
" Bos saya sudah melakukan apa yang anda katakan, sekarang apa lagi yang harus kami lakukan..." Seseorang yang datang membuat laki laki itu terdiam. Dia hanya bisa terdiam dan menimbang apalagi yang harus mereka lakukan.
" Aku suka kinerja kalian sekarang lebih cepat dari biasa nya, tapi aku kecewa karena pada akhirnya kalian tetap tak menemukan apapun di apartemen wanita itu..." Laki laki itu berbicara dengan memunggungi seseorang yang sedang melapor di sana.
" Bos maafkan kami, tapi memang tak ada apapun di sana..." Jawabnya dengan cepat karena memang mereka tak dapat menemukan apapun yang bisa membawa nya ke dalam bos nya.
" Orang yang kemarin sudah kau suruh untuk bersembunyi?" Tanyanya.
" Sudah bos, orang kemarin waktu kami giring untuk keluar dari jalan tol sudah kami bawah ke tempat aman dan kami yakin tak ada yang bisa menemukan nya..." Laki laki itu mengangguk mengerti.
" Kinerja kalian bagus, aku sudah mengirimkan kalian uang di rekening kalian. Nikmati lah bersama keluarga kalian..." Orang orang itu mengangguk senang karena bos nya akan selalu menempati janji nya dan mereka akan mendapatkan bonus yang lebih jika berhasil menjalankan misi misi nya.
" Sekarang siapa yang mengikuti wanita itu?"
" Ada yang lain yang mengikuti nya bos..." Lagi lagi bos mereka hanya mengangguk mengerti.
" Pergilah dan nikmati liburan kalian, biarkan yang lain yang bekerja. Jika aku menghubungi kalian maka kalian harus segera berada di depan ku. Kalian mengerti."
" Kami mengerti Bos Steve, kami semua permisi..." Steve hanya mengangguk, mengijinkan semua orang orang nya pergi meninggalkan apartemen nya itu.
__ADS_1
Steve kini tersenyum senang karena semua rencana nya telah berhasil. Rencana yang dia susun untuk melakukan teror serta melakukan seakan ada seseorang yang mengirim pembunuh bayaran juga sudah berhasil. Semua yang merancang kejadian yang di alami oleh Jenni kemarin adalah rencana dari Steve, laki laki yang menolong nya dari kejaran orang yang dia suruh untuk mengancam wanita itu.
Steve kini menatap keluar jendela dia dengan menatap ponsel nya memperlihatkan bahwa wanita itu kini bertemu dengan David, laki laki yang menjabat menjadi bos nya dan laki laki yang memiliki dendam pribadi dengan dirinya.
Steve kini meletakan ponsel nya dia melangkahkan kaki nya menuju kesebuah arena yang dirinya sudah di tunggu oleh bos nya dan rekan rekan nya untuk melepaskan penat untuk beberapa hari ini.
Sedangkan di restoran dingin itu kini menjadi panas karena tatapan dari wanita yang bernama Jennifer itu. Wanita yang menjalankan misi itu kini malah menatap pimpinan nya dengan tatapan sengit nya.
" Jenni kau tak apa?, kau sungguh baik baik saja bukan?" David laki laki itu yang berstatus pimpinan nya di CIA kini mulai membuka suaranya dengan tatapan penuh kekhawatiran nya. Bagaimana pun Jenni adalah salah satu wanita yang selalu sukses dalam misi misi nya beberapa tahun terakhir ini.
" Aku tak suka basa basi mu Bos..." Jawab nya ketus.
Jenni hanya tersenyum sinis ketika pimpinan nya itu bertanya seperti itu kepadanya.
" Jangan pura pura bodoh. Aku tahu kau yang mengirimkan aku teror, mengirimkan orang orang untuk membunuh ku, sekarang kau malah pura pura khawatir pada ku?, aku sungguh tak menyangka kau pandai bersandiwara, harusnya kau yang turun ke lapangan bukan aku..." Jennifer yang berkata seperti itu lagi lagi membuat pimpinan nya itu hanya menghela nafas berat nya.
" Jenni kau pikir aku tega mengirimkan seseorang untuk membunuh orang orang ku, apa yang kau pikirkan tentang aku selama ini?" David tentu saja tidak terima bawa dirinya di tuduh seperti itu.
" Jangan pura pura Sir David. Aku tahu siapa dirimu. Kau akan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan apa yang kau mau, meskipun kau harus membunuh ku. Kau pikir aku sudah menemukan yang kau cari, tapi nyatanya aku belum menemukan apapun yang kau cari."
__ADS_1
" Jaga bicara mu Jenni, aku pimpinan mu kau gak berhak menuduh ku seperti itu..." David kini meninggikan suaranya membuat wanita itu terdiam dengan senyum tipis nya.
" Pimpinan?" Jenni mengulangi kata kata itu dengan menyandarkan punggung nya ke kursi yang dia duduki. " Kau mengingatkan aku bahwa kau adalah pimpinan ku Sir David. Maafkan aku yang lancang berkata seperti itu. Dan aku siap kau keluarkan dari misi ini?" Jennifer menekan kata kata nya dengan dingin membuat David kini tak bisa berkata apa apa lagi.
David mengusap wajah nya dengan kasar ketika wanita itu tetap dengan pendirian nya.
" Jennifer aku berani bersumpah bahwa bukan aku yang melakukan hal itu semua, aku berani bersumpah demi apapun."
" Jika bukan anda siapa yang melakukannya Sir?, ah apa jangan jangan orang yang menyuruh ku untuk menghancurkan perusahan Tuan Zac?" David kini diam ketika Jennifer mengangkat laki laki yang berbicara dengan wanita itu beberapa bulan yang lalu.
" Aku yakin bukan dia?, dia berharap kau ingin bekerja sama dengan nya, jadi tak mungkin dia ingin membunuh mu?" David kini sedikit menyakinkan wanita itu agar wanita itu tak selalu menuduh semua orang ingin membunuh nya.
" Siapa dia?, aku ingin bertemu dengan nya?, aku ingin bertanya dengan nya secara langsung, kenapa dia berani mengirimkan orang orang itu pada ku?" Nada nya menggebu-gebu membuat David tak percaya bawa wanita itu benar benar marah.
" Jenni kau tak bisa bertemu dengan nya, dia orang penting jadi kita tak mungkin bisa bertemu dengan nya secara mendadak seperti ini. Di tambah kamu malah menuduh nya yang melakukan semua teror yang menimpah mu itu..." David sungguh tak ingin mempertemukan Jennifer dengan orang yang sedang membantu nya selama ini.
" Kau takut bahwa kau dan dia ketahuan bekerja sama untuk membunuh ku?" Jennifer kini menyilangkan tangan nya di dada dengan menatap pimpinan nya dengan wajah datarnya.
" Jenni sudah ku katakan berulang kali bahwa kami tak mungkin melakukan hal itu semua, kami tak mungkin ingin membunuh orang yang akan bekerja sama dengan kami. Dia sungguh berharap kau bekerja sama menghancurkan perusahan itu. Jadi tak mungkin bahwa dia atau aku yang sengaja mengirim orang orang itu seperti yang kau tuduhkan pada kami..." David masih tetap dengan ucapannya bahwa bukan dirinya atau rekan nya yang sengaja melakukan hal itu semua.
__ADS_1
" Aku hanya ingin bertemu dengan nya dan bertanya sendiri kepadanya, katakan siapa nama nya dan di mana aku bisa bertemu dengan nya?" Jennifer masih tetap mengejar itu semua dia ingin segera mengetahui siapa dalang di balik ini semua.