
" Nona selamat datang kembali..." Suhu Chalista kini menyambut kedatangan Val yang baru datang ke tempat di mana dia harus berlatih.
" Aku terlambat bukan?" Tanyanya.
" Tidak nona..." Suhu itu bersikap sangat sopan, bagaimana dia tak sopan dia tahu sedang berhadapan dengan kekasihnya siapa.
Kini Valarie dengan cepat menganti pakaian nya lagi yang serba putih, rambut panjang nya di kuncir ke atas hingga memperlihatkan lehernya yang jenjang dan putih mulus.
Kini mereka melakukan pemanasan sebelum akhirnya melakukan apa yang harus di pelajari oleh wanita cantik yang juga berambisi ingin mempelajari semua teknik Kung Fu yang menurutnya sangat susah.
" Apa seperti ini?" Valarie kini mulai memasang kuda kuda nya, menyiapkan kaki nya dengan tegas.
" iya benar nona, ini adalah Horse Stances yang artinya adalah penunggang kuda..." Chalista memperlihatkan gerakan nya yang muda untuk di tiru oleh wanita itu. Valarie menekuk lututnya sekitar 30 derajat dan melebarkan kakinya yang sedikit lebar dari bahu dan Valarie juga harus mengepalkan tangan nya menghadap ke atas.
" Nona punggungnya harus seimbang dan jangan sampai bengkok, tetaplah meluruskan punggungnya agar seperti anda menaiki kuda..." Valarie mengangguk mengerti, teknik yang kelihatanya muda tapi nyatanya membuat wanita cantik itu kesusahan. Dia harus fokus dengan kaki, tangan serta punggung nya juga.
Chalista dan Valarie hari ini mempelajari banyak kuda kuda yang harus di kuasai oleh seorang pemula yang akan belajar Kung Fu untuk sendiri.
" Apa nona lelah?, apa saya terlalu keras melatih anda?" Sebuah pertanyaan yang tiba tiba menyasar wanita itu ketika mereka selesai berlatih.
" Tidak Suhu, aku suka jika anda keras pada saya..." Wanita itu tersenyum manis ketika suhunya tiba tiba menanyakan hal itu kepadanya.
" Maafkan saya nona, terkadang saya tak menyadari jika saya keras, lain kali jika saya keras tolong beri tahu saya?"
" Tidak Suhu, jangan seperti itu pada saya. Saya di sini adalah murid anda jadi jangan sungkan kepada ku."
Obrolan mereka terhenti ketika sebuah anjing mendekati mereka dengan menggesekkan bulunya kepada tubuh Valarie dengan sengaja.
" Hai.. astaga ini menggelikan sekali...." Valarie tertawa keras ketika anjing itu semakin menjilat* kulitnya dengan lembut.
" Gosh hentikan, kau membuat nona Val geli..." Chalista ingin menghentikan aksi anjing besar itu tapi tak bisa semakin dia melarangnya semakin membuat anjing itu mengelilingi tubuh Valarie yang seakan ingin bermain bersama dengan nya.
" Siapa nama nya tadi?"
__ADS_1
" Gosh, dia seperti hantu jika sudah bekerja nona, dia anjing pelacak kami yang kerjanya sangat lihai dan tak akan mengecewakan kami. Tuan Singa sangat menyayangi nya."
" Singa?" Valarie untuk kedua kalinya mendengar nama itu, tapi dia belum tahu seperti apa orang nya yang bernama singa itu.
" Nona jangan bertanya kepada siapa singa itu?, dan seperti apa orangnya?, karena saya tak akan menjawab pertanyaan itu..." Chalista segera mengatakan apa yang ingin di tanyakan oleh wanita yang ada di sebelahnya ini.
Valarie yang ingin bertanya akhirnya dia mengurungkan niatnya, dia kini kembali mengelus leher anjing itu, anjing itu langsung terduduk di depan nya ketika tangan nya mengelus lembut leher bawahnya dengan lembut.
" Gosh jangan ganggu tamu kita, ayo pergi..." Seorang laki laki yang tegap menghampiri mereka.
" Tak apa tuan, dia tak menganggu ku."
" Maafkan saya nona, tapi ini pertama kalinya Gosh menyukai orang baru, biasanya dia akan menggigit jika ada orang baru."
" Benarkah?" Valarie menatap anjing itu, dan anjing itu tiba tiba mengeluarkan aungan nya sebentar tanda di menjawab perkataan dari laki laki itu. " Kau pintar sekali Gosh?" Katanya dengan mencium anjing itu dengan gemas nya.
" Nona ini sudah sore sebaiknya kita sudahi latihan ini, nyonya Jovanka mengatakan bahwa anda tak boleh terlalu lama berlatih agar kekasih anda tak mencurigai sesuatu."
" Baiklah, kalau begitu aku harus kembali..." Valarie dengan cepat menganti pakaiannya kembali dan meninggalkan tempat itu dengan bersama ke dua pengawalnya.
" Jangan katakan pada siapapun, ini rahasia kita..." Valarie mengatakan kepada kedua pengawalnya ketika mereka berada di dalam mobil perjalanan akan pulang.
Kedua pengawal tadi sebenarnya sempat terkejut bahwa nona nya menunjukan sebuah alamat yang akan mereka tuju, tapi kemudian mereka mengetahui bahwa nyoya besar nya yang memberi tahu tempat itu. Dan mereka juga di beri tahu untuk tak ada yang boleh tahu bahwa nona Valarie tahu tempat latihan itu.
Sedangkan di perusahan Zac tengah tersenyum lebar karena rencana nya itu berhasil, dia berhasil membuat bangkrut laki laki yang bernama Aiden Jakson itu. Dari tadi senyumnya mengembang dia bisa membayangkan bagaimana wajah dari laki laki itu, dia tahu bahwa restoran itu yang mengangkat nama nya masuk ke dalam jajaran pebisnis sukses di tahun ini.
" Kerja mereka benar benar hebat Steve..." Pujinya dengan tersenyum bangga.
" Benar tuan, saya sudah memberikan mereka cuan yang pantas untuk mereka dan sekarang mereka bersembunyi."
" Berikan keluarga nya hadiah aku ingin merayakan kehancuran laki laki itu..." Katanya dengan senang, hari ini dia bahagia telah menghancurkan usaha yang dia bangga bangga kan.
" Yang satu nya bagaimana Steve?"
" Sudah selesai tuan, sekali tepuk dua lalat tertangkap..." Zac hanya mengangguk senang, hari ini dia mendapatkan kabar yang sangat menyenangkan hati nya.
__ADS_1
" Aku bisa bayangkan bagaimana di terpuruk setelah kehilangan jantung usahanya, hahahaha..." Tawanya menggelegar di ruangan kerja itu. Tawa yang renyah membuat semua orang merinding mendengarnya. " Ini hanya awalnya Steve, setelah ini kita akan lihat hancurnya mereka..." Sambungnya dengan menyandarkan punggung nya.
" Benar tuan, saya juga sudah menyiapkan kejutan lagi setelah ini."
" Jangan sekarang Steve, biarkan beberapa hari lagi, jangan jadi orang yang kejam..." Katanya dengan sisa tawanya.
Kini mereka menikmati penderitaan dari laki laki yang bernama Aiden itu, dia juga menikmati penderitaan Abhi yang telah di berhentikan sementara dari tugas nya dari pimpinan kriminal itu. Steve melakukan tugas nya dengan apik, semua orang orang nya patut di acungi jempol ketika apa yang harus mereka lakukan berhasil tanpa ada sisa. Semua berita menayangkan kebakaran yang menghabiskan restoran itu tanpa ada sisa sama sekali.
Zac malam ini sudah berada di sebuah restoran privat, dia sengaja memboking restoran itu hanya untuk dia bertemu seseorang. Waktu yang dia tunggu tunggu akhirnya datang juga, semua pengawal telah siap di posisi mereka masing masing. Sniper handal juga telah di posisinya mereka, Zac sebenarnya tak perlu hal hal ini tapi untuk menjaga agar semuanya aman Steve harus melakukan hal itu.
Laki laki datang dengan wajah garang nya, para pengawal dari Zac kini menghadangnya, memeriksa nya dengan teliti. Para pengawal itu menatap tajam ke arah laki laki itu ketika mereka menemukan sebuah pisau kecil di saku ku.
" Kau pikir kami bodoh..." Ucap Steve dengan sinis. Laki laki itu hanya mengumpat dalam hati , dia tak tahu jika akan seketat ini.
Laki laki itu di bawah masuk ke tempat di mana bos mereka telah menunggu lama. Pintu terbuka menampakan laki laki gondrong itu tersenyum misterius di dalam sana.
" Selamat datang kakak ipar..." Katanya dengan tersenyum misterius.
" Aku tak sudi kau panggil kakak ipar..." Jawabnya dengan ketus.
Bersambung besok ya mak 🤗
...🌹...
Bakal ada gunung meletus deh kalau mereka bertemu secara rahasia seperti ini mak 😂😂 kalian pada jago yang mana hayo 😂😂😂
Mince minta doa nya untuk kesembuhan bocil ya mak 🤭
Bantu promosi dong 😁
Ini nomer mince ya mak 081324594302 kalian hubungi mince, kita ngehalu sama sama mak 😂 kalian jika mau hubungi mince pakai sandi ya mak, jawab pertanyaan mince.
Siapa nama abang mince yang masih ada darah sepupu dengan Jonathan Cristopher?, itu sandi nya para mak mak yang tahu.
Ramaikan like dan komentar yuk mak, Vote sudah masuk hari ini ya mak dan hadiah juga sudah mulai masuk ya mak 😁 Beri pelindung juga boleh kok mak 🙏
__ADS_1
Kasih tahu satu kampung suruh mampir di lembaran ini 🙏🙏
Makasih ya mak 🙏🙏💋💋