
Orang orang Albert berusaha mencari di mana keberadaan Violet, tapi sayangnya sinyal itu tak dapat dengan jelas di temukan. Albert panik dia yang juga berada duduk di samping orang orang handal yang melacak keberadaan wanita itu masih belum menemukan keberadaan Violet dengan jelas. Sinyal yang terpancar susah di temukan.
" Bos sinyal nya tak jelas, kadang ada dan kadang tak ada! saya belum bisa mengambil lokasinya!"
" Cari dengan cepat! jika kita terlambat sedikit saja bisa fatal akibatnya! laki laki itu gila dia bisa membunuh kekasihnya ku!"
" Siap Bos, beri kami waktu untuk menemukan Nona!"
Mereka kembali sibuk dengan mencari keberadaan Violet serta Angel. Dia berusaha mencarinya dengan serius. Albert mengepalkan tangannya dengan geram, dia menahan rasa sakit pada perutnya.
Angel kali ini turun dari kasurnya, gadis kecil itu menghapus air matanya, dia harus bangkit dan berusaha kabur dari tempat yang mengerikan itu.
" Buka pintunya.. Papa buka pintunya.. Aku takut.. Papa..." Gedoran pintu yang kencang serta teriakan dari Angel membuat kedua orang penjaganya hanya saling bertatapan dengan tak tau apa yang harus apa yang di lakukan.
" Buka pintunya Papa.. Papa..." Teriaknya kembali.
" Gimana ini, Nona muda berteriak ingin di buka pintunya dia takut, apa yang harus kita lakukan?" Tanyanya.
" Aku gak tau! nanti kalau kita buka nanti kita bisa di marahi oleh si Bos! jika kita gak buka Nona ketakutan!" Mereka bingung dengan keadaan yang membingungkan.
Antara mereka yang ingin membukakan pintu dengan mereka yang takut dengan Bosnya.
" Sudahlah diamkan saja, jika nanti Nona berteriak lagi kita buka dan melapor dulu kepada Bos..." Teman nya kini hanya bisa mengangguk. Mereka takut tapi mereka tak bisa melakukan apapun hanya bisa diam dengan mendengarkan suara teriakan dan suara gedoran pintu.
James yang kembali dengan membawa makanan besar dia dengan langkah yang senang, tawanya begitu senang, wajahnya begitu gembira ketika melangkah menuju kearah ruangan.
Ceklek!! James masuk ke dalam ruangan itu dengan senyum tipis di bibirnya, Violet berusaha memasang wajah senyumnya seakan menyambut James dengan wajah dengan gembira.
" Astaga James kau lama sekali! aku sudah sangat lapar!"
" Maafkan sayang, kau tau ini makanan sangat antri."
" Baiklah sini aku lapar!"
James duduk di lantai dengan bersila dia membuka makanan yang telah dia bawah. James dengan segera membuka sedangkan Violet berusaha memasang wajah senangnya.
__ADS_1
" Makanlah."
" Tangan ku kotor, bagaimana aku bisa makan dengan tangan kotor! apa kamu tak mau menyuapi ku?"
" Kau ingin aku menyuapi mu?" Violet mengangguk dengan cepat.
James tersenyum dengan senang, dia segera menyuapi makanan ke arah mulut Violet. Violet menerima nya dengan cepat. Dia tersenyum dengan senang dia harus pura pura bermain cantik saat ini.
" James jika aku mau kembali dengan mu?, apakah kau akan berubah dan mau berobat demi aku dan Angel?"
" Apa kau berubah pikiran saat ini?" James menatapnya dengan tajam.
" Sejauh aku berlari jauh dan sejauh aku bersembunyi nyatanya aku tetap di sini dengan mu! aku rasa sekarang aku sadar bahwa Tuhan tak ingin memisahkan kita! jika memang Tuhan ingin kita kembali maka aku akan menerima nya."
" Kau ingin kembali dengan ku?, kau yakin dengan pilihan mu?"
" Asal kau berubah dan mau berubah obat maka aku akan menerima mu!"
" Kau tak menipu ku?"
" Berikan nomer ponselnya aku akan menghubunginya..." Violet mengangguk, dia dengan cepat memasukan nomer ponsel seorang yang akan dia hubungi.
Cukup lama deringan itu tak membuahkan hasil, orang yang telah dia hubungi tak segera menjawab panggilan dari dirinya.
" Halo Tuan Nick, saya Violet saya hanya bisa menyampaikan jika saya mencabut gugatan perceraian saya dengan suami saya!, saya sadar saya sangat mencintainya! saya harus kembali dengan nya! jadi saya akan mencabut gugatan itu!"
Sedangkan orang yang di hubungi nya hanya diam dia mencerna apa yang di katakan oleh wanita itu.
" Saya baik baik saja, dan ini nomer suami saya, saya akan kembali dengan nya! saya akan menemui anda jika saya memiliki waktu."
Tut!! Tut!! panggilan itu pun di putus langsung oleh James dia menatap wanitanya dengan tersenyum senang. James dengan segera memeluknya dengan erat, menciumi puncak kepala Violet dengan segera.
" Terima kasih kamu mau kembali dengan ku! terima kasih!" Ucapnya dengan memeluk erat tubuh wanita itu.
" Berjanjilah untuk berubah demi aku, kamu harus menjalani pengobatan mu agar kau segera sembuh! aku juga ingin melahirkan anak kandung, aku juga ingin melakukannya dengan mu tapi dengan kelembutan tidak dengan kekerasan!"
__ADS_1
" Tentu sayang, aku akan lakukan apapun yang kau mau!" James menatap wanita itu dengan tatapan kebahagian, dia tak bisa mengambarkan kebahagian dari wajah James.
Wanita yang dia cintai kini secara langsung menyerahkan dirinya dengan suka rela, dia akan kembali dalam pelukannya. James akan lakukan apapun yang di katakan oleh wanitanya.
" Maafkan aku karena sempat mengkhianati mu James, tapi kali ini aku akan berusaha mencintai mu dan menerima mu sebagai suami ku!"
" Lupakan semuanya! kita akan membuka lembaran baru dengan memulai semuanya dengan baru! kita akan pindah dari Negara ini, hanya ada aku dan kamu serta anak anak kita nanti!" Violet mengangguk dia harus memasang wajah senangnya, dia harus bermain cantik agar laki laki yang ada di depannya tak mencurigainya.
" Tunggu aku akan membuka pasung kaki mu!" James berdiri dia dengan langkah cepat mengambil kunci yang telah dia sembunyikan.
Violet bernafas lega karena laki laki itu percaya, itulah James dia yang mudah marah tapi mudah meluluhkan hatinya. Cinta pada Violet mudah membuat laki laki itu percaya kepada nya dengan cepat.
Sedangkan orang yang tadi di hubungi oleh Violet kini tersenyum ketika dia sadar bahwa wanitanya itu meninggalkan jejak dengan berpura pura menghubungi jaksa untuk mencabut gugatan perceraian tersebut.
" Segera lacak nomer ponsel itu!" Albert tak ingin kehilangan sinyal nya lagi.
Yang tadi di hubungi oleh Violet adalah Albert dia meninggalkan pesan agar mereka mudah menemukan dia mana lokasinya.
" Terima kasih Sayang kau pintar mengambil hatinya. Tunggu sebentar lagi aku akan datang..." Ujarnya.
" Al maafkan aku tapi sepertinya Singa mendengar kabar mu!"
Albert menghela nafasnya ketika sodoran telfon genggam itu ke arahnya.
" Bos say-"
" Dasar bodoh.. siapa yang mengizinkan mu datang ke Meksiko hah?" Suaranya meninggi.
" Maafkan saya Bos!"
" Jangan bergerak sendiri, kita akan datang ke sana!" Dan panggilan itu pun terputus begitu saja.
Singa datang ya kan cepat selamatkan Violet dan Angel Bang Zac 🤗🤗
Bersambung besok ya 🤗 jangan lupa tinggalkan jejak dulu 🤗🥰🥰
__ADS_1