
Semua orang yang ada di sana tidak ada yang tahu kenapa Maria bisa menjadi saksi pertama yang mereka keluarkan. Kedua kakaknya kini saling bertatapan dengan tanda tanya kapan mereka bertemu dan bagaimana bisa Maria kini malah berbalik menyerang.
Senyum kecut dari Maria kini dapat di lihat jelas oleh semua orang yang ada di sana. Bahkan senyuman yang di berikan ketika menatap Peter adalah senyum yang penuh dengan ejekan dan hinaan yang nyata.
Mata Maria seakan mengatakan bahwa dia siap melihat kehancuran dari keluarga Peter yang sudah menghancurkan dia dan mendiang ibunya.
" Kau siap menjadi saksi di keluarga mu?" Penuntut umum kini bertanya dengan pelan ketika Maria kini menatap datar.
" Saya siap bahkan sangat siap menjadi saksi dari Tuan Peter yang terhormat..." Katanya dengan tersenyum.
Hans kini melihat ke arah Peter seakan dia ingin bertanya siapa gadis yang di jadikan saksi itu, dia tak pernah melihat saksi utama yang di keluarkan oleh mereka. Bahkan benak Hans seakan bertanya berulang kali tapi dia tetap tak tahu siapa gadis kecil itu.
" Perkenalkan diri anda Nona, agar semua orang yang ada di sini tahu anda."
Maria kini menghela nafasnya dengan lembut sebelum akhirnya dia membuka suaranya.
" Saya adalah Maria adik kandung dari menantu nya Tuan Peter, Adriano. Saya dan Adriano adalah kakak beradik, lahir dengan ibu yang sama, di besarkan di gubuk yang sama..." Maria menekan katanya dengan sinis.
" Jadi anda adalah adik dari menantu Tuan Peter. Jika anda adalah adik dari Adriano anda mengenal betul keluarga Tuan Peter. Menurut anda apakah Tuan Peter bisa membunuh sahabatnya hanya demi harta, dan apakah anda selama ini tinggal satu atap atau pernah sekedar menginap di rumah nya?"
" Saya rasa Tuan Peter bisa membunuh sahabatnya hanya untuk mengambil hartanya, buktinya dia dan anak kesayangannya bisa membunuh ibu ku."
" Tidak, saya dan Ayah saya tidak membunuh ibu mertua saya. Jika kami membunuh ibu mertua saya mana mungkin suami saya masih di sini bersama saya..." Anna yang tidak terima kini berteriak secara langsung, dia tak peduli jika semua orang menatapnya.
" Tapi saya memiliki bukti Tuan..." Jawab Maria dengan tenang.
__ADS_1
" Bukti dia palsu jangan percaya..." Anna histeris berteriak di sana.
" Maria tak ku sangka kau menyerang kakak mu seperti ini..." Adriano kini juga kembali menyerang Maria dengan menekan kata katanya.
" Tenang.. tenang.. tenang.. silahkan berikan bukti kepada penuntut umum..." Hakim kini menunggu bukti apalagi yang di bawah oleh mereka.
" Keberatan yang mulia, bagaimana bisa kasus ini menjalar ke mana mana. Kematian dari ibu dari Nona Maria tidak ada kaitannya dari kasus klien saya..." Violet kini bersuara tentang keberatannya karena dia pikir kasus ini tak ada kaitannya.
" Ada yang Mulia, kita bisa melihat seperti apa karakter dari Taun Peter. Jika Tuan Peter memang menyayangi keluarganya dan tidak mementingkan hartanya seperti yang mereka katakan, maka semua fakta fakta tentang pembunuhan Tuan Yun akan kita ketahui. Apakah benar Tuan Peter tidak membunuh Tuan Yun atau memang membunuhnya hanya karena hartanya. Jika seorang tidak mementingkan keluarga bagaimana bisa orang lebih menghargai ikatan persahabatan..." Albert yang menjadi penuntut umum kini berkata dengan menatap ke arah Violet yang juga menatapnya.
" Tapi yang Mulia ini bedah kasus dari tuntunan mereka kepada klien kami..." Violet tetap mengatakan keberatannya.
" Yang Mulia anda bisa membaca semua copy chat yang saya berikan, anda bisa membaca dulu lalu bisa putuskan tentang keberatan dari pengacara Tuan Peter..." Albert bahkan tak ada senyum senyumnya sama sekali dia tetap menatap datar ke arah wanita itu.
" Keberatan kami tolak karena chat itu memang menunjukan bahwa Tuan Peter dan anaknya menginginkan ibu dari saksi meninggal..." Hakim mengatakan yang tidak bisa di bantah.
" Maaf yang mulia chat apa yang anda katakan, saya dan putri saya tidak pernah saling chat untuk mengatakan hal itu..." Sangkal Peter.
" Anda lihat di monitor di sana akan ada copy chat anda dengan putri anda."
Peter dan semua orang yang ada di sana kini hanya bisa menatap ke arah layar yang besar di depan, semua isi chat nya kini terpampang jelas di sana.
Princess Anna
Ayah aku merasa kesal dengan Adriano, tadi dia di hubungi oleh ibunya yang miskin itu, ibunya meminta uang untuk di belikan obat kepadanya, aku menolaknya. Tapi Adriano malah marah marah kepada ku. Jika Ayah ada di sini dia tidak akan berani berbuat seperti itu kepada ku.
__ADS_1
Ayah Kesayangan
Anna kau handle masalah itu saja tidak becus. Suamimu itu tidak akan berani macam macam, Ayah yakin. Dia tidak akan mau kembali di dunia nya yang miskin.
Princess Anna
Ayah ibunya dari Adriano meninggal, dan Adriano menyalahkan aku. Cepatlah pulang aku tidak suka dengan sikap Adriano yang membela ibunya yang miskin itu.
Ayah Kesayangan
Biarkan wanita miskin itu meninggal, jika dia meninggal dia tidak akan meminta uang lagi kepada kita. Yang menjadi urusan mu adalah adiknya yang bernama Maria, jika perlu jual dia agar kita juga bisa mendapatkan uang yang banyak dari adiknya Adriano. Ayah rasa Maria cantik jika di jual pun harganya akan tinggi.
Deg!! deg!! jantung mereka kini tak beraturan mereka bergetar ketika melihat chat copy yang di berikan oleh saksi pertama yaitu Maria adik kandungnya sendiri.
" Nona Maria bisa katakan kepada kita semua dari mana anda mendapatkan copy chat tersebut."
" Waktu itu saya mengecek ponsel dari Anna-"
" Yang Mulia saya tidak terima jika dia memeriksa privasi saya tanpa seizin saya, sama saja dia membuka mengambil data pribadi saya. Saya akan menuntutnya atas pengambilan data data pribadi saya..." Teriak Anna lagi dengan tidak terima.
" Apa anda tidak tahu, bahwa saksi di perbolehkan dan di sahkan jika di bertindak mencari bukti bukti yang ingin dia tunjukan di pengadilan. Dan Nona Maria ada di bawah perlindungan pengadilan karena Nona Maria adalah saksi pertama kami yang membawa bukti yang menunjukan karakter keluarga kalian..." Ucap Albert dengan tenang dan benar Maria di lindungi oleh pengadilan.
" Brengse* kau menipu kami, kau tinggal di rumah kami untuk mencari bukti bukti."
" Sekali lagi anda berkata kasar maka pengadilan tidak segan untuk memasukan anda ke dalam penjara..." Hakim kini langsung meninggikan suaranya ketika mendengar Anna mengumpat dengan kasar. " Lanjutkan..." Sambungnya kepada penuntut umum.
__ADS_1