SANG PEWARIS

SANG PEWARIS
SANG Pewaris BAB 96 Pengumuman Surat Wasiat


__ADS_3

Zulkarnain membuka pintu kamar kedua putrinya yang tidak tertutup rapat.Ia hanya melihat Lisa sedang bermain dengan handphonenya sambil tersenyum sendiri.Sosok Lucy tak ada didalam kamarnya.


"Kemana dia?"pikir Zulkarnain.ia mencoba mencari ke tempat lain.Dan disaat Zulkarnain melewati kamar Pak Hans, matanya menangkap sesuatu yang aneh.Daun pintu tidak tertutup rapat."Apa Mumun Lupa mengunci pintu?"pikir Zulkarnain.


Ia membuka pintu itu, ingin melihat suasana dikamar yang sudah ditinggal penghuninya.Dan disanalah Zulkarnain melihat Lucy duduk mematung dibibir kasur.


"Lucy"Zulkarnain segera menghampiri putrinya.Lucy menoleh ia menghapus air matanya dengan cepat.


"Kamu ngapain di kamar Kakek?"Zulkarnain mendampingi anaknya duduk.Lucy menarik nafas dalam-dalam.


"Lucy rindu Kakek Yah,dia sudah bertemu ibu"


Zulkarnain tersenyum mendengar sosok Aida disebut anaknya"Apakah Ibu baik-baik saja ?"


Lucy mengangguk,netranya menatap Ayahnya "Dia sangat merindukan Ayah"


"Ayah juga sangat merindukannya Nak"Jawab Zulkarnain dengan debar jantung yang tiba-tiba menyesakkan.

__ADS_1


"Lucy, boleh Ayah bertanya sesuatu"Zulkarnain memegang tangan anaknya.Lucy diam,ia merasakan aliran Indra keenamnya bekerja.


"Apa yang dikatakan Mbak Laras itu benar Ayah"Zulkarnain terpana mendengar ucapan putrinya.Ternyata benar Lucy bisa mengetahui sesuatu dengan cara bersentuhan setelah melihat tangannya sendiri menyentuh Lucy.


"Lalu siapa Nenek tua berumur 200tahun itu?"


"Dia penyihir yang membantu istri Kakek membunuh Kakek"


"Penyihir?"Lucy memberi anggukan supaya meyakinkan."Jadi Bu Lastri belajar sihir?"


"Iya Ayah,dan penyihir itu menginginkan aku sebagai imbalannya.Untuk menyempurnakan kekuatannya.Aku hampir saja menjadi mangsanya Ayah,untung Nenek datang menolongku.Meskipun akhirnya dia tidak bisa bertahan"Lucy menahan kalimat yang seterusnya.Karena ia tidak ingin Ayahnya tahu lebih jauh mengenai Topeng iblis pencabut nyawa.


"Mama belajar sihir?dan yang membunuh Papa adalah Mama? pantas dihari kematian Papa,Mama tampak bahagia sekali.Ternyata ini yang sebenarnya terjadi"Andika bermonolog sendiri.Ia segera pergi dari tempat itu sebelum ada orang yang melihat.


__*_Seluruh keluarga Prasetyo Adjie berkumpul di depan meja Notaris.Termasuk menantu dan cucunya.Laras juga diminta untuk ikut berkumpul.


"Selamat sore semuanya "Sapa seorang pengacara.Ia duduk diantara ZULKARNAIN dan Andika."Baiklah semua sudah berkumpul disini, tidak ada yang tidak hadir bukan?"

__ADS_1


"Semua sudah datang Pak"Jawab Zulkarnain.


"Baiklah saya akan memulai membaca isi surat wasiat dari Almarhum Hans Prasetyo Adjie "


"Bismillahirrahmanirrahim Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.Saya Hans Prasetyo Adjie adalah orang yang bertanda tangan dibawah ini.Dengan ini menyatakan pembagian harta peninggalan saya.Yang saya serahkan dan saya bagikan se adil- adilnya kepada keturunan saya"


"Untuk uang deposit,harta benda bergerak serta perkebunan teh saya bagikan untuk Zulkarnain,Andika, Soraya, Si kembar dan si bungsu Nouval,masing-masing 20%.Paviliun saya sudah atas namakan kepada istri saya.Jika dia nanti sudah meninggal maka itu akan menjadi hak dari Andika dan Soraya.Villa yang ditempati Oleh anak pertama saya,saya berikan kepada Lita dan Lucy.Untuk perusahaan yang sedang dikelola oleh Zulkarnain,saya berharap sekali anak saya Andika bisa membantu Kakaknya mengelolanya.Untuk semua saham saya,10% saya berikan kepada saudari Laras dan Mbah Sukma.20%saham saya berikan kepada Andika.10%untuk Soraya 10%untuk Nouval dan sisanya yang 50%Aku berikan kepada Lisa dan Lucy "


Niken terbelalak, matanya membeliak lebar"Nouval hanya mendapat 10%? untuk apa 10% itu?Gila nih Papa, benar-benar pilih kasih"Niken menggerutu dalam hati.


"Dengan ini saya sangat berterimakasih untuk kalian yang tidak memperebutkan sesuatu yang bukan Haq kalian"Sambung sang pengacara.


"Bagaimana sudah bisa dimengerti?"Zulkarnain mengangguk begitu juga yang lain"Baiklah silahkan tanda tangan semua orang yang disebutkan namanya tadi"


Pengacara menyodorkan Map dan sebuah pena.Mereka bergantian membubuhkan tandatangan di atas materai.


"Baiklah tugas saya sudah selesai terimakasih atas waktu dan kesempatannya bertemu dengan saya"Pengacara itu menyudahi pertemuannya dengan keluarga Hans Prasetyo Adjie setelah menerima kembali Map yang sudah ditandatangani.

__ADS_1


"Terimakasih kembali Pak"Zulkarnain menyalami pengacara itu begitu juga yang lain.


__ADS_2