
Lucy menatap lekat sang Ayah,ada sesuatu yang lain dari Ayahnya.Tapi ia tidak ingin gegabah lagi,ia sangat ingat kesalahannya yang menyebabkan Mbah Sukma meninggal dunia.Kini ia tahu maksud dari Mbah Sukma kenapa selalu mewanti-wanti agar hati-hati dan tidak gegabah mengambil tindakan.Meskipun dirinya memiliki kemampuan.
"Pah,Minggu depan ulang tahunku"Tiba-tiba Nouval bersuara disela makannya.
"Astaga hampir saja Papa lupa"Zulkarnain menepuk jidatnya."Ok kamu mau apa sayang?"
"Ya pesta dong Pah"Jawab Nouval penuh semangat.
"Ya udah biar Mama mu yang mengurus semuanya"
Niken Ayu tersenyum,ia membelai rambut anaknya.Tak terasa kini anak semata wayangnya sudah berumur lima belas tahun.
"Kamu mau hadiah apa dari Papa?"Sambung ZULKARNAIN.
"Emmmmmm nanti Nouval pikirkan"Si bungsu cengengesan.
"Sayangnya Tante nggak bisa gabung"Ada rasa sesal tergurat diwajah Soraya.
__ADS_1
"Nggak apa-apa Tante,yang penting hadiahnya"Celutuk Nouval membuat sebagian dari mereka tertawa.
"Aku kapan dibelikan mobil Yah?"Lisa menimpali.
"Kamu belum dapat SIM sayang,jadi tunggu sampai kamu punya SIM ok"Janji Zulkarnain.Lisa mengangguk mengerti.
"Ohya gimana kamu sama Andrew tadi sekolah?"
"Dia absen Yah"
"Absen?"Zulkarnain merasa heran"Apa dia sakit?"
"Ada yang kangen nih"Lucy menyindir.Lisa geram,ia melempari Lucy dengan potongan kentang goreng.Tapi sayangnya sedikitpun potongan kentang itu tak mengenai sasaran.Seperti ada kaca pelindung yang tak kasat mata.
"Kumat nih"Andika berbicara dengan nada yang sangat pelan.Soraya yang berada disampingnya pun paham apa maksud Kakaknya.Keduanya menarik badannya mundur.Nouval yang begitu trauma langsung gemetaran.
"Lucy..."Zulkarnain paham dengan keadaan yang berubah tegang.Lucy tersenyum tipis.Sedangkan Lisa begitu dongkol karena semua lemparannya tidak mengenai sasaran.
__ADS_1
___
Andika heran begitu melihat kedatangan Santi,wanita itu tersenyum ke arah Andika sebagai sapaan.Lalu melenggang masuk ke ruangan Zulkarnain.
"Dan,,, perasaan Bu Santi datang tiap hari deh kesini,ngapain dia?"Andika bertanya kepada Danies sekretarisnya Zulkarnain.Kebetulan ia sedang mereview jadwal miting dengan kliennya.
"Entahlah Dik,gue juga heran.Dan didalam pun dia lama banget.Bos juga kayak happy aja kalau ada Bu Santi"Danies menjelaskan.Andika menyorot pintu ruangan Abangnya,ia berpikir pasti ada sesuatu diantara mereka.Andika jadi penasaran,perlahan dia mendekat ke arah pintu.Ada ide gila yang ingin dia lakukan.
Tanpa mengetuk pintu,Andika langsung membuka daun pintu.Anak pupilnya melebar,ia melihat sesuatu pemandangan tak senonoh tersaji.
Zulkarnain langsung mendorong tubuh Santi hingga terjengkang ke atas sofa.Dengan cepat Zulkarnain merapikan kancing bajunya dan reasting celananya.
Andika hanya mampu geleng-geleng kepala,mulutnya seakan terkunci tidak bisa berkata apa-apa.Ia menutup kembali pintu dengan cepat,lalu tergesa kembali ke ruangannya.
Danies heran melihat sikap Andika,raut wajahnya mengeras seperti menahan amarah.Tapi ia tidak sempurna bertanya karena langkah temannya itu begitu panjang-panjang.
Tak lama kemudian Bu Santi keluar juga dari ruangan Zulkarnain,wajahnya sangat semrawut.Berbeda dengan disaat ia baru masuk tadi,yang begitu sumringah,cantik,dan bersemangat.
__ADS_1
Wanita semampai itu melengos,dan pergi tanpa sapaan ramah.Danies kurang paham dengan apa yang terjadi,apalagi disaat ada perintah dari Interkom agar meminta Andika untuk masuk ke ruangan Bosnya.
Semakin bingung lah Danies,namun ia hanya bisa patuh terhadap perintah tanpa sembarang pertanyaan.