sudah pesan makanan ??"


"Sudah sekalian aku pesankan untukmu"jawab Pak Hans dengan hiasan senyum tersungging.


"Memang ayah tahu apa yang akan aku makan ??"


"Steak kambing tidak terlalu matang juga tidak mentah,iya kan?"


"Kok Ayah tahu makanan kesukaanku??"


"Ayah memang tidak membesarkanmu,tapi Ayah tahu kesukaan Ibumu"


Zulkarnain tersenyum.


"Ohya katanya atyah ada sesuatu yang mau dibicarakan ?? mengenai apa Ayah?"


"Niken tadi kerumah ??"


Zulkarnain menautkan kedua alisnya.Ia heran untuk apa dia ke Paviliun ??


"Dia membahas masalah warisan,Dia ingin segera ayah mencantumkan nama NOUVAL sebagai pewaris"

__ADS_1


"Apa??"Zulkarnain seperti tidak percaya dengan apa yang ia dengar.


"Ayah tak tahu kenapa tiba-tiba Niken begitu ?? tidak mungkin kan kalau ia akan membunuh Ayah "


"Jika Ia sampai sejahat itu,dia juga harus membunuhku Ayah untuk mendapatkan itu semua "


"Benar..lagi pula Ayah sudah mencantumkan si kembar sebagai ahli waris yang sah kecuali..."


"Tunggu!!"Zulkarnain cepat-cepat memotong.tiba-tiba ia teringat sesuatu.


"Kenapa Zul??"


"Jangan-jangan Niken tahu si kembar masih hidup ??"


"Maksudmu?"


Pak Hans tersenyum lebar.


"Lalu apakah kamu menemukannya??"Ia begitu bersemangat sekali.Zulkarnain menggeleng lemah.


"Orang yang menjaganya tahu kalau aku mencarinya,ia langsung memindahkan Lucy dan Lisa dari sekolah itu"


Binar wajah yang baru saja cerah langsung meredup seketika.


"Aku pikir Niken tahu kalau si kembar hidup, karena itu dia ingin NOUVAL menjadi satu-satunya pewaris sebelum kita menemukan si kembar"


"Aku akan pergi ke Notaris bersama pengacaraku"

__ADS_1


"Untuk apa Ayah"Zulkarnain merasa aneh dengan pemikiran ayyahnya yang tiba-tiba begitu.


"Didalam surat wasiat,aku hanya menulis si kembar bukan Lisa dan Lucy"


"Ohhhh aku kiraa???"Zulkarnain menghela nafas lega.


"Kita harus membayar seseorang untuk menyelidiki dimana si kembar berada "Pak Hans memberi usulan.


"Tidak ayah dia akan datang kepada kita suatu hari nanti,itu pesan Ibunya Aida "


"Ibunya AIDA ??? kapan kamu menghubunginya ??"


"Beliau datang kesini bersama Bibik "


"kenapa kamu tidak memberi tahu ayyah??"


"Bibik melarangku Ayah, beliau enggan bertemu dengan Ayah "jawaban Zulkarnain membuat pak Hans terdiam, wajahnya seperti diliputi awan hitam.


"Ayah "Zulkarnain meraih tangan sang Ayah.Pak Hans tersenyum menutupi lukanya.


"Hatijah masih membenciku karena kematian Ibumu, ayah mengerti itu"


"Maafkan Bibik ya Ayah "


Pak Hans mengiyakan,ia membalas genggaman tangan putra sulungnya dengan hangat.


Seorang western datang membawa hidangan yang dipesan, Zulkarnain tampak semangat sekali melihat hidangan yang menggugah selera.

__ADS_1


"Ayo Ayah kita makan, lama sekali kita tidak pernah makan bersama"Zulkarnain meraih pisau dan garpu.Pak Hans pun melakukan hal yang sama.Kedua Ayah dan anak itu melalui makan siang dengan senyum tersungging.


__ADS_2