
" Sayang bangun..." Valarie menepuk pipi kekasihnya yang pagi ini masih enggan untuk membuka matanya.
" Hmm..." Gumamnya dengan mata yang masih terpejam.
" Sayang aku harus ke pantai dulu, ada sebuah pemotretan, hari ini terakhir sebelum aku mengajukan cuti ku..." Mata Zac langsung terbuka ketika wanitanya mengatakan hal itu. Dia tak tahu bahwa hari ini masih memiliki jadwal padahal jauh jauh hari dia sudah mengingatkan untuk segera menuntaskan pemotretannya.
" Honey bukankah sudah ku katakan bahwa hari ini sudah tak ada jadwal mu?, kenapa masih ada?" Zac langsung terduduk dengan wajah bantalnya dia menegakan badan nya agar bisa menatap kekasihnya yang sudah rapi.
" Sayang maaf, aku tak tahu jika hari ini masih ada. Tapi hanya satu baju, tak akan lama. Mungkin jam makan siang atau sedikit sore aku sudah pulang..." Valarie langsung menjelaskan nya sebelum kekasihnya ini mengamuk.
" Tapi Val, kau dengar sendiri apa yang di katakan Jovanka kemarin, bahwa kita tak boleh keluar mulai hari ini..." Jovanka sepupunya kemarin mengatakan bahwa mulai hari ini dan besok calon pengantin memang tak boleh keluar untuk menghindari hal hal yang tak di inginkan.
" Tak akan terjadi apapun, percayalah pada ku. Aku akan tetap mencintai mu apapun yang terjadi Zac, jadi jangan khawatir..." Entah perasaan apa yang hinggap di hati laki laki itu, tapi dia merasakan sesuatu yang tak enak jika kekasihnya itu pergi.
" Val jangan pergi, biarkan aku yang menghubungi Jovanka agar pemotretan mu di tunda lain waktu..." Val langsung mencegah tangan Zac yang ingin meraih ponsel miliknya.
" Sayang jangan lakukan hal itu, aku harus sangat profesional bukan, jangan sampai orang orang mengira aku menjila* bos karena kita akan menikah, please. Hanya sebentar tak akan lama, aku janji..." Zac tak bisa mengatakan apapun, ini memang pekerjaannya dia tak bisa mencegah nya apalagi sebentar lagi mereka akan cuti cukup lama untuk pernikahan dan bulan madu mereka.
" Baiklah, ayo aku antar tapi tunggu aku sebentar."
" Akan sangat lama jika aku menunggu kanu sayang, aku berangkat bersama supir, oke. Kau nanti bisa menyusul ke sana setelah kau selesaikan urusan mu..." Valarie bukannya tak ingin diantar kekasihnya itu, tapi akan butuh waktu lama jika dia masih harus menunggu lagi.
__ADS_1
" Baiklah nanti aku akan segera menyusul oke..." Valarie mengangguk, sebelum wanitanya berdiri dia mendaratkan ciuman penuh kasih sayang pada kening wanitanya.
Zac merasa berat melepaskan kepergian wanita nya itu, dia merasa ada yang tak baik jika wanita nya itu harus pergi hari ini. Dia hanya bisa menatap punggung wanitanya menghilang. Zac dengan cepat masuk ke dalam kamar mandinya menyelesaikan urusan mandinya.
...🌼🌼...
" Kau yakin Zac itu keluar?" Seorang laki laki yang sedang memantau rumah laki laki itu dengan jarak jauh bakan memantau nya dari kejauhan yang tak mungkin orang orang Zac bahwa ada yang mengintai rumah bos nya.
" Aku yakin, aku tahu Zac itu tak akan betah di dalam rumah, kita tunggu saja..." Jawab salah satu orang yang berada di dalam mobil.
Tak berselang lama sebuah mobil milik dari Zac memang keluar dari perumahan itu, dan kedua orang yang mengintai itu kini saling bertatapan dengan senyum penuh arti.
Mereka tak tahu bahwa yang tengah di ikuti itu bukanlah orang yang mereka cari, melainkan wanita dari Zac Kozan. Kebanyakan tak ada yang mengetahui bahwa Zac sudah memiliki kekasih apalagi dia akan menikah sebentar lagi. Sebenarnya pernikahan ini akan besar besaran tapi dia sengaja mengatakan kepada para media agar tak menyebarkan kabar ini sebelum mereka resmi menikah.
Kedua orang pengintai itu kini mengikuti mobil yang membawa Valarie, mereka tepat berada di belakang mobilnya, dia tak menghalangi jalan dari mobil itu, hanya mengikutinya dari jarak sangat dekat. Sang supir Valarie kini mulai menyadari ada yang aneh ketika mata nya menatap dari spion atas nya. Sang supir kini mulai mencepatkan lajuannya untuk melihat mobil yanga ada di belakangnya, dan benar mobil itu juga mulai ikut cepat, ketika dia mulai melambatkan kecepatannya mobil itu juga mulai lambat. Mata sang sopir kini di bagi fokus ke depan dan fokus ke arah spion atas nya.
Dia tak tahu harus bagaimana?, jika dia memberi tahu nona nya, dia takut nona nya akan panik, tapi jika dia tak bisa berbuat apa apa untuk melindungi nona nya dengan segara.
" Nona apa tuan Zac tadi masih tidur?" Sebuah pertanyaan dari sang supir membuat Valarie menatap supir itu dengan tanda tanya, karena ini pertama kalinya sang supir berani bertanya, biasanya hanya pengawal nya saja yang bertanya tentang kekasihnya itu.
" Tidak dia sudah bangun. Mungkin nanti dia akan menyusul kita..." Valarie menjawabnya dengan kembali menatap ponsel nya lagi, dia melihat akun sosmed nya yang tak ada apapun, ternyata benar berita online masih tak ada yang menyebarkan hari pernikahan nya.
__ADS_1
" Apa nona memiliki nomer ponsel tuan Steve?" Tanyanya lagi.
" Iya saya memiliki nya, ada apa?, apa kau ingin bicara dengan Steve?" Akhirnya tangan itu meletakan ponsel nya dan menatap sang supir yang hari ini sangat aneh.
" Tidak nona, saya hanya bertanya..." Elaknya, dia harus mencari bahasa yang lembut jika memberitahu nona nya bahwa mereka tengah di ikuti oleh orang yang tak di kenal, jika dia tiba tiba memberi tahu takut nya nona itu akan takut.
" Ehh, ada apa sebenarnya?, kenapa kau tiba tiba melajukan mobilnya dengan cepat?" Valarie kini bingung oleh sikap sang supir yang tak ada apa apa tadi bertanya sekarang kini malah mencepatkan lajukan mobilnya.
" Katakan ada apa sebenarnya?" Tanyanya lagi dengan rasa penasaran yang tinggi.
" Apa nona suka tantangan?" Sang supir malah tak menjawabnya, melainkan melemparkan pertanyaan lain pada nya.
" Kau ingin berkata apa sebenarnya, kenapa muter muter tak jelas. Kau ingin ke toilet, atau kau kebelet?, jika iya kita bisa berhenti dan aku tak akan mengatakan apapun kepada Zac ataupun Steve, jika kau takut aku akan mengadu para mereka..." Valarie mengatakan semua yang ada di pikiran nya, dia tak akan mengira apa yang terjadi.
" Tidak nona, saya tidak ingin ke toilet atau kebelet..." Jawabnya dengan cepat.
" Lalu?" Valarie benar benar tak tahu apa yang terjadi.
Apa nona tak tahu jika hidup bersama tuan Zac akan mengalami hal hal menegangkan seperti sekarang. Batin sang supir itu.
" Nona sepertinya kita sedang di ikuti orang yang tak aku kenal..." Perkataan sang supir membuat mata Valarie melotot tak percaya, bahkan dengan cepat melihat ke arah belakang mobilnya.
__ADS_1