SANG PEWARIS

SANG PEWARIS
Sang Pewaris BAB 98 Nouval??


__ADS_3

Zulkarnain merasa heran karena Nouval tidak kunjung keluar untuk sarapan."Kemana Nouval ?Apa dia sakit ?Tumben nggak keluar buat sarapan ?"


Niken menoleh ke arah atas tempat kamar putranya berada"Aku akan cek dulu Mas"Niken bangkit setelah mendapat anggukan sebagai jawaban dari Sang kepala Rumah tangga.


"Nouval,kok belum siap-siap"Niken menghampiri anaknya yang duduk memeluk tubuh di atas Perbaringan.Ia meletakkan punggung tangannya dikening Nouval tapi ditepis oleh anaknya"Eh kenapa ?"Niken terkejut mendapatkan perlakuan kasar begitu.


"Benarkah Mama yang telah membunuh Ibunya Kak Lisa dan Kak Lucy?"


Netra Niken membulat sempurna.Ia tidak menyangka akan mendapat pertanyaan yang mampu membuat dia merinding.Nouval tersenyum kecut.


"Ternyata benar "


"Siapa yang mengatakan begitu padamu?"


"Tidak penting siapa yang mengatakannya,yang jelas mata Mama sudah membenarkan cerita itu"Nouval merasa terluka,ia seperti mendapatkan pengkhianatan dari Ibunya sendiri.Niken jadi kalut,ia bingung harus bagaimana ?


"Nouval"Sebuah suara memanggil,Nouval mengangkat wajahnya.Nampak Lucy berdiri diambang pintu"Kamu tidak mau sekolah?terus yang nganterin aku ke sekolah siapa?"


"Apa kamu sakit?"Lucy berjalan mendekat.Nouval tertunduk,ia tidak berani menatap wajah Kakaknya itu.Lucy mengernyitkan keningnya ketika punggung tangannya menyentuh kening adiknya.


"hmmm tegakan kamu membiarkan aku sekolah naik angkot?"Lucy mengembung kan pipinya, Nouval menatap iba.


"Baiklah aku akan siap-siap dulu"Jawab Nouval kemudian.Lucy tersenyum lebar.


"Ok"Ia langsung berlari keluar dari kamar adiknya.


"Mama lihat itu?"tanya Nouval penuh intimidasi.Niken melantai dengan embun yang tertahan di ujung netranya.


"Dia kehilangan ibunya karena ke egoisan Mama,tapi dia tidak berdendam.Pasti Ibunya adalah orang yang baik,sehingga Papa tetap mencintainya sampai detik ini"

__ADS_1


Nouval masuk ke kamar mandi meninggalkan Ibunya yang digelayuti perasaan pedih.


__Begitu sampai di depan gerbang sekolah,Lisa yang duduk di kursi belakang keluar terlebih dahulu dan langsung menghampiri Andrew yang senantiasa menanti di ambang pintu.


"Nih"Lucy menyodorkan paper bag kepada adiknya.


"Apa ini kak?"Tanya Nouval heran.


"Kamu belum sempat sarapan jadi aku bawakan bekal untuk makan.Jangan lupa di makan ya dan...."Lucy menggantung kalimatnya.Nouval menatap netra Kakaknya yang memancarkan ketulusan.


"Jangan usik hatimu dengan masa lalu,maafkan Mamamu.Kesalahannya adalah kekhilafan masa muda.Aku sangat menyayangimu"Lucy membelai pipi adiknya.Nouval jadi terharu,sepasang Netranya mengembun.


Sebelum masuk ke area sekolah Lucy melambaikan tangan sambil tersenyum,Nouval membalasnya.Ia memutar arah untuk menuju sekolahnya yang tidak seberapa jauh.


___Tok Tok Tok.


"Masuk!"Seru Zulkarnain tanpa mengalihkan perhatiannya ke arah komputer.Danies masuk mendekat.


"Ohya,hari ini memang ada jadwal miting dengan Mertindo ya?"Zulkarnain membuka kaca matanya.Danies mengiyakan"Ok,kamu persilahkan dia masuk"


"Baik Pak"Danies melangkah keluar.Tak berapa lama seorang gadis Semok masuk kedalam ruangan kebesaran Zulkarnain.Zulkarnain memicingkan matanya,ia merasa seperti mengenal wanita itu.


"Zul"desis Santi.Zulkarnain tertawa lepas.


"Ternyata kamu San"Zulkarnain bangkit menyambut tamunya yang tak lain teman sekolahnya dulu.


"Nggak nyangka ya kalau yang akan aku temui adalah kamu"


Keduanya bersalaman,Lalu duduk berjejer di sofa yang berbeda.

__ADS_1


"Gimana kabar kamu?kok bisa kamu jadi CEO disini?"Sambung Santi.Zulkarnain tersenyum,ia memang dari kecil merahasiakan siapa Ayahnya.Sehingga semua teman sekolahnya mengira Zulkarnain hanyalah Anak desa yang papa.


"Aku anak sulung dari keluarga Prasetyo Adjie "


"Hah ?"Mata Santi membeliak lebar"Serius?"


"Iya,dan kamu sendiri apa hubungannya dengan Mertindo?"


"Papaku yang mempunyai Mertindo,awalnya akan diserahkan kepada Adik laki-lakiku.Tapi umur seseorang tidak ada yang tahu.Sehingga akulah sekarang pewaris tunggal"


"Hmmmm baguslah,jadi kerjasama kita akan semakin lancar"Pungkas Zulkarnain.


"Aku sangat beruntung sekali, ternyata orang yang sangat disegani dan dihormati adalah sahabatku sendiri.Dari tadi Papa sudah wanti-wanti,harus bisa mendapat tender dari CEO GRAND GOLDEN GROUP"


Zulkarnain tersipu mendapat pujian itu.


Tok tok tok tok.Perhatian Zulkarnain beralih ke daun pintu"Masuk"Titahnya.


Andika muncul dari balik pintu"Eh,Dik kebetulan kamu datang,kesini sebentar"Zulkarnain menunjuk Sofa yang kosong.Andika menurut.


"Ada apa Bang?"


"Siapa dia?"Santi mendahului sebelum Zulkarnain menjawab.


"Dia adikku,kamu bisa konsultasikan semua kepadanya.Kalau dia ok aku tinggal tanda tangan saja"


"Kok begitu?"Santi bertanya heran.


"Kalau aku yang turun tangan sendiri nanti persahabatannya kita takut terjejas.Jadi biar adikku saja yang mengurus proyek yang akan kamu kerjakan.Tenang saja,dia lebih mahir daripada aku"Zulkarnain meyakinkan Santi.Santi mengamati Andika,Andika tersenyum menyapa.

__ADS_1


Jujur,Santi sedikit kecewa karena dia tidak jadi berduan dengan Zulkarnain.Karena dari awal,ia memang berniat menarik perhatian CEO GRAND GOLDEN GROUP dengan kecantikannya.Apalagi setelah tahu kalau CEO itu adalah sahabatnya dulu waktu kuliah.Dia pikir akan menjadi lebih mudah,Tapi semua tidak terjadi seperti yang direncanakan.


__ADS_2