
Hujan begitu deras, petir menyambar beberapa kali. Mbah sukma sangat panik, nampak sekali gurat ketegangan dikulit wajahnya yang mulai keriput.
Hal ini bukan disebabkan hujan yang sangat deras di malam yang mencekam, karena itu sudah biasa untuk kawasan di daerah pegunungan.
Namun yang membuat Mbah Sukma panik adalah peti hitam peninggalan gurunya bergetar hebat.Seperti ada gempa bumi.
"Duh gusti ada apa ini??? selama aku menjaga peti ini, tak pernah sekali pun begini"
Mbah Sukma hanya mampu menatap peti itu tanpa berani menyentuh nya.Beliau teringat pesan gurunya.
"NDOK... JAGA PETI INI, JANGAN SEKALI-KALI KAMU MEMBUKANYA KECUALI DALAM KEADAAN DARURAT. KALAU KAMU TERPAKSA MEMBUKANYA DAN MENGGUNAKAN NYA, NASIB MU AKAN SAMA SEPERTI DIRIKU. KEKUATAN TOPENG IBLIS PENCABUT NYAWA AKAN MENGGEROGOTI JIWAMU HINGGA KAMU MATI"
"TOPENG ITU ADA PEMILIK NYA... DAN HANYA DIA YANG MAMPU MENJAGA DAN MEMAKAINYA. TIDAK PERLU KAMU CARI, KARENA DIA AKAN DATANG SENDIRI PADAMU. CUKUP KAMU JAGA PETI INI, SAMA SEPERTI DIRIKU YANG MENJAGANYA SAMPAI AKHIR HAYAT KU"
Mbah Sukma menghela nafas, peti itu sudah tidak bergetar lagi.
"Apakah pemilik nya akan datang?? hingga peti ini bergetar? " gumam Mbah Sukma pada dirinya sendiri.
**""Esok harinya,di rumah sakit. Zulkarnaen mulai sadar.Ia menatap ke sekeliling... hanya ada Niken Ayu.Wanita itu tersenyum padanya.
"Dimana aku?? " lirih nya.
"Dirumah sakit sayang" jawab Niken begitu bahagia.
Zulkarnaen menautkan kedua alisnya.
"Aida... Aida kemana??"
Niken terbelalak. 'kenapa Zulkarnaen bertanya Aida??Apa ajian pengasih nya sudah hilang?? '
Melihat Niken Ayu tak menjawab, Zulkarnaen berusaha bangun dan turun dari perbaringan.
"Mas Zul mau kemana?? " Niken melangkah cepat menyusul Zulkarnaen.
Zulkarnaen tidak menghiraukan Niken, ia terus melangkah keluar kamar.
"Mas... jangan dipaksakan,Mas masih belum sehat" Niken mencegat langkah Zulkarnaen dengan badannya.
"Minggir... aku mau mencari Aida"
"Iya tapi.... "
"Tuan muda" seru seseorang memotong perkataan Niken Ayu.
__ADS_1
Zulkarnaen menoleh, ternyata si Mumun.
"Mumun... "
"Tuan Muda mau kemana? "
"Aida kemana Mun?? " Zulkarnaen balik bertanya.
"Ada diruangan nya Tuan"
"Tolong antar aku kesana Mun... "
"Baik Tuan Muda"
Lalu Mumun menuntun langkah majikannya. Niken Ayu ingin menghalangi tapi Mumun malah mencibir nya. Niken Ayu mengepalkan kedua tangan nya. Ia jadi sangat geram sekali.
Tapi ia ingat Mbah Sukma, cepat-cepat Niken mencari tempat sepi untuk menghubungi si dukun.
"Hallo.. Assalamu'alaikum Mbah"
"Wa'alaikum salam" jawab dari Seberang
"Mbah saya mau tanya... kenapa ajian Pengasih nya luntur Mbah?? padahal saya tidak melanggar pantangan dari Mbah"
"Kok bisa??? memang nya apa yang terjadi sebelumnya? "
Tardengar Mbah Sukma menghela nafas.
"Datang lah kesini, bawa bagian tubuh suamimu, entah itu rambut atau potongan kukunya"
"Baik Mbah"
Telfon terputus, Niken Ayu segera berlari pulang. Ia harus cepat-cepat membuat Zulkarnaen kembali padanya.Baru beberapa hari ia mengecapi kebahagiaan, Zulkarnaen sudah berubah seperti semula. Ia tidak mau TIDAK❌❌
Aida masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat sekarang, Zulkarnaen sangat memperhatikan nya seperti dulu.
"sayang... gimana keadaan mu?? sudah baikan belum?? "
Aida terpana melihat suaminya, Zulkarnaen membelai lembut anak rambut di kening istrinya.
"Kamu udah makan sayang??? udah minum obat?? "
Mumun dan Mbok Darmi menangis haru melihat pemandangan itu.
__ADS_1
"Sayang... kamu kok diam??? kamu marah??? "
Aida menggeleng pelan.
"Terus kenapa diam saja??? lagi sariawan?? "
Spontan Aida langsung tersenyum mendengar celotehan suaminya.
"Maafin aku ya sayang... " lirih Zulkarnaen. Ia tetap saja memainkan rambut ikal istrinya.
"Kenapa minta maaf?? "
"Entah lah... aku hanya merasa banyak salah"
"Begitu ???"
"He-em" Zulkarnaen mengangguk.
Daun pintu terbuka pelan, muncullah Pak Hans yang tengah didorong masuk oleh asisten setianya, Pak Wira.
Beliau heran melihat anaknya ada diruangan itu.
Namun Zul menanggapi sikap Sang ayah dengan seutas senyuman.
"Tadi ku lihat Niken terburu-buru pergi. ada apa??pasti ada yang tidak beres, kalau tidak??nggak mungkin Niken ninggalin kamu tanpa pengawasan nya" ujar Pak Hans. Zulkarnaen tidak menjawab, wajahnya tertunduk.
"Mmmm mas... aku pengen banget makan bubur ayam" timpal Aida.
"Akan aku belikan, kamu tunggu ya" jawab Zulkarnaen cepat, Aida mengiyakan. Dengan segera Zulkarnaen keluar ruangan.
Setelah dikira Zulkarnaen sudah pergi jauh baru Aida menyuarakan maksudnya meminta bubur ayam.
"Ayah, sepertinya Mas Zul sudah kembali seperti dulu"
"Iya Tuan besar, Tuan Muda sudah berubah. mungkin akibat pingsan semalam" sambung Mumun.
"Benarkah?? "
"Aku pikir iya Ayah"
"Jadi maksud mu cahaya mata sibungsu telah menyadarkan Zulkarnaen?? "
Aida mengiyakan ucapan ayah mertua nya.
__ADS_1
"Cahaya mata??? " timpal Mumun "jadi maksud Tuan, Nona kecil mengeluarkan cahaya dari matanya???Karena itulah Tuan Muda pingsan"
"Iya Mun" Aida yang menjawab.