Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Season2_ Marah


__ADS_3

Satu jam, dua jam, sang dokter tak memberikan kabar apapun kepada Alex yang begitu panik menunggu kabar dari dokter yang masih di dalam.


" Kenapa dokter nya sangat lama..." Alex hanya mondar mandir di sana.


" Lu tenang bro, dokter sedang berjuang untuk istri dan anak lu..." Zac menyentuh pundak teman nya agar teman nya bisa lebih bersabar.


Alex kembali duduk di sana dengan rasa yang sedih menyelimuti hati nya.


Sedangkan Chelsea dengan rasa senang nya kembali ke hotel tempat dia menginap dengan Aneth.


" Kau dari mana?, kenapa wajah mu senang seperti itu?" Aneth langsung mencecar pertanyaan kepada wanita yang baru masuk ke kamar hotel Aneth.


" Aku dari taman?" Jawab nya dengan duduk di sofa.


" Apa kau bertemu laki laki tampan hingga kau senang?" Aneth mengernyitkan kening nya.


" Ibu kau tahu, aku hari ini senang karena aku sebentar lagi menjadi istri kedua Alex..." Kata nya dengan sumringah.


Aneth tak percaya dengan apa yang di katakan wanita ini, Tapi Aneth yakin dia pasti selesai melakukan sesuatu.


" Apa yang kau lakukan hingga kau yakin seperti itu?"


" Kau tahu bu, aku bertemu Cla di taman, dan aku membuat nya jatuh, dan aku yakin dia dan anak nya akan mati..." Ucapan nya dengan berdiri membuat Aneth terpaku terkejut.


Plak Plak !! Dua tamparan dengan keras membuat Chelsea terjatuh langsung ke kursi.


" Kau melakukan apa?, apa yang kau lakukan kepada mereka ha..." Aneth berteriak dengan sedikit menjambak rambut panjang Chelsea.

__ADS_1


" Auw.. bu.. lepaskan..." Dia memegang tangan Aneth yang berada di rambut nya.


" Kau..." Aneth melepaskan tangan nya pada rambut wanita itu.


" Apa kamu gila, menampar ku dan Menjambak ku dengan kencang..." Chelsea mengelus kepala nya yang terasa sakit oleh tarikan tadi.


Plak ! lagi lagi tamparan itu di layangkan oleh wanita tua tersebut. Chelsea kini kembali ingin membalas wanita tua tersebut, tapi Aneth dengan sigap menahan tangan wanita itu, dan mendorong Chelsea dengan kuat hingga membuat tubuh nya lagi lagi terhuyung ke belakang.


" Aku bisa melakukan apa saja yang tak pernah kau pikirkan..." Kata nya dengan tatapan sinis.


" Dasar jala*g breng*sek.. kau yang harus nya mati..." Kata nya dengan menatap tajam ke arah Chelsea yang terdiam meringkuk ketakutan karena melihat wanita tua itu marah.


Sedangkan di rumah sakit Alex terpaku terkejut ketika mendengar apa yang di katakan sang dokter, dengan derai air mata dia tak menyangka bahwa ini semua terjadi.


" Maafkan kami Tuan, tapi kami sudah berusaha menolong calon anak anda, tapi seperti nya Tuhan lebih menyayangi nya..." Sang dokter mengatakan sekali lagi.


" Nyonya masih belum sadar, Kalian bisa melihat nya, kalau begitu saya permisi."


" Terima kasih dokter..." Jonathan kini yang menimpali nya.


" Yang sabar bro, lu harus kuat..." Zac hanya bisa mengatakan itu sebagai penguat teman nya.


" Anak ku..." Air mata nya lagi lagi menetes di pipi nya.


" Yang sabar Alex, lu harus kuat. Alinna juga sama terpukul nya, lu harus bisa menenangkan nya..." Perkataan Jonathan membuat mata Alex menatap ke arah nya.


" Istri ku..." Alex berdiri, sedikit berlari ke ruangan nya, mencari istri nya.

__ADS_1


Alex menangkap istri nya yang masih memejamkan mata nya, dengan selang infus di tangan nya. Dia mendekat dengan pelan, memegang tangan istri nya dengan lembut, mencium nya dengan lembut dengan air mata yang terjatuh ke tangan istri nya.


" Sayang maafkan aku.. jika aku tidak meninggalkan mu, maka ini tidak terjadi..." Alex masih ingat betul senyuman istri nya ketika mengatakan ingin segera melihat anak nya lahir ke dunia, tapi khayalan itu sekarang tinggal bayangan saja.


" Tenangkan hati mu bro..." Zac menyentuh lengan teman nya dengan lembut.


Alex berdiri menatap Zac dengan tatapan penuh kemarahan. Baru pertama kali nya Alex seperti ini.


" Temukan dia, apapun yang terjadi temuan dia, aki ingin dia bertanggung jawab dengan apa yang dia perbuat kepada istri dan anak ku."


" Aku akan menemukan nya..." Zac menjawab nya dengan menyakinkan. " Sebaik nya sekarang tenangkan hati mu, agar Alinna juga kuat. Masalah wanita itu serahkan pada ku..." Sambung nya.


" Terima kasih..." Alex kembali duduk di kursi dengan menatap istri nya.


Sedangkan Jonathan kini sibuk dengan pemakan calon anak dari teman nya yang sudah meninggal. Jonathan dengan cepat mengurus semua nya. Zac dengan cepat menyebarkan orang orang nya agar cepat menemukan wanita yang membuat kekacauan.


🌼🌼🌼


Teman yang solid akan saling membantu dalam hal apapun ya mak, bukan hanya yang ada pas kita memiliki semua nya, dan pergi di saat kita tak punya apa apa 🀭


Karena kehidupan itu seperti roda berputar, kadang kita di atas, kadang kita di bawah. Di saat kita di bawah kita akan tahu mana teman yang tulus dan mana teman yang hanya memanfaatkan kita saja 😁


Pertemanan yang sejati itu akan selalu awet jika kita saling mendukung, saling ada di saat teman membutuhkan, bukan hanya teman yang di saat kita di atas dan pergi saat kita terjatuh 😁


Ramaikan like dan komentar dulu yuk 😁 Vote dan hadiah nya juga boleh kok 🀭


naik lagi yuk 😁 kasih tahu satu kampung yu, satu indonesia, satu negara untuk baca novel ini 😁😁

__ADS_1


Makasih πŸ€—πŸ˜πŸ˜—


__ADS_2