
Pov jonathan cristopher
Aku menatap layar ponselku yang ada foto kekasih ku, arabella amelia adalah nama kekasih ku saat ini. Entah kenapa jantung ku selalu berdegup kencang ketika hanya menginggat wajahnya, nafas ku seakan berhenti ketika melihat dia marah pada ku. apa mungkin aku sudah jatuh cinta lagi.
Tapi kenyamanan yang aku rasakan selama ini, aku merasakan rasa yang berbedah ketika bersamanya atau bersama emil dulu. Pagi itu aku harus pergi kenegara C, awalnya aku ingin mengajaknya karna aku takut dia akan pergi jauh lagi seperti dulu.
Tapi karna alasannya akhirnya aku meninggalkan nya dan dia memilih untuk ketempat panti asuhannya yang selama ini ia tinggali. Aku merasa iba dengan wanita yang aku cintai.
Dia dibuang oleh keluarga nya dan dia juga dibuang oleh mantan suaminya. Hingga aku memutuskan untuk tidak meninggalkan nya apapun yang terjadi.
Aku jatuh cinta pada nya, aku menyanyanginya lebih dari nyawa ku sendiri. Pernikahan yang selalu aku tawarkan selalu dibantah olehnya. Dengan alasan ia tak ingin memiliki sebuah komitmen lagi.
Malam ini aku di sebuah club malam, disalah satu kota C, club yang cukup terkenal dinegara ini. Tempat yang bagus banyak tamu yang datang, aku dan hans disini untuk bertemu dengan seseorang yang akan bekerja sama dengan kami, istilah mereka menjamu malam kami.
“ silahkan kalian baca, ini kontrak yang kami ajukan pada perusahan anda..” hans memberikan sebuah dokumen yang telah kami pelajari kontraknya.
“ kami akan membacanya tuan hans..” mereka menjawab dengan juga tersenyum.
Aku merasa risih ketika ada dua wanita yang berpakaian mini duduk disebelahku dengan mencoba mengoda ku, entah kenapa aku tak tertarik dengan wanita wanita yang ada di samping ku saat ini.
Tangannya mencoba masuk kedalam jas ku, dan aku mencekalnya. “ singkirkan tangan mu..” kata ku dengan pelan.
“ apa tuan tak tergoda dengan kami?, kami bisa memuaskan anda malam ini..” bisik salah satu mereka dengan menggigit pelan telingga jonathan.
Bahkan hal itu tak bisa membangkitkan gairah ku malam ini, aku bertambah kesal dengan tingkah kedua wanita yang seperti cacing kepanasan.
“ jangan mengodaku nona, karna aku tak tergoda..” aku bicara dengan tetap pelan dan masih bisa didengar oleh kedua wanita yang sedang mengodaku.
“ apa anda yakin tuan, anda tak ingin mencobanya sedikit saja..” gerakan wanita ini bertambah berani, ia bahkan berani menyentuh sesuatu yang tertidur dari tadi.
__ADS_1
“ kau..” aku sedikit membentah mereka, hingga membuat semua orang disana menatapku. “ hans singkirkan mereka berdua..” sambungku dan di angguki oleh hans.
Tak butuh lama hans menyuruh mereka pergi, meskipun dengan rasa kesal mereka pergi dan itu membuat ku lega. Aku tak memiliki gairah lagi dengan wanita lain. Yang aku inginkan hanya ara, kekasihku. Konyol sekali jika aku tak bergairah dengan wanita lain. Aku akan menuntaskan semuanya jika aku sudah pulang.
“ jangan kalian mencoba mejamu ku dengan wanita wanita seperti itu lagi, kali ini aku maafkan tapi tidak dengan lain hari..” aku menegaskan pada clien ku yang ketakutan menatapku.
“ maafkan kami tuan.”
Setelah pertemuan tadi kami sudah kembali kekamar hotel kami, aku yang membayangkan wajah ara tersenyum pada ku, membangkitkan sesuatu yang dari tadi tertidur dengan nyamannya.
“ shit hanya membayangkan senyumannya bisa membuat ku one..” aku segera masuk kedalam kamar mandi, menuntaskan dengan tangan ku sendiri dengan membayangkan tubuh ara yang dan memutar kembali suara desah*** nya, membuat ku dengab cepat mengeluarkannya. “ damn, lain kali aku harus membawah mu sayang..” sambungnya dengan menghidupan shower diatas kepalanya.
Sang penjaga ara yang dari tadi menghubungiku segera aku angkat karna pikiran ku sedang tak tenang. “ apa?” aku terkejut mendengar laporan mereka, bahwa emil menemuinya dan mereka seperti bertengkar. “ apa yang dia lihat?”
“ kau awasi kekasih ku, jika dia kabur. Kalian akan mati ditangan ku, aku akan pulang segera..” sambungnya lagi dan segera mengakhiri panggilan tersebut.
Aku segera menghubungi ara tapi tak ada jawaban sama sekali, aku yakin dia marah pada ku. “ shit..” umpatku.
Aku memintak hans untuk segera pulang karna pikiran ku hari ini sungguh kacau, pikiran ku hanya tertujuh pada wanitanya ku yang sedang marah padaku.
Pov arabella amelia
Aku mencoba tak menanggis ketika aku melihat vidio tadi, vidio yang melihatkan bahwa jonathan sedang bersama dua wanita yang mengodanya, aku yakin jonathan tak akan bisa tahan dengan godaan tersebut.
Ara mematikan ponselnya, aku butuh tenang, hatiku bergemuruh marah, keputusan semalam seakan tak berguna saat ini. Dia laki laki normal dia lelaki bebas, apa dia serius dengan ku apa dia sungguh sungguh ingin menikah dengan ku. semuanya berputar putar di otak ku.
“ awas saja kamu jo. Arghhh..” teriak ku dengan mengusap rambut ku dengan kasar.
Aku yang akhirnya ketiduran, dibangunkan oleh seorang anak kecil yang lucu. “ anti wake up..” tubuhku digoncang dengan pelan, aku membuka mata ku, tersenyum pada gadis kecil yang sedang berdiri membangunkan ku.
__ADS_1
“ ada apa sayang..” tanyak ku dengan mencium pipinya yang gembul.
“ di luar banyak laki laki yang seperti om om yang menjaga anti, dan ada satu laki laki yang tampan anti..” perkataan nya membuat ku tak tau siapa mereka. Aku terbangun dan segera keluar untuk melihat siapa mereka yang di maksud gadis kecil yang lucu.
Aku membulatkan mata ku ketika aku melihat jonathan disana berdiri dengan bersandar di mobil hitamnya, kaca mata hitamnya bertereng dihidungnya. Dia melambai tersenyum pada ku.
“ anak anak ayo masuk semuanya, ini sudah sore kalian harus mandi oke..” aku segera menyuruh semua anak anak ini masuk.
“ apa aunti mengenal mereka?” salah satu mereka bertanyak.
“ hem, aunti mengenal mereka..” jawabku dengan tersenyum.
“ apa om tampan itu kekasih aunti..” pertanyak dari anak kecil ini membuat ku malu, aku yakin wajahku saat ini sudah memerah.
“ ayo anak anak masuk, jangan bergosip kalian masih anak kecil oke.”
“ oke aunti..” dan mereka akhirnya masuk kedaalm panti, dan aku berjalan mendekat kearah jonathan yang bertambah kesal, karna kehadirannya dengan membawah banyaknya penjaga membuat sedikit keributan, untungnya ibu sofia dan leon sedang tak ada, jika ada dapat dipastikan malunya pada mereka.
Jonathan mengapai tubuhku, memelukku dengan erat, mencium keningku dengan dalam, membuat ku sedikit melupakan kemarahanku padanya.
“ lepasin jonathan banyak yang melihat..” aku memberontak dalam dekapannya.
“ apa kalian melihatnya..” tanyak jonathan pada mereka semua.
“ tidak tuan..” jawab mereka dengan serentak.
Aku yang sudah kesal padanya aku mencubit pinggangnya hingga aku mendengar rintihan kesakitan pada bibirnya, sebelom aku kembali memeluknya. Biarkan aku memeluknya karna aku sungguh merindukan laki laki ini. Tapi nanti setelah dirumah kita akan lihat kekacauan karna ia sudah berani bermain dibelakang ku.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak
makasih