
Zac malam ini sudah berada di sebuah restoran privat, dia sengaja memboking restoran itu hanya untuk dia bertemu seseorang. Waktu yang dia tunggu tunggu akhirnya datang juga, semua pengawal telah siap di posisi mereka masing masing. Sniper handal juga telah di posisinya mereka, Zac sebenarnya tak perlu hal hal ini tapi untuk menjaga agar semuanya aman Steve harus melakukan hal itu.
Laki laki datang dengan wajah garang nya, para pengawal dari Zac kini menghadangnya, memeriksa nya dengan teliti. Para pengawal itu menatap tajam ke arah laki laki itu ketika mereka menemukan sebuah pisau kecil di saku ku.
" Kau pikir kami bodoh..." Ucap Steve dengan sinis. Laki laki itu hanya mengumpat dalam hati , dia tak tahu jika akan seketat ini.
Laki laki itu di bawah masuk ke tempat di mana bos mereka telah menunggu lama. Pintu terbuka menampakan laki laki gondrong itu tersenyum misterius di dalam sana.
" Selamat datang kakak ipar..." Katanya dengan tersenyum misterius.
" Aku tak sudi kau panggil kakak ipar..." Jawabnya dengan ketus.
" Jangan bersikap keras dengan adik ipar mu sendiri, kau akan semakin jauh dengan adik mu nanti..." Perkataan Zac membuat Abhi muak, membuat Abhi menatapnya dengan tajam.
" Kau yang menjauhkan aku dengan adik ku..." Katanya dengan duduk di depan nya.
__ADS_1
" Kau sendiri yang tak ingin merestui hubungan kami, padahal cinta kami benar benar tulus..." Wajah Abhi bagaikan udang rebus, wajah yang memerah karena menahan emosi yang tak bisa dia keluarkan.
" Aku tak suka basa basi, kau bukan yang membuat restoran sahabat ku terbakar, bahkan kau juga yang membuat aku di turunkan dari jabatan ku."
" Wow..." Zac tentu saja tersenyum senang, semua yang langsung di tuduhkan kepadanya, dia yakin kakak iparnya ini adalah orang yang pertama menuduhnya jika ada masalah kriminal di negara ini. " Seperti kakak ini selalu menyukai ku dengan menuduh ku berbagai kejahatan. Kau hari ini menuduh ku dengan dua kejahatan sekaligus..." Sambung nya dengan memotong daging yang ada di depan nya, bahkan dia santai menanggapi apa yang di tuduhkan kepada nya.
" Dari pada kakak pusing memikirkan apa yang kau tuduhkan pada ku, sebaiknya kakak makan yang ada di depan kakak, jika dingin makanan itu tak akan enak..." Sambungnya dengan tersenyum misterius di depan Abhi.
" Aku tak suka basa basi mu, katakan bahwa kau memang melakukan ini semua..." Tuduhnya lagi.
" Omong kosong, kau pikir aku percaya bahwa kau tak melakukan itu semua. Aku tahu seperti apa kelompok mu itu..." Abhi bahkan menatap calon adik iparnya dengan melotot bahkan tatapan itu sangat mengintimidasi.
" Apa sebenarnya yang kau pikirkan tentang calon adik ipar mu ini kak?, bahkan aku laki laki baik yang siap menikahi adik mu satu satu nya itu..." Zac tentu saja meladeni perdebatan ini.
" Kau kelompok mafia yang kejam, kau bahkan menjual wanita wanita muda untuk bisnis kotor mu itu, kau juga mafia yang menyelundupkan senjata dan narkoba waktu itu..." Zac tertawa kencang ketika mendengar semua yang di katakan laki laki itu, bahkan dia tak menghindar ketika jari Abhi menunjuk muka nya tepat di wajah nya.
__ADS_1
" Tadi kau menuduh ku membakar restoran sahabat mu, dan kau juga menuduh ku melakukan penyuapan karena kau di turunkan dari jabatan mu, dan sekarang kau menuduh ku dengan berbagai kejahatan lain nya. Aku rasa yang ada di otak mu itu adalah kejahatan yang ada di negara ini adalah ulah ku, benar bukan?" Abhi tak menjawabnya dia hanya menatap laki laki gondrong di depan mata nya.
" Beri aku satu alasan saja untuk menerima semua tuduhan mu itu..." Zac menopang dagu nya di meja itu, menatap calon kakak iparnya dengan sungguh sungguh, dia berharap bahwa calon kakak iparnya ini memiliki satu bukti saja untuk membuat semua perdebatan ini semakin seru.
" Aku memang tak memiliki bukti apapun, tapi aku akan mencarinya dengan segera. Jika aku menemukan bukti itu kau harus berhati hati dengan ku, karena kau tak akan bisa lari ataupun bersembunyi dari ku..." Katanya dengan sungguh sungguh, Zac menatap keseriusan di mata Abhi ketika mengatakan itu semua, bahkan mata nya sangat memancarkan dendam pada dirinya.
" Aku akan menunggu calon kakak ipar, bahkan sangat menunggu hal itu. Tapi akan ku pastikan bahwa kau..." Zac menghentikan ucapannya dengan menunjuk wajah Abhi dengan tegas dan menatapnya dengan tajam serta senyum mengejek. " Kau tak akan mendapatkan bukti yang ingin kau cari itu, ku pastikan kau tak akan mendapatkan apapun meskipun hanya seujung kuku mu..." Katanya dengan senyum sangat mengejek dan menurunkan tangan nya.
" Jangan percaya diri tuan Zac, kau tak tahu bagaimana kesatuan para police mencari bukti, jangan kau remehkan kami."
" Aku mana mungkin meremehkan kesatuan mu calon kakak ipar, aku sangat tahu bagaiman kinerja pihak police, tapi kalian akan sia sia mencari bukti dengan orang yang salah. Kau mencari bukti orang yang tak sama sekali melakukan kejahatan, itu akan sia sia karena kau tak akan mendapatkan apapun."
Abhi terdiam, dia berpikir bahwa apa yang di katakan laki laki gondrong itu memang benar, selama ini dia bersusah payah mencari bukti bahkan ambisinya sangat tinggi tapi dia tak menemukan nya sama sekali, bahkan mencari bukti satu saja dia tak menemukan nya, gara gara ambisinya untuk mencari bukti hingga membuat karir nya hancur dengan jabatan nya yang di turunkan sementara oleh komandan nya.
apa aku memang salah mencurigai seseorang. Batin nya dengan menatap laki laki itu. Tapi tidak dia sangat lihai, aku yakin mafia ini tak main main, mereka pandai menyembunyikan kejahatan mereka dan pandai menghapus kejahatan mereka, apa yang aku lakukan memang harus ada resikonya, jika untuk membongkar kejahatan ini aku harus kehilangan jabatan ku sementara, tak apa aku akan lakukan. Tapi setelah semua terbongkar bukan hanya jabatanku saja yang kembali, adik ku juga akan kembali ke rumah lagi. Batin nya bergejolak dengan sendirinya, disisi lain dia yakin bahwa laki laki itu tidak mafia tapi di sisi lain di sangat menyakini bahwa laki laki gondrong ini adalah mafia yang harus dia bongkar kejahatan nya.
__ADS_1