Wanita Nakal

Wanita Nakal
Setelah Kembali


__ADS_3

Pagi ini aku bangun tidur dengan mata yang benar benar harus aku buka, asistenku membangunkan ku dengan nada yang penuh kekhawatiran.


“ apa sih beb..” suara ku yang masih khas bangun tidur, dan aku masih benar benar mengantuk. Rasa lelahku seakan menumpuk menjadi satu di bagian tubuhku.


“ alfred berada di ruangan papa mu dari tadi.”


“ lalu kenapa, itu hal biasa yang mereka lakukan..” aku memejamkan mataku lagi.


“ astaga jovanka sayang kenapa kau polos sekali. Apa kau lupa ancaman alfred kemarin..” perkataan sang asisten membuat ku membuka mata dengan sempurna, ancaman alfred kemarin seakan terdengar lagi di telinga ku.


Aku dengan segera bangun dari tidurku, melangkah dengan tergesa gesa keluar dari kamar. Berjalan dengan cepat menuju ruangan kerja sang papa yang berada di ujung ruangan atas. Aku yang menempelkan telinga mencoba mendengar percakapan mereka tetap saja tak mendengar apapun.


“ sayang..” suara mama ku yang mengejutkan ku. aku melihat kearah sang mama dengan gugup. “ apa yang kau lakukan?” mama jeniffer menatapku dengan curiga.


“ aku.. ma apa yang alfred bicarakan dengan papa?” aku langsung bertanya.


“ ternyata kamu juga tak sabar.”


***


“ aku serius dengan jovanka om, aku ingin menikahi nya..” alfred bicara dengan serius. 



“ om setuju saja, om juga gak bisa mengambil keputusan apapun al, om serahkan semuanya pada jovanka dan kalian..” orang tua mana yang tak akan setuju jika putrinya dilamar oleh orang yang baik, memiliki pekerjaan yang mapan.


“ jovanka tentu saja setuju om, selama di negara A kemarin, kami banyak menghabiskan waktu bersama..” alfred lagi lagi berbohong bahwa mereka memiliki hubungan.


Bruak


“ omong kosong..” aku segera membuka paksa pintu ruangan kerja papa ku, karena aku mendengar bahwa alfred akan melamar ku di depan orang tua ku.



Alfred dan papa terkejut ketika aku masuk dengan sedikit marah. “ sayang kau tak sopan masuk kedalam ruangan kerja papa mu dengan marah marah..” sang papa kini mulai bicara dengan berdiri.

__ADS_1


“ lebih tak sopan mana jika ada laki laki yang ingin melamar anak kalian dengan berbohong..” aku mulai menaikan intonasi suaraku.


“ jovanka aku mencintai mu..” aku menatap alfred dengan pandangan yang sinis.


“ aku tidak..” jawab ku dengan ketus.


“ apa kau mencintai tuan jonathan, hanya kalian bertemu sekali kau sudah jatuh cinta dengannya..” perkataan alfred nampaknya membuat sang papa dan sang mama menatap ku dengan tatapan tanda tanya.


‘ sial’ batin ku.


“ jonathan siapa yang kau maksud?” sang mama kini mulai bertanyak dengan suara paniknya.


“ jonathan cristopher..” aku melihat perubahan wajah kedua orang tua ku yang begitu terkejut.


“ jovanka jelaskan ke mama..” sang mama jeniffer menguncang lengan ku dan aku menatap ke arah alfred dengan tatapan tak suka.


“ aku..-“


“ katakan jovanka..” lagi lagi alfred mulai mencari bahan untuk pertengkaran di pagi ini.


“ jovanka apa kau lupa apa yang dia lakukan padamu nak..” sang papa kini mulai bicara dengan menatapku.



“ itu hanya kesalahan pa, dan aku memaafkan hal itu. Lagian semua orang pernah salah dan dia juga sudah berjanji dia tak akan melakukannya lagi. Aku memberikan nya kesempatan kedua pa, ma..” aku berkata dengan tegas.


“ om dan tante mengenal tuan jonathan?”


“ papa gak akan memberikan mu pada jonathan, dan papa juga tak mau kau kembali padanya. Lebih baik kau menikah dengan alfred yang sudah baik dalam segala hal..” sang papa nampaknya sudah mulai mengatur hidupku.


“ kami mengenalnya, dia laki laki pertama yang melukai hati putriku..” timpalan sang mama jeniffer yang membuat aku tertawa didalam ruangan tersebut.


“ hahahaha laki laki pertama yang melukai hati ku, apa kalian yakin tahu tentang semua hidup ku..” nadaku mulai tinggi lagi, seakan semuanya tahu tentang hidupku. “ aku mencintai jonathan cristopher sangat mencintainya, bahkan dia adalah laki laki yang membuka hati ku untuk membuat sebuah komitmen lagi, sebelum aku bertemu kalian semua dia adalah orang yang ada untuk ku, kalian gak pernah tahu perjalanan hidupku..” sambung ku dengan nada tetap tinggi. “ jadi kalian gak berhak melarang aku untuk tidak berhubungan dengan nya.”


Plak

__ADS_1


Satu tamparan yang di layangkan sang mama pada ku, membuat ku menatapnya dengan marah. Orang yang seharusnya mengerti aku kini malah menamparku karena apa yang aku katakan memang benar adanya.


“ tante..” alfred yang mulai bicara.


“ jovanka mama tak bermaksud nak-“


Aku menghentikan tangan nya ketika dia ingin memeluk ku, dan aku memundurkan langkah ku. “ sebelum kalian bicara cari tahu dulu semua tentang aku, siapa aku dan bagaimana jasanya jonathan pada hidupku..” aku berlari setelah mengatahkan hal itu, meskipun sang mama nampaknya memanggil ku.


Aku masuk kedalam kamar dengan amarah yang masih belom bisa aku redah. Sang asisten nampaknya mengerti apa yang aku rasakan. Dia memberikan ponsel dan aku melihat bahwa nama jonathan tertera di sana. Aku menatapnya dengan dia hanya menganggukan kepalanya.


“ jo..” aku memanggilnya pelan, dan entah kenapa air mataku langsung menetes begitu saja.


“ sayang jangan menanggis, ada aku. Aku akan menjemputmu di sana dan menghadap ke orang tua mu. Jadi jangan menanggis oke..” jonathan adalah laki laki yang selalu bisa menenangkan aku dalam keadaan apapun, entah kenapa semua yang dia katakan selalu membuat ku tenang.



“ aku akan menunggu mu.”


“ aku akan naik pesawat pribadi sayang, jika aku naik pesawat dari sini maka aku yakin akan ada larangan. Aku tahu keluarga mu juga berkuasa, tapi untuk kali ini maafkan aku jika aku juga memakai kuasa ku.”


“ aku mohon segeralah datang jo, aku gak ingin di nikahan oleh alfred, aku tak mencintainya. Aku hanya mencintai dirimu” air mataku kembali menetes.


“ tenanglah, jalankan hari hari mu seperti biasa. Aku akan segera kesana dan menghadap orang tua mu. Kau hanya miliki dan aku hanya milikmu tak akan ku biarkan ada orang yang mengambil kamu dari sisi ku.”


“ segeralah datang..” aku bicara dengan tetap menanggis meskipun jonathan bisa menangkan aku. Tapi air mata ini tak mau berhenti.


Aku yang segera berangkat ke studio untuk melakukan pemotretan bersama alfred. Aku tak mengatahkan apapun padanya, bahkan satu mobil dengan nya pun aku tak mau, aku enggan melihat dirinya. Alfred laki laki yang egois dia mau menikahi ku sedangkan aku tak mencintai dia sama sekali.


_____


Tinggalkan jejak dulu yuk


Like komen dan vote dulu yuk


Kasih hadiah dong kopi dan bunga juga boleh kok

__ADS_1


makasih banyak salam cium dari author, salam peluk jauh 😘🤗


__ADS_2