
Lisa perlahan membuka pintu kamarnya,ia tersentak kaget melihat Lucy duduk ditepi Tilam menghadap ke arah pintu.Dengan berlagak baik-baik saja,Lisa naik ke atas kasur setelah menutup pintu kamarnya.
"Kamu dari mana?"Suara Lucy terdengar datar.
"Dari Dapur habis minum"Jawab Lisa sembari menarik selimutnya.
"Kau tidak apa-apa kan?"
Lisa menjawab dengan anggukan sambil tersenyum.Lucy mendekat,Wajah Lisa jadi menegang."Kau mau apa?"Lisa ingin menghindar tapi Lucy sangat cepat meraih pergelangan tangan Lisa dan memeriksa detak nadinya.
"Kau sedang tidak baik-baik saja Lisa"
"A-aku Ok"
Lucy tidak memperdulikan apapun alasan Lisa dengan tanpa berkata apapun,Lucy duduk dibelakang Lisa lalu mengalirkan energinya ke tubuh Lisa melalui punggungnya.
Lisa merasa sesuatu yang panas menjalari setiap peredaran darahnya.Sampai puncaknya rasa panas itu menyeruak didadanya sehingga Lisa memuntahkan darah segar berketul-ketul.
__ADS_1
Setelah darah itu keluar,Lisa merasa tubuhnya jadi lebih baik.Ia sudah tidak merasakan sesak.
"Gimana?"Tanya Lucy begitu perhatian.Lisa tersenyum sambil mengangguk.Sebagai tanda bahwa dia baik-baik saja.Lucy membalas dengan senyuman.Lalu ia bangkit untuk kembali ke tempat tidurnya.
"Lucy"Lisa menahan tangan saudaranya.Lucy menoleh "Terimakasih"
Lucy hanya tersenyum lalu naik ke tempat tidurnya.Ia merebahkan tubuhnya dengan posisi memunggungi Lisa.Tanpa rasa curiga Lisa berbaring untuk melanjutkan tidurnya.
Padahal diam-diam Lucy menahan sakit menusuk dadanya,ia meringkuk dengan bibir tergigit agar ia tak mengaduh kesakitan.Perlahan air matanya mengalir,ia saja yang memiliki kekuatan tidak sanggup menahan sakit akibat dampak dari kekuatan topeng iblis pencabut nyawa.Apalagi Lisa yang tidak memiliki kekuatan apapun.
"Lisa,aku akan melakukan apapun sebisaku agar kau tetap hidup.Meskipun aku harus bertukar nyawa untukmu"Lirih Lucy membatin.
Karena terlalu banyak tenaga dalam yang digunakan,Lucy pingsan sampai pagi menjelang.
___Lisa baru saja keluar dari kamar mandi,namun Lucy tetap saja meringkuk di tempat tidurnya.Ia mendekati saudaranya,mengguncang bahunya.
"Lucy,,,Lucy,,,apa kamu tidak mau sekolah?"
__ADS_1
"Hem"Hanya itu jawaban yang mampu Lucy katakan.Lisa mengernyit heran,ia menyentuh dahi Saudarinya.
"Kau sakit?badan kamu panas,aku panggil dokter ya"
Lucy tak mampu menjawab apa-apa lagi,dengan segera Lisa keluar menemui Ayahnya untuk mengatakan keadaan Lucy.Semua auto panik begitu mendengar apa yang Lisa sampaikan, Seluruh anggota keluarga kompak bergegas bersama-sama menemui Lucy yang kurang sehat.
"Lucy,,,,,Kamu tidak apa-apa nak"Zulkarnain menyentuh kening putrinya,panas.
"Bagaimana Zul?"Bu Minah yang paling panik diantara yang lain.
"Saya akan panggil Dokter keluarga Bu"Jawab Zulkarnain sembari mendail sebuah nomor."Hallo,selamat pagi Dok"Sapa Zulkarnain begitu talian tersambung."Bisa datang ke Rumah saya Dok,putri saya demam.Oooh baiklah terimakasih Dok"
Hanya percakapan singkat,Zulkarnain menyimpan kembali telfon selulernya ke dalam saku baju.
"Gimana Nak"Bu Ijah begitu risau.
"Sebentar lagi Dokter akan datang Bik"Zulkarnain menjelaskan.
__ADS_1
"Syukurlah"
Bu Minah memangku Kepala Lucy,ia membelai kepala cucunya dengan disertai deraian air mata.