SANG PEWARIS

SANG PEWARIS
KISAH LEVINA SARAH VAN DEIGHILL


__ADS_3

Pesta masih berlangsung. Deni menatap tembok yang jebol dan di dalamnya ada tengkorak. Ia memanggil beberapa orang untuk membongkar tembok itu hati-hati.


Semua anak kini dijadikan satu di rumah paling besar bersama para orang tua.


"Baby Ay dan Baby Yi, nggak apa-apa kan Nak?" tanya Terra masih terus menangis.


"Hanya sedikit demam Ma. Ini Nai udah kasih infus vitamin juga. Baby Ay yang dehidrasi tinggi, tapi Baby Ay kuat Mama," lapor Nai.


Haidar berada di sisi dua anak kembarnya. Tangannya yang besar memeluk Arion dan Arraya. Pria itu menyesal tak mengindahkan semua adik angkatnya. Padahal anak-anak perempuan sudah mengatakan tidak nyaman tidur di rumah itu.


"Maafin Papa sayang. Papa nggak perhatian sama kamu," ujarnya penuh sesal.


"Aya eundat pa'a-pa'a Papa ... tasihan Pama Ata' Salah ... Anatna bipedat pama teuntala sepan!" ujar gadis kecil itu.


"Iya Papa. Ayi judha nayis pas diselitain anat Ata'Salah bipendat. Anatna basih teusil, puamina judha bitendat!' sahut Arion.


"Babies, jangan diingat lagi sayang. Mama takut," pinta Terra.


"Ma, biarin Baby Ay dan Baby Yi istirahat," ajak Nai.


Juno menghentikan pestanya atas permintaan sang istri. Beberapa pengawal langsung menyuruh beberapa tamu pulang dan membawa bingkisan dari pemilik pesta.


"Ibu mau jenguk dulu ya," ujar Mutia.


"Iya Bu," sahut Juno.


"Aa' ... aku jadi nggak enak sama keluarga Ibu Terra. Karena rekomendasi aku menempati rumah itu," sesal Layla.


"Tidak sayang. Ini memang harus terjadi, toh semua sudah digariskan, Tuan Muda Arion dan Nona Muda Arraya memang anak-anak dengan pemberian yang berbeda dengan anak-anak lainnya," ujar Juno menenangkan istrinya.


Layla kini tidak lagi memanggil Juno dengan sebutan Mas, melainkan Aa'. Panggilan khusus untuk laki-laki khas daerah itu.


"Ini tamunya sudah pada dialihkan untuk langsung mengambil bingkisan kan?" tanya Juno pada salah satu among pesta.


"Sudah A', boleh tinggalin pelaminan," jawab pria itu.


Juno menggandeng istrinya untuk ikut menjenguk Arion dan Arraya. Tetapi, Bart langsung mencegah.


"Sudah, mereka tidak apa-apa. Tadi Nai minta untuk Babies istirahat. Ibumu saja dilarang sama Nai untuk menjenguk," ujar pria gaek itu.


Herman menatap tengkorak yang di pinggangnya disimpul benang merah dan dikaitkan di tangan yang sudah jadi tulang sedikit menghitam.


"Kasihan sekali, sudah mati tapi masih diikat oleh sihir untuk menyiksa orang lain,'' pria itu menggeleng.


"Jangan dibuka, ini ada doa khususnya. Apa di sini ada kiayi atau ustad?" tanya Herman.


"Ada tapi usianya sudah seratus tahun," jawab Deni.

__ADS_1


Tak lama pria tua dengan langkah tegap mendatangi tempat itu. Pria itu membaca doa keselamatan bagi semua orang. Ia lalu membuka simpul benang yang mengikat tengkorak malang itu. Beberapa polisi datang ke TKP. Mereka akan mengautopsi tengkorak. Mengambil beberapa jaringan kulit dan otot yang masih tersisa di tangan tengkorak.


"Dipastikan jika jasad yang sudah jadi tulang belulang ini adalah berjenis kelamin wanita. Kami perkirakan ia ditanam di tembok oleh beberapa oknum pelaku ilmu hitam setelah dua minggu kematiannya!' lapor salah satu petugas forensik.


"Kami juga menemukan beberapa fosil bercak sperm di tangan dan kaki jasad korban," lanjutnya.


Memang jasad itu sudah jadi tengkorak bagian kepalanya, tapi bagian kaki dan tangan masih ada jaringan kulit dan daging. Herannya, tak tercium bau busuk.


Tulang belulang itu dimandikan oleh beberapa ibu-ibu pengurus jenazah. Setelah dikafani lalu disholatkan.


"Kami tidak tau agama apa yang dipeluk oleh jasad ini. Tapi sebaik-baiknya jasad adalah dikebumikan dengan baik," ujar pria sepuh itu.


Jasad tengkorak itu dimakamkan di tempat pemakaman umum. Arimbi mengobati luka tangan Virgou, gadis itu menangis melihat darah yang mengalir di tangan pria itu.


"Daddy ... ini sakit tidak?" tanyanya terisak.


"Tidak Baby ... Daddy tidak apa-apa," Virgou memeluk Arimbi.


Gadis itu juga ternyata juga diserang oleh jin jahat itu, hingga ia seperti linglung. Ia meminta maaf karena tak bisa menjaga adik-adiknya.


"Tidak apa-apa sayang. Jangan salahkan dirimu," ujar Virgou memeluk erat Arimbi.


Sedang Azizah mengusap kepala sang adik yang kini terbaring lemah, selang infus ada di tangan kirinya.


"Kamu hebat Dik. Hanya kamu yang bisa lepas dari simpul itu. Kakak harus belajar banyak dari kamu," puji Azizah.


"Kakak mau denger cerita tentang dia nggak?" tanya Adiba.


Rion yang memang penasaran, langsung duduk di pinggir ranjang. Dav kesal dengan hal itu.


"Baby!" peringatnya.


"Papi ... Ion penasaran, emang Papi enggak?" Dav mengangguk cepat.


Rion berdecak meledek pria itu. Akhirnya mereka mendengarkan apa yang terjadi. Virgou, Bart ada di sana bersama Dominic, Jac dan lainnya.


(Flashback)


Tahun 1942 Jepang memasuki wilayah Indonesia yang masih berstatus menjadi jajahan Belanda dengan nama negara Hindia Belanda.


Akibat perang dunia kedua yang terjadi pada tahun 1938 akibat invasi Jerman pada Polandia, tepat di tanggal 1 September 1938, kemudian perang dunia kedua terjadi hingga berakhir pada tanggal 2 September 1945.


Jepang masuk Indonesia 11 Januari 1942, tepatnya di Tarakan, yang dulunya termasuk wilayah Kalimantan Timur.


Salah satu alasan Jepang menjajah Indonesia adalah untuk mendapat cadangan logistik dan bahan industri perang, seperti minyak bumi dan aluminium.


Tentara Jepang yang tadinya hanya menginginkan cadangan logistik mulai menjajah dan mengusir para Belanda dari tanah air.

__ADS_1


Jepang menghancurkan Indonesia hanya dalam jangka tiga tahun menjajah, membumihanguskan beberapa tempat. Menjadikan wanita-wanita sebagai pemuas napsu. Pelacuran merajalela, akibat paksaan tentara-tentara Jepang.


Keluarga Van Deighill salah satu petinggi di tanah Pasundan. Tiga puluh tentara Jepang menghabisi seluruh keluarga.


Levina Sarah Van Deighill, membawa lari dua anak kembar sepasangnya. Ia lari bersama suami bersembunyi di sebuah rumah yang memang lama kosong.


"Wij zijn Ama hier." (Kita aman di sini,") ujar sang suami menenangkan sang istri.


"Ik ben bang voor mijn man," (Aku takut suamiku,) bisik Sarah ketakutan.


Dua anaknya juga tak berhenti menangis. Setelah yakin mereka aman, akhirnya mereka tinggal di sana, adanya kebun singkong di belakang rumah membantu keluarga kecil itu untuk bertahan hidup. Sarah sebisa mungkin memperkecil kegiatannya agar keberadaan mereka tak diketahui oleh para tentara Jepang.


Hingga akhirnya sang suami tertangkap. Pria itu ditembak di dada kirinya, dalam keadaan sekarat. Pria itu menyaksikan bagaimana dua anaknya ditembak di kepala. Sarah meraung memberontak. berhasil mencakar wajah salah satu tentara.


Plak!


"なんてこった


Nantekotta!" (kurang ajar!) maki tentara itu.


Gaun Sarah dirobek hingga dadanya terlihat. Sang suami menatap istrinya yang diperkosa delapan tentara Jepang secara bersama-sama.


Di depan dua mayat anak kembarnya. Selama sepuluh hari Sarah diperkosa, sang suami sudah tewas kehabisan darah. Air mata Sarah pun kini bukan lagi air bening tetapi darah.


"Sarah mati setelah dua belas hari diperkosa secara brutal dan beramai-ramai," ujar Adiba dengan bibir bergetar.


Semua terdiam, Virgou mengepal tangannya kuat-kuat. Ia mengingat Rurouni Kenshin. Ingin sekali Virgou membedah dan mengambil otak kepala pria yang dulu melecehkan Azizah itu.


"Kejam sekali,' desis Azizah.


"Bukan hanya itu Kak. Bahkan setelah menjadi mayat. Sarah masih diperkosa oleh beberapa di antaranya. Seminggu kemudian datang beberapa orang ke situ dan menanam mayat Sarah di tembok lalu memberi simpul benang merah di lilitkan di tangan dan jarinya. Mayat dua anak dan suaminya dibuang begitu saja entah kemana," ujar Adiba lagi.


"Sekarang, dia sudah tenang kan?" Adiba menggeleng.


"Pengikat simpul itu masih hidup, Kak," ujar gadis itu mengagetkan semua orang.


"Apa perlu Daddy bereskan?" tanya Virgou.


"Sebenarnya, laporkan saja semua ke polisi dan menjerat orang itu dengan dakwaan sihir!" ujar Adiba.


"Apa ada bukti?" tanya Bart kini.


"Sarah akan menuntun kita Uyut!" jawab Adiba dengan kilatan mata marah.


Bersambung.


Wah ... ayooo ... tangkap orang jahat itu! 😤

__ADS_1


next?


__ADS_2