SANG PEWARIS

SANG PEWARIS
BERCERITA TENTANG NABI MUSA


__ADS_3

Kelakuan para perusuh junior memang tak pernah ada habisnya. Terra tak bisa melakukan apa-apa, ia membiarkan semua bayi melakukan apa yang mereka mau.


"Nyonya," keluh Maria.


Putrinya baru saja melakukan terjun bebas dari atas lemari. Beruntung Fio sigap menangkapnya. Maria menangis melihat kelakuan putrinya itu.


Lain Angel, lain juga kembarannya Fael. Bayi sembilan bulan itu nyaris tersetrum karena mencolokkan jarinya di lubang listrik, jika saja Della tak menarik kuat lengan bayi itu.


Lain kembar Diablo lain juga Izzat dan Zizam. Dua bayi tampan itu bergulingan di rumput yang basah hingga membuat bajunya kotor.


"Babies!" Terra kehabisan suaranya.


Sedang Seruni, Rahma, Layla dan lainnya juga sama. Mereka tak bisa melakukan apa-apa.


"Bisakah kalian tenang?" pinta Dinar.


Tiga Starlight juga mulai memberikan atraksinya. Bayi enam bulan itu naik tangga dengan lutut mereka lalu turun dengan cara melompat.


"Babies!' teriak Dinar mulai emosi.


Michel, Exel dan Rudi menangani trio Starlight yang kelakuannya sama dengan biang mereka. Arsh tampak puas melihat semua adiknya mengerjai para orang tua.


"Papa pecel!" panggil Zizam pada Exel.


"Apa?" Exel sangat gemas, namanya jadi nama makanan.


"Papa pecel, Icam au ait hohon lelapa!" pinta bayi tampan itu.


"Di sini tidak ada kelapa Tuan Baby," jawab Exel gemas.



Exelorosa Ali Hubert, 20 tahun.


"Sali lelapana Papa!" perintah Zizam.


"Mau cari di mana Baby?" tanya Exel geregetan.


"Panyat bi tantai Papa!" sahut El memberitahu.


Terra hanya menghela napas panjang. Ia juga bingung sejak kapan para bayi memanggil semua bodyguard pria dengan panggilan Papa. Sedang yang perempuan mereka panggil Tinti.


"Tinti Sosa ... Balyam mawu pedan ipu!' Maryam berulah pada salah satu bodyguard perempuan.


"Ini kabel Nona Baby," Rosa meletakkan benda itu di tempat paling atas dan tersembunyi.


"Tinti pewit!" rajuk Maryam marah.


"Netnet!" adu bayi itu pada Terra.


Terra gemas dengan panggilan itu. Ia menolak tua, tetapi ia memang sudah punya cucu di usianya tiga puluh enam ini.


'Kak ... Te masih muda kan!" rengeknya pada Maria.


Maria menoleh, memang usia Terra lebih muda darinya. Wanita itu mengangguk setuju.


"Tapi kok Te yang udah punya cucu!" rengek Terra lagi.

__ADS_1


Maria hanya menghela napas panjang. Kini ia sadar dari mana semua kelakuan para perusuh ini berasal.


"Bahkan anak-anakku yang bukan darahnya saja sangat mirip kelakuannya," keluh wanita itu dalam hati.


"Pompat pelti dodot ... pompat te tili ... pompat te tanan .... dodot nolet pindil tali!" Alia melompat sambil bernyanyi.


"Ah .. bitin didio ladhu dindia yut!" seru Aaima tiba-tiba.


"Ladhu dindia?" semua bayi menoleh pada saudaranya itu.


"Ladhu eh lagunya kek dhimana?" tanya Harun.


"Tayat dhini woh!"


"Pumpase yaye ... hmmm ... yomos toyae ... hmmm ...!"


Aaima tiba-tiba berlarian di antara bunga-bunga. Bayi itu menarik serbet dan menjadikan selendang. Rosa langsung merekam aksi bayi cantik itu.


"Peubental Pulu!" teriak Aisya. Aaima berhenti.


"Pemana ladhu dindia tayat dhitu?" tanya Aisya.


'Sanya paja pama Tinti Sosa!' ucap Aaima lalu menunjuk pada Rosa.


Rosa lalu mencari video tersebut. Memang gadis itu sangat suka film Bollywood. Semua perusuh tentu ingin melihatnya.


"Wah ... tot pisa tipa-tipa lada pi pentat lain?' tanya Arraya takjub.


'Biya ... ipu yan banunan seditida ipu pa'a Tinti?" tanya Fathiyya.


'Ini namanya Piramida," jawab Rosa.


"Bilamida!"


"Tilamida!"


"Simalida!' seru Arsh membetulkan perkataan semua saudaranya.


"Wat vevel lah!" sahut Azha tak peduli apa sebutannya.


"Ipu pentat pa'a Tinti?" tanya Arion.


"Ini makamnya raja-raja Mesir. Seperti Fir'aun," jawab Rosa.


"Pinaun?" bola mata Aaima membesar ketika menyebut nama itu.


"Bilaun!' ralat Aisya.


"Yan benen ipu silaun!" sahut Arsh lagi.


"Silaun spasa Tinti?" tanya Arsh kini.


"Fir'aun adalah sebutan seorang raja Mesir yang dholim dan mengatakan ia adalah Tuhan. Nama aslinya adalah Narmer," jawab Rosa menjelaskan siapa itu Fir'aun.


Rupanya nama Fir'aun lebih menarik perhatian para bayi dibanding tarian Bollywood. Mereka ingin diceritakan soal Fir'aun ini.


"Jadi dulu ketika Nabi Musa Alaihi Salam lahir. Raja Fir'aun memerintahkan semua bayi laki-laki dibunuh karena mimpi jika akan ada bayi laki-laki yang menjadi raja," Rosa mulai bercerita.

__ADS_1


Para bayi tampak serius mendengarkan. Inilah yang diminta para penjaga. Mereka harus cerdas dan menarik para bayi untuk bertanya dan lebih interaktif terhadap hal-hal baru. Bodyguard SavedLived memang harus cerdas, pintar, cekatan dan menarik para bayi karena keluarga di dominasi dengan keturunan yang baru lahir itu.


"Nah, Nabi Musa dihanyutkan oleh ibunya di sungai ....'


"Sahat setali!" seru Lilo sedikit kecewa.


"Teunapa besti disanuttan?" tanyanya.


"Untuk menyelamatkan Nabi Musa Alaihi Salam, sayang," jawab Rosa lembut.


Kesabaran adalah kunci menghadap para perusuh super aktif dan super teliti itu. Tidak ada yang boleh marah apalagi menghardik. Semua pengawal harus lebih pintar dibanding otak-otak kecil para perusuh.


"Pa'a pidat teumbelem?' tanya Dilla khawatir.


"Berkat kekuasaan Allah, Nabi Musa tidak tenggelam Baby," jawab Rosa lagi.


"Jadi ibu dari Nabi Musa, menghanyutkan bayi yang baru lahir agar selamat dari pembantaian saat itu," lanjutnya bercerita.


"Bayi Nabi Musa Alaihi Salam ditemukan oleh dayang istana dan diangkat anak oleh ratu, yakni istrinya Fir'aun,"


"Hingga besar, Nabi Musa Alaihi Salam berdakwah akan adanya Tuhan semesta alam dan yang membantunya adalah Nabi Harun Alaihi Salam,"


"Wah ... nama atuh ipu asalnya dali nama Nabi!" sahut Harun takjub.


"Benar sayang," sahut Rosa tersenyum.



Rosa Delia Lukmanto, 21 tahun.


"Ketika Nabi Musa dan pengikutnya dikejar Raja Fir'aun. Nabi Musa membelah laut dengan tongkatnya agar mereka bisa menyeberangi lautan. Lalu ketika para prajurit raja menyusul, Nabi memukul tongkat dan menenggelamkan Raja Fir'aun bersama para bala tentaranya," gadis itu mengakhiri cerita.


"Wah ... Silaun selnata laja yan sahat!' seru Maryam kesal.


"Bana lada manusia pisyamain pama Allah!" lanjutnya keki sendiri.


"Soba Alsh sadi peunitut Nabi Musa ... Alsh sonjot Silaun ipu!' ujar Arsh sambil mengepal tangannya ke udara.


"Biya meuntan-meuntan Allah peumbelitan milmu sahuid pama Bilaun, bilaun sombon!" sela Maryam cemberut.


"Beruntung kalian tidak ada di sana Babies," ujar Rosa lega.


"Kalau tidak kalian adalah anak-anak pertama yang diincar oleh Fir'aun untuk dibunuh," lanjutnya lega.


"Woh peulsuma son lada podidal pebat tayat Tinti mama Papa!" sahut Fatih.


"Biya ... pastina Laja Filaun talah pama pesmat sompel puwatan Apah Dallen!' sahut Harun jumawa.


"Biya ... podidal tuat-tuat ... pentala silaun basti talah!" sahut Aaima yakin..


Rosa dan pengawal lainnya tersenyum lebar. Rosa sangat yakin pasukan SavedLived akan kalah dengan kekuatan pasukan Fir'aun.


'Kami malah beruntung tidak lanir di jaman itu Babies," gumam Michel lirih.


Bersambung.


Lah ... Babies masih polos pikirannya Papa Michael!

__ADS_1


yang mereka tau kalo bodyguards itu kuat-kuat.


Next?


__ADS_2