
Andika mendengus kesal mendapat panggilan dari Danies untuk segera ke ruangan Zulkarnain.Ia merasa enggan untuk bertemu dengan Abangnya itu setelah apa yang ia lihat baru saja.Namun mau tak mau,Andika harus datang menemui Zulkarnain.
Setelah terdengar seruan perintah untuk masuk,Andika menekan tombol pintu dan masuk perlahan.
"Duduklah"Pinta Zulkarnain,Andika duduk dengan expresi wajah yang datar.Ia menghindar untuk saling beradu pandang dengan Abangnya.
"Maafkan aku"Zulkarnain mengawali maksud dihatinya."Kamu pasti sangat jijik untuk melihat wajahku,Aku tak tahu kenapa aku begitu kehilangan kendali"Zulkarnain menundukkan pandangannya.
"Abang tak ingat Nouval?Abang tak ingat Lisa,Lucy??Bagaimana jika ada Niken kedua?Bang,Lucy berusaha menyatukan keluarga kita.Menyadarkan kebencian Nouval,menghapus iri dengki dari Niken.Abang pikir aku nggak tahu bagaimana Lucy berusaha untuk itu?Atau Abang sendiri yang tidak tahu"Andika meluahkan segala uneg-uneg dihatinya.
"Aku tahu"
"Lalu kenapa Abang berbuat seperti ini lagi??Aku sama sekali tidak kepikiran untuk mengasihani Niken,tapi aku lebih memikirkan keponakan-keponakan aku Bang.Mereka pasti tidak akan setuju dengan sikap Abang ini"
"Tolong maafkan aku dan tolong pahami perasaanku Dika,Aku butuh belaian seseorang yang aku cintai"Zulkarnain membuat argumen untuk membela diri.
"Lalu Niken untuk apa?"
__ADS_1
"Aku sama sekali tidak pernah menyentuhnya setelah kepergian Aida"Zulkarnain mengakui apa yang terjadi sebenarnya.Andika terpana,ia baru tahu bagaimana hubungan rumah tangga Zulkarnain yang sesungguhnya.
Dia pernah berpikir bahwa penilaian Mumun itu tidak benar,karena sikap yang ditunjukkan Zulkarnain biasa saja.Mungkin dia acuh kepada Niken karena memang sikap dasarnya cuek,tapi sekarang sudah jelas bagaimana hubungan rumah tangga yang dipertahankan meskipun tanpa adanya kemesraan.
"Lalu Abang akan menikahi Santi?"Selidik Andika.Zulkarnain menatap adiknya sendu.
"Aku berencana begitu"
Andika menghela nafas berat,ia menatap ke langit-langit.Pikirannya semrawut,gimana nanti nasib keponakan-keponakan nya.
"Aku tahu apa yang kamu pikirkan,aku akan mendiskusikan dulu dengan Niken terutama anak-anak"Zulkarnain berusaha membenarkan sikapnya.
Tapi tak mungkin ia lari dari tanggung jawab karena telah menggauli Santi,meskipun Santi sendiri sudah berstatus janda.Ia tetap harus bertanggung jawab.
__Santi menggigit lengannya sendiri sekuat tenaga.Ia geram ia marah,nafsunya yang sudah naik ke ubun-ubun tak dapat tersalurkan karena ada yang mengganggunya.
"Andika sialan!"Umpatnya.Ia memukul steering mobil beberapa kali.Sungguh emosinya sudah tak terkendali.
__ADS_1
tling
Handphone milik Santi berdenting seperti bunyi pesan diaplikasi hijau.Santi merogoh hpnya kedalam tasnya.
[Maafkan sikapku tadi]pesan dari ZULKARNAIN.
Santi hanya membalas dengan caption Marah.
[Aku sudah bilang sama Andika bahwa aku akan menikahimu]
Seketika senyum tersungging di bibir tipis Santi.
[Terus apa pendapatnya?]
Santi berbasa-basi,meskipun ia tahu bahwa pendapat Andika sangat tidak penting baginya.
[Dia memintaku untuk menjaga perasaan anak-anak,Minggu depan ulang tahun Nouval.Kamu datang ya,akan aku perkenalkan kamu kepada anak-anakku]
__ADS_1
Santi diam,berkenalan dengan anak-anak?idih amit-amit deh.Santi mencebikkan bibirnya.Tapi untuk sekarang ini dia butuh juga untuk menuruti permintaan Zulkarnain,demi mencapai keinginannya menjadi Nyonya Zulkarnain.