
Tubuh Lucy melayang pelan menapak tanah,ia melihat Bu Lastri sedang duduk santai disamping Paviliun.Perlahan ia mendekat dan semakin mendekat, Lucy berniat akan melakukan tindakan balasan atas kematian Kakeknya.
"Astaga naga!!"Bu Lastri tersentak kaget melihat seorang gadis tiba-tiba berdiri tak jauh darinya."Siapa kamu?"Bu Lastri bangkit dan menciptakan jarak diantara keduanya.
"Kau lupa padaku ?"Lucy memiringkan kepalanya.Dahi Bu Lastri mengerut,Ia mencoba mengingat siapa gadis ini.
"Oh kau anak Zulkarnain ternyata?Mau apa kau kesini?"Hardik Bu Lastri,Ia masih belum sadar dengan siapa ia berbicara.
"Membunuhmu"Lucy menjawab dengan kalimat yang ditekankan.Bu Lastri terperangah,ia menarik diri mundur ke belakang.Matanya membeliak lebar melihat Lucy yang berjalan tak menyentuh tanah.Lucy mengangkat tangannya ingin menyerang Wanita yang telah membunuh Kakeknya.
Tapi tangannya tertahan sesuatu,Lucy melihat tangannya.Ternyata ada benang putih yang menyegel tangannya,Lucy mencoba melepaskan ikatan benang itu.Namun semakin ia mengurai,ikatan benang itu semakin mencengkramnya.Sehingga tangan Lucy terpelintir ke belakang punggungnya.
__ADS_1
"Aakhhh"Lucy meringis kesakitan, tangan kirinya pun terpelintir juga.Ia berniat ingin melesat terbang tapi kakinya tertahan.Ternyata benang itu juga melilit kakinya."Benang apa ini? kenapa aku tak bisa terlepas ?"Lucy meronta-ronta.
"Hahahaha"Suara gelak tawa terdengar dari arah pintu.Lucy menoleh,Bu Lastri segera berlari bersembunyi dibalik tubuh Nyai Roro.
"Nyai apa dia hantu? kenapa dia berjalan tidak menginjak tanah?"Bu Lastri terlihat begitu panik.
"Kau masuklah ke dalam, sekarang sudah bukan lagi urusanmu "Bukan jawaban yang didapat Bu Lastri,malah sebuah perintah"Cepat masuk!!"Hardik Nyai Roro membuat Bu Lastri segera berlari masuk kedalam dan mengunci pintu.Tapi ia memperhatikan dua orang itu dari balik kaca.
"Sudah lama aku mencarimu, kalau saja tak ada video itu.Mungkin aku tidak akan bertemu denganmu cah ayu "
"Siapa kau?"Lucy memicingkan matanya.
__ADS_1
"Aku Roro, orang memanggilku Nyai Roro.Kau tebak umurku berapa?"Nyai Roro melontarkan pertanyaan.Tapi tak ditanggapi oleh Lucy."Umurku sudah hampir mencapai dua abad"
"Hah??"Lucy terperangah tak percaya.Padahal wanita yang berada didepannya itu masih nampak muda dan cantik.
"Kamu pasti heran melihatku masih cantik bukan?"Nyai Roro menyeringai"Setiap malam satu suro,aku akan meminum darah segar dari seorang gadis perawan.Selain aku tetap awet muda, ilmu Kanuraganku juga bertambah.Tapi sayang,setahun yang lalu aku dikalahkan oleh sainganku.Aku tidak bisa menerima kekalahan.Aku harus lebih kuat dan sakti"
"Hanya ada satu cara, yaitu meminum darah gadis suci bermata perak.Dan itu adalah kamu hahahaha"Nyai Roro tertawa lepas.Wajah Lucy mengetat,ia marah sekali.Tubuhnya bergerak ingin melepaskan diri,Namun bukan melonggar malah benang itu semakin kuat mengikat.
"Tidak usah berontak kamu akan tersiksa gadis kecil, Benang itu bukan benang biasa"Nyai Roro dengan santai menghempaskan tubuhnya ke kursi.Ia duduk bersilang kaki menyaksikan ketidak berdayaan Lucy.
Bu Lastri berpikir keras dari balik pintu,Bukankah benang putih itu adalah benang yang ia ikat tadi siang.Jadi benang itu adalah benang sakti.Bu Lastri jadi tertawa sendiri,dia punya ide licik untuk memiliki benang itu.
__ADS_1