Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Beraksi 2


__ADS_3

Mereka berdua terpaksa berhenti di sana, mereka tak mungkin untuk tak berbalik arah lagi karena mungkin saja para orang orang itu berada di jalan sana.


" Cari mereka setiap gang..." Teriaknya dengan kencang.


Andre menarik Maria, menyandarkan di dinding sana, sedangkan Andre kini berada di depannya. Tak ada jarak di antara mereka, wajah mereka begitu dekat, hembusan nafas mereka begitu hangat saling menerpa kedua wajah itu. Andre kini mengintipnya ketika telinganya menangkap sebuah langkah. Jantung mereka berdetak tak karuan.


Jika Andre sendiri mungkin dia bisa melawannya, bertarung dengan mereka semua, tapi ini mereka membawa gadis yang tak dia ketahui nanti nasibnya jika mereka menangkap mereka. Tas Ransel itu kini masih ada di punggung Andre.


" Kau ke sana, aku ke sini..." Suaranya memerintah seorang, dan orang itu kini berlari menuju yang di tunjuk ke arah yang di tunjuk itu.


Jantung mereka kini berdetak tak karuan, Maria kini semakin di buat ketakutan ketika langkah laki laki yang mencari mereka semakin dekat.


" Jangan berisik..." Bisiknya tepat di telinga gadis itu.


Tap, tap, tap !!!


Langkah itu semakin dekat membuat kedua orang itu semakin tak karuan di buatnya. Jantungnya sudah tak normal, jantungnya seakan ingin lompat keluar.


" Jangan marah pada ku..." Gumamnya dengan pelan membuat Maria tak mengerti apa yang di katakan oleh laki laki dewasa yang ada di depannya.


Cup!! Maria melotot dengan sempurna ketika sebuah kecupan hangat menempel di bibir dirinya. Andre hanya menempelkan nya tak ingin berbuat lebih jauh yang malah membuat dirinya yang susah.


Kedua orang itu yang sedang berjalan mencarinya kini tinggal sedikit saja menemukan mereka berdua. Entah apa yang terjadi tapi kini Andre malah sedikit memberikan lumata* kecil, Maria hanya terpaku dengan apa yang terjadi. Tangan Andre kini menarik tengkuk wanita itu, merema* seakan mereka saling menikmati ciuman itu.


" Kenapa harus di jalan, mereka saling mencumbu..." Desi* kedua orang yang melihat kearah mereka berdua yang seakan saling berciuman penuh kenikmatan itu.


Maria kini yang sadar kedua orang yang mencarinya kini ada tak jauh dari mereka kini juga memerankan permainan itu, Maria kini membalas ciuman itu, dan itu membuat Andre sedikit terkejut. Tapi Andre kini dengan segara menguasai dirinya, dia kembali dengan ciuman itu. Ciuman yang awalnya hanya dia sendiri yang menikmati kini malah di nikmati juga oleh Maria, bahkan dia juga membalasnya.

__ADS_1


Sedangkan kedua orang itu tak ingin pergi dari sana matanya masih menatap sekelilingnya, mereka tak ingin ada yang terlewatkan sama sekali.


*Kenapa mereka tak segera pergi. Mata dari Maria seakan berkata seperti itu.


Sedangkan Andre kini menatap wanita itu dengan tanda tanya, karena dia tak bisa membaca pikiran gadis itu.


Di bawah sana ada sesuatu yang sedikit bergerak dan membuat Andre merasakan sesuatu bangkit. 'Sial.' Batin Andre, dia adalah laki laki normal yang tak mungkin tak memiliki gairah jika dia sedang menikmati ciuman itu, di tambah jantung nya kini malah berdetak hanya karena merasakan balasan ciuman dari gadis yang ada di depannya itu.


Aku terjebak sendiri dalam permainan ku. Batin Andre dengan kesal*.



Kedua orang itu kini berbalik dan menatap kearah kedua insan yang sedang berciuman tanpa menghiraukan ada kedua laki laki. Mereka kini sedikit mencurigainya, mereka kini semakin melangkah mendekatinya dan mereka memejamkan matanya seakan tak tahu jika ada yang melihatnya.


" Permisi..." Suara dari salah satu orang itu kini membuat mereka saling melepaskannya dengan wajah yang langsung terkejut.


" Tak apa, saya ingin bertanya apakah tadi ada dua laki laki yang lari kemari?"


" Laki laki?" Andre mengulanginya dengan pura pura berfikir sesuatu. " Apa kau melihatnya sayang?" Tanyanya dengan mengahlikan itu kepada gadis yang ada di sampingnya.


" Mungkin yang Tuan itu maksud laki laki yang tadi berlari ke sini, terus balik arah sayang..." Maria tentu saja juga ikut memerankan perannya dengan baik.


" Kalian melihatnya?"


" Mereka sepertinya tadi kembali ke sana, belok ke kanan..." Jawabnya lagi.


" Saya ingin memeriksa tas mu, tolong saya ingin melihatnya..." Jantung Andre kini di buat tak karuan kembali. " Saya hanya ingin memeriksanya karena kami sedang mencari perampok yang merampok rumah bos saya."

__ADS_1


Andre dan Maria saling bertatapan dengan dengan jantung yang tak karuan, mereka kini kembali sedikit bergetar. Sedangkan kedua orang itu yang melihatnya semakin meletakan kecurigaan kepada kedua orang insan itu.


" Silahkan jika anda ingin memeriksa nya..." Andre memberikan tas itu, sedangkan Maria kini di buat ketakutan. Karena yang dia tahu adalah tas itu berisi barang barang hasil mereka curi di rumah mereka.


Kedua orang itu kini dengan segera mengambil tasnya, membukanya. Jantung Maria sudah tak karuan, jantungnya berdetak kencang, tubuhnya bergetar, ada ketakutan di sana, Maria memejamkan matanya dia takut melihat mereka ketahuan.


" Baiklah terima kasih..." Laki laki itu menyerahkan tasnya itu dan mereka segera pergi meninggalkan kedua insan yang sudah berkeringat dingin.


Maria kini segera membuka matanya dia tak percaya mereka bisa lolos dari kedua pengawal yang mengejarnya tadi.


" Mereka tak jadi memeriksanya?" Tanyanya dengan bingung ketika melihat mereka masih selamat di sana.


" Kau pikir aku bodoh tadi tak menukar tas itu dengan tas mereka..." Maria lompat kegirangan ketika akhirnya mereka lolos dari kejaran mereka. Sedangkan isi tas itu adalah sebuah buku dan sebuah pensil, Andre selalu menyiapkan ini semua, jika terjadi hal seperti ini. Tas itu pasti akan dia siapkan.


Andre menggeleng pelan ketika melihat gadis itu lompat kegirangan di depan matanya, kini mereka akhirnya bisa bernafas lega setidaknya mereka kali ini bisa lolos dari pengejaran mereka.


" Mereka tadi mengira kau adalah laki laki, jadi lebih muda untuk kita memerankan sandiwara tadi..." Kini mereka berdua tengah berjalan menikmati suasana malam hari dengan angin yang berhembus menusuk ke tulangnya.


" Besok aku tak sabar melihat kedua muka kakak ku tercinta..." Maria tersenyum seakan wajah kesedihan itu ada di depan matanya.


" Mereka tadi tak mengenal mu?, harusnya mereka mengenal mu bukan?" Andre heran ketika kedua orang tadi tak mengenali wajah gadis itu.


" Tentu saja mereka tak mengenal ku. Aku dan mendiang ibu selalu di larang datang karena bagi mereka kami adalah kuman yang tak berhak ada di sana..." Senyum kecut ketika Maria mengingat seperti apa kedua kakak nya itu menganggap dirinya dan mendiang ibunya.


Andre kini mengangguk pelan dia tahu sekarang seperti apa dendam itu membara.


" Permainan kita belum sampai di sini kan?" Tanyanya dengan memohon, Maria berharap ada lagi balas dendam yang lainnya.

__ADS_1


" Kau ikuti saja permainan ini. Aku mengenal siapa bos nya dia agency..." Maria semakin senang, dia menikmati balas dendam itu. Maria kini tanpa sadar malah mengandeng lengan laki laki itu dan membuat Andre sedikit terpaku ketika merasakan tangan itu di gandeng oleh gadis yang membuat jantungnya tak sehat.


__ADS_2