Wanita Nakal

Wanita Nakal
Part Ending 1


__ADS_3

Delapan bulan telah berlalu rumah tangga jonathan dan jovanka sangat bahagia, sejak hari dimana mereka mengetahui kehamilan jovanka semua nya begitu sangat berhati hati dan lebih waspada, resepsi yang telah direncanakan harus di tunda karena jonathan tak ingin istri nya merasa lelah. Jovanka sendiri juga tak ingin membantah apa yang dilarang oleh suami nya dia lebih menurut untuk berdiam diri di dalam rumah, karena kehilangan calon bayi nya dulu juga tak ingin dia ulangi, dia lebih menjaga nya dengan berada di dalam rumah dengan di kelilingi penjaga yang lebih ketat seperti biasa nya.


Sejak kabar kehamilan jovanka, mereka berdua memutuskan untuk kembali ke negara A, hanya saja terkadang jonathan harus kembali ke tokyo untuk mengurus dua perusahan yang telah menjadi miliknya, kini kedua perusahan tersebut semakin berkembang pesat, nama perusahan itu sekarang sejajar dengan miliknya yang berada di negara A.


“ honey aku bosan dirumah, aku ingin keluar..” jovanka pagi ini tiba tiba merengek ingin keluar rumah.


“ aku akan pulang cepat jika kamu bosan di rumah..” jonathan tetap tak mengijinkan istri nya keluar rumah.


“ honey aku ingin belanja keperluan anak kita.”


“ nanti aku temani, aku akan pulang cepat.”


“ jonathan..” panggilnya dengan kesal.


Jonathan menatapnya dengan mengancingkan baju nya yang dia kenakan. “ honey jangan membantah..” katanya dengan lembut.


“ aku hanya ingin belanja keperluan bayi kita honey.. lagian banyak penjaga yang akan berada di dekat ku, ini sudah delapan bulan tapi kita belum memiliki persiapan apapun untuk calon anak kita..” katanya dengan memasang wajah sedihnya, dengan mengelus perutnya yang sudah membesar.


“ kamu saja sudah susah berjalan, bagaimana kamu ingin belanja keperluan calon anak kita..” memang benar jovanka sudah susah berjalan, jika tertidur dia harus dibantu dibangunkan, jika terduduk saja dia harus pelan untuk berdiri.


“ aku tahu tapi akan banyak cara agar aku tak berjalan, ada para suster yang akan membawa ku ada penjaga yang akan menjaga ku juga..” jonathan tak menjawabnya, bahkan tak ingin melihat wajah istrinya yang memasang wajah sedihnya. “ lihatlah dady mu tak mengijinkan mami untuk belanja keperluan kalian, dady mu memang jahat dan pelit..” jovanka mengajak bayi nya yang di dalam perutnya bicara dan jonathan yang mendengarnya pura pura tak mendengar apapun. “ jonathan.. aku ingin keluar belanja..” rengek nya lagi.


“ honey.. please jangan membantah..” jonathan menyentuh pipi istrinya.

__ADS_1


“ lagian tak ada alfred dam emil kan, mereka tak ada di sini..” jovanka mengerti kenapa dia dilarang untuk keluar rumah, musuh mereka akan mencari kesempatan jika tahu bahwa istrinya keluar dari rumah meskipun penjaga nya yang begitu ketat.


“ musuh ada di mana saja.”


“ tapi kata mu mereka tak akan bisa keluar dari tokyo jadi mereka tak akan ada di sini bukan.”


Jonathan hanya menghela nafas nya. “ baiklah belanja lah dengan para suster dan para penjaga akan mengikuti kalian.”


“ benarkah?, kamu mengijinkan aku keluar..” jonathan hanya menganggu, jovanka memeluk suami nya karena bahagia karena di perbolehkan keluar dari rumahnya.


“ tapi ingat ara.. penjaga akan ikut kalian semua nya, bahkan nanti aku akan menyuruh kris untuk menambah lagi penjaga kalian dari jarak jauh.”


“ tak masalah honey, yang terpenting aku keluar..” katanya dengan bahagia.


Jovanka tersenyum senang dan bahagia, rumah tangga nya kini nyaris sempurna, hanya menunggu satu bulan lagi bayi yang mereka rindukan akan lahir di dunia ini. Kebahagian seakan telah menjemput mereka berdua, rumah tangga yang bahagia tak pernah dia impikan sebelum nya tapi kini dia tengah bahagia mendapatkan suami yang sangat mencintai nya bahkan tetap mau menerima nya meskipun dia dari lembah hina.


***


“ nyoya kita sudah lama di sini, apa nyoya tak lelah..” seorang suster yang bicara ketika menyadari bahwa nona nyoya nya sudah sangat lama berada di dalam mall.


“ tak apa lah lama lama disini, lagian besok kita belum tentu bisa keluar lagi..” jawabnya dengan memilih baju baju kecil untuk calon anak nya.


Hampir tiga jam jovanka mengelilingi mall tersebut, belanja yang sudah dibeli mungkin sudah memenuhi mobilnya, tapi jovanka tetap enggan untuk kembali. “ nyoya sudah waktu makan siang dan meminum vitamin.”

__ADS_1


“ cari tempat makan saja..” sang suster hanya menganggu dan kembali mendorong kursi roda yang tengah di duduki nyoya besar nya. para pengawal tak jauh dari samping nyoya nya, pengawal dari jarak jauh pun juga telah berjaga disana.


Kini mereka tengah berada didalam restoran masakan jepang, jovanka dengan mengotak atik ponselnya dengan sendirian, sang suster kini telah memesankan makanan.


“ ara..” suara laki laki yang asing membuatnya menatapnya. “ kau ara benarkan?” meskipun dia di halangi oleh para penjaga tapi dia tetap ingin mendekati wanita yang tengah terduduk dengan santai.


Jovanka hanya menatapnya dengan mengingat laki laki yang telah memanggilnya dengan ara, nama lama yang sudah tergantikan tapi dia tetap memangil nya ara. “ apa kau lupa dengan ku?” katanya.


“ maaf tuan anda silahkan pergi..” usirnya.


“ ara aku yongki, adik ipar..” katanya dengan setengah berteriak, dan jovanka baru ingat bahwa laki laki yang tengah di usir oleh pengawalnya adalah adik ipar nya, adik tiri dari suami nya.



“ biarkan dia mendekat, dia adik ipar jonathan.”


“ maaf nyoya tapi kami tak ijinkan, kami tahu siapa tuan ini tapi tuan jonathan sudah berpesan untuk tidak ada yang boleh mendekati anda.”


“ tak apa.. dia adik ipar ku, jonathan tak akan marah. Biarkan dia mendekat.”


“ tapi nyoya-“


“ tak apa sungguh, biarkan dia mendekat..” sang pengawal tak bisa berkutik ketika nyoya nya sendiri memberikan ijinkan agar laki laki yang mengaku adik ipar nya mendekati dirinya.

__ADS_1


__ADS_2