
Pagi ini Maria menggeliatkan tubuhnya, tubuhnya kini terasa lelah, matanya kini terbuka dengan pelan ketika cahaya mentari mengenai kelopak mata gadis cantik tersebut. Maria kini membuka matanya dengan sempurna dia, dia merasakan hawa dingin yang seakan masuk mengenai kulit kulit nya. Maria menarik selimut tebal itu. Tapi seakan udara pagi ini sungguh menyiksa kulit kulitnya.
" Selamat pagi..." Sapaan dari seorang laki laki yang kini secara tiba tiba melingkarkan tangan nya di pinggang gadis itu.
Maria gugup bukan main, bahkan jantungnya berdetak tak karuan, bulu tipis itu seakan terangkat merinding ketika sapaan lembut yang begitu hangat di sekitar lehernya.
" Selamat pagi..." Jawabnya dengan gugup. Kali ini kegugupan itu tak bisa ia sembunyikan. Dia benar benar gugup bukan main ketika tangan itu sengaja melingkar di pinggangnya serta hembusan nafas itu begitu dekat dengan lehernya.
" Ehh kau gugup?" Andre kini tersenyum tipis di balik punggung gadis itu.
" Om Andre bisakah kau tak menggoda ku?, apa kau belum puas menggoda semalam?" Maria kini di buat kesal karena laki laki yang ada di belakangnya kini seakan tak ada puasnya untuk menggoda dirinya.
" Aku tidak menggoda mu, aku hanya bertanya. Apa aku salah bertanya kepada mu?" Andre tetap tak ingin mengalah dia tetap dengan gaya nya yang selalu suka menggoda gadis yang kini sedang menahan rasa malunya serta rasa gugupnya itu.
" Om Andre kau tahu aku malu dan gugup kau puas sekarang..." Jawabnya dengan ketus.
Andre kini malah tersenyum tipis dia tahu bahwa gadis itu mungkin saat ini sudah memerah seperti tomat rebus. Andre kini malah mendekap erat tubuh gadis itu membuat sang gadis malah sedikit tersenyum tipis.
" Kau tahu kau gadis pertama yang membuat aku hampir kehilangan akal sehat karena kau berani menghina ku di depan teman teman yang lain. Kemarin sewaktu aku menjalankan misi kita yang selanjutnya yang ada di pikiran ku hanya bagaimana caranya untuk membuktikan kepada mu keperkasaan ku tanpa harus melakukan nya, tapi kau wanita nakal yang tak bisa untuk tak di tunjukan bagaimana keperkasaan adik bawah ku..." Andre kini menggigit pelan leher gadis itu.
Maria melenguh memejamkan matanya menikmati sentuhan yang begitu sayang untuk di tolak. Maria kini membalikan tubuhnya menatap laki laki itu, senyumnya bahkan terlihat begitu jelas.
" Dengar Om Andre sayang, kau tahu aku bukan gadis polos yang bodoh. Jika aku ingin melihat keperkasaan mu maka aku akan siap melakukan nya bukan?, harusnya kau tahu aku bukan gadis yang asal bicara. Atau jangan jangan kau menyesal menunjukannya?"
__ADS_1
" Tentu saja tidak, bagaimana aku menyesal. Kau gadis pertama yang membuat aku memikirkan mu dalam seharian ini. Kau tahu kau gadis yang cukup berani. Maria jangan lakukan hal itu dengan laki laki lain, kau tahu itu?" Tangan nya kini menyentuh pipi gadis itu, mengelusnya dengan lembut.
" Kenapa jika aku ingin melakukannya dengan laki laki lain?, aku tentu saja ingin melakukan dengan anak muda. Aku akan membandingkan keperkasaan aki aki tua seperti mu dengan anak muda."
" Jangan macam macam Maria, kau tak akan ku izinkan..." Ucapnya dengan tegas.
" Maka aku tak akan meminta izin kepada mu..." Maria kini tertawa ketika melihat mata Andre yang begitu melotot secara langsung ketika mendengar apa yang di katakan oleh dirinya.
" Sepertinya bibir mu itu perlu aku hukum hem..." Maria yang ingin menghindar kini malah tak bisa ketika dengan cepat Andre menyerang bibir itu.
Meluma* nya dengan pelan, menggigi* nya agar bibir itu terbuka. Andre tak menyia-nyiakan kesempatan ketika bibir itu terbuka. Maria kini tentu saja membalas ciuman itu. Ciuman yang awalnya hanya pelan kini menjadi cumbuan yang begitu menginginkan sesuatu untuk du tuntaskan. Maria kini melenguh ketika sentuhan nyata itu kembali dia rasakan, tangan itu kini sudah berkeliaran di tubuh polos nya.
Tok!! Tok!! ketukan pintu itu tak mampu membuat kedua insan itu menyudahi cumbuan tersebut. Andre dan Maria yang terbawa suasana kini seakan tak mendengar suara ketukan pintu tersebut. Andre kini semakin memperdalam ciuman itu hingga membuat Maria benar benar menikmati sentuhan yang begitu dia dambakan.
" Astaga siapa yang menganggu, apa tak ada yang tahu kalau aku pagi ini sedang On..." Umpat Andre yang begitu kesal karena aktifitasnya di ganggu.
Tok!! Tok!! Gedoran itu kini kembali terdengar begitu memaksa, seakan orang yang ada di luar pintu itu sangat memaksa.
" Iya tunggu..." Andre kini turun dari kasurnya, memakai celana pendeknya dengan segera, raut wajahnya kini seakan tak bersahabat, dia harus menahan sesuatu yang tak bisa dia tahan sebenarnya. " Sial..." Umpatnya lagi.
Maria kini tertawa pelan ketika melihat laki laki bertato itu menahan hasrat yang hampir memuncak tersebut. Maria kini membenarkan selimut yang tadi terbuka oleh tangan laki laki yang kini berjalan menuju ke arah pintu.
" Jika tidak penting awas saja, aku akan menghajarnya..." Katanya kembali dengan membuka pintu yang sudah di gedor secara paksa tersebut.
__ADS_1
Ceklek!! Andre yang membuka pintu itu kini langsung di sambut dengan tatapan tajam dari orang yang ada di depan nya itu. Andre kini malah menatapnya dengan tatapan datarnya.
" Kalian sedang apa he?, apa kau tuli tak membuka pintu dari tadi?, aku sudah bosan menunggu mu di sini..." Ucap nya dengan sinis dan ketus.
" Kau tahu ini masih pagi, dan kami masih tidur kau pikir kami sedang apa he?" Andre kini melipatkan tangan di dada nya, menyandarkan lengan nya di pintu yang setengah di buka tersebut.
" Kau yakin hanya tidur he?" Orang itu kini mengangkat alisnya tak percaya dia tak percaya bahwa laki laki itu hanya tertidur. " Raut wajahmu tak sedang tidur Tuan, jadi jangan berbohong jika kau tidur."
Andre hanya mengangkat kedua bahunya acuh, dia tak ingin ambil pusing dengan apa yang di katakan oleh orang yang ada di depannya itu.
" Ingat aku harus tentukan pilihanmu jika kau menyentuh gadis polos itu..." Tunjuk nya dengan sungguh sungguh.
" Aku tahu dan aku sudah menentukan pilihan..." Jawabnya dengan tenang. " Untuk apa Suhu datang kemari sepagi ini hingga mengangguk aktifitas kami?"
" Si Bos menunggu mu di ruangan nya, Albert akan meluncurkan kembali kejutan kepada mereka."
" Aku akan datang lima menit lagi..." Suhu itu kini mengangguk dan dia meninggalkan tempat itu dengan segera.
Andre dengan cepat menutup pintunya, dia menatap gadis itu yang masih berada di atas kasurnya.
" Bersiaplah karena bos akan meluncurkan serangan awal nya hari ini."
" Baiklah."
__ADS_1
" Aku akan mandi dulu..." Maria kembali mengangguk pelan dan Andre dengan segera masuk ke dalam kamar mandinya.