SANG PEWARIS

SANG PEWARIS
Sang pewaris BAB 31 LISA DAN LUCY


__ADS_3

Suasana dirumah tua milik Mbah Sukma sudah berubah sejak kehadiran si kembar.Mbah Sukma sudah tidak kesepian lagi.Biasanya cuma Laras yang menghibur nya, itupun kalo dia lagi libur kerja.


Tapi sekarang,dia begitu sibuk mengurus si kembar.Dan Mbah Sukma sangat bersemangat melakukannya.


"Kamu nggak mau pulang Laras,udah malam nih"ujar Mbah Sukma kepada anak murid satu-satunya.


"Malam ini Laras mau nginep disini boleh Mbah, besok kan libur kerja"jawab Laras sambil melipat popok si kembar.


"Tumben"


Laras tersenyum


"Rasanya berat banget berpisah sama si twin"


Mbah Sukma tersenyum mendengar jawaban Laras.


"Ohya Mbah,si twin kan belum dikasih nama.Kita kasih nama yuk"


"Kasih nama siapa?"


"Terserah Mbah"


"Mmmmmm"Mbah Sukma berpikir sejenak."Gimana kalo karti dan kurti??"


Laras terpelongo,lalu tertawa ngakak.


"Mbah Mbah....kok jadul banget namanya"


"Lah katamu terserah aku"


Laras mulai meredakan tawanya.


"Gimana kalo Lisa dan Lucy?"


"Lisa yang mana?"

__ADS_1


"Lisa yang ceria ini,kalo Lucy yang pendiam yang merreeem terus "Laras mencubit pipi si bungsu.


"Memang nya selama ini kamu belum tahu kenapa dia merrem terus Laras ?"


"Nggak Mbah, memang dia kenapa Mbah ?"


Mbah Sukma membelai pipi Lucy.


"Dialah pemilik topeng iblis pencabut nyawa...Dia selalu terpejam matanya karena Dia menutupi kelebihan nya yaitu mata peraknya"


"Mata perak?"


Mbah Sukma mengangguk.


"Boleh aku melihat nya Mbah "


"Kalau dia mau menunjukkan maka kamu akan tahu,tapi kalau dia tidak berkenan,maka kamu takkan melihatnya "


"Begitu ya..."Laras cemberut.


"Sudah -sudah ayo kita tidur sebelum Lisa bangun dari tidurnya, nanti malah nggak bisa tidur kita nya"


Mereka tidur ber- empat dalam satu tilam.


Seperti biasa tengah malam bayi Lisa menangis, Laras bangun membuatkannya susu.Dia sudah terbiasa melakukannya karena dia kerja sebagai baby suster.


Sesudah ngasi susu, Laras bangun pergi ke kamar mandi yang terletak diluar rumah.


Dengan mata masih mamay,dia kembali ke tempat tidur.


Seketika matanya melotot melihat apa yang terjadi, botol susu bayi Lisa mengambang di udara,dan dia makin terperangah ketika sehelai tisu bergerak membersihkan muka bayi Lisa.


Dengan ragu-ragu Laras menggoyang-goyang kaki Mbah Sukma.


"Mbah bangun Mbah...."

__ADS_1


"Ada apa Laras ??"


"Tuuu lihat"Laras memonyongkan bibirnya.


Mbah Sukma mengucek-ngucek matanya.


Ia tersenyum lucu.


"Apanya yang lucu sih Mbah"sungut Laras


"Kau tidak lihat, Lucy mampu menggerakkan benda-benda itu tanpa menyentuh"


"Iya tapi serrem Mbah... matanya bercahaya "


"Nanti kamu juga akan terbiasa , udah cepet tidur lagi"


Laras nurut,dia pun naik ke atas tilam lagi.


Setiap pagi, Mbah Sukma memasak seperti biasa.Namun kali ini,Lisa sangat rewel karena badannya agak demam.


Laras pun sedang bekerja, jadi tidak ada yang bisa membantunya masak atau pun mengurus si kembar.


Untung Lucy tidak rewel,jadi dia diletakkan dibalay-balay didapur.Sedangkan Lisa digendong Mbah Sukma sambil lalu memasak.


Mungkin karena pengap atau gerah,Lisa menangis.Mbah Sukma jadi bingung, apalagi dia lagi menggoreng ikan.


"Waduh gimana ini,kalo ditinggal untuk buat susu nanti ikannya gosong"


Mbah Sukma berniat mematikan apinya dulu,maklum Mbah Sukma masak pakai tungku dengan bahan bakar kayu.


Tapi tiba-tiba dia kaget, botol susu yang sudah penuh dengan susu terbang di depannya.Ia menoleh ke arah Lusi.


"Makasih sayang"ucap Mbah Sukma.Lucy tersenyum.


Dan bukan hanya itu, dengan kekuatan nya Lucy juga membantu Mbah Sukma menggoreng ikan.Ikan di atas kuali berbalik dengan sendirinya Mbah Sukma tersenyum,ia pun memilih duduk di samping Lucy sambil ngemong Lisa.

__ADS_1


"Masih bayi saja kamu sudah bisa bantu Mbah, apalagi nanti kalau sudah besar.Semoga Mbah diberi umur panjang biar bisa melihat mu tumbuh dewasa sayang"


dengan lembut Mbah Sukma mengelus pipi Lucy,lagi-lagi Lucy tersenyum.


__ADS_2