Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Kemarahan Mereka 26


__ADS_3

" James sadar aku sakit kau butuh dokter untuk mengobati penyakit mu…" Gusman berteriak kencang.


" Aku mau Violet Kakak, aku mau Violet. Aku mencintainya tapi dia tak mencintai ku hiks hiks…" James yang tadi meledak ledak kini tiba tiba menangis membuat Gusman tau masalahnya.


" Lepaskan aku Kakak ku mohon aku harus mencari istri dan anak ku..." Gusman kini percaya bahwa adiknya memang lagi sakit.


" Kau harus di obati James, kau sakit. Inilah yang membuat Violet takut berada di dekat mu."


" Violet aku akan membunuh mu jika kita bertemu, aku tak akan diam begitu saja..." James berteriak kencang ketika orang orang itu membawa James pergi untuk di kurung.


Gusman kini merasa menjadi kakak yang tak berguna dia tak tau penyakit adiknya yang sudah parah seperti sekarang. Gusman menjambak rambutnya sendiri dengan kesal dan penuh dengan amarahnya.


Gusman kini duduk di sisi ranjang kamarnya dia merenung, tak hanya James yang saat ini terluka tapi dia juga yang lebih terluka. Dia yang menjadi ganti ketika orang tua mereka meninggal tapi sekarang dia tak berguna ketika adiknya sakit seperti ini.


Flashback On


" Kakak kenapa ayah dan ibu tak bangun dari tidurnya?, kenapa dengan mereka?" Gusman waktu itu sudah besar dan James masih kecil.


" Mereka sudah tak ada lagi, mereka sudah pergi selamanya..." Gusman memeluk James dengan erat ketika James kini menangis histeris ketika mendengar ayah dan ibunya meninggal.


Kepergian kedua orang tua mereka yang mendadak membuat mereka terpukul, rasa sakit dan terpukul masih ada di hati mereka berdua. Gusman yang melindungi adiknya menjadikan dirinya kuat, dia bertahan demi adiknya James.


Mereka meskipun saudara tiri tapi tak dapat di pungkiri kedekatan serta kasih sayang mereka yang begitu tulus. Gusman waktu itu menjadikan dirinya tukang pukul di suatu Ring, dia mengikuti semua pukul bebas agar mendapatkan uang untuk bertahan hidup.


Hingga malam itu Gusman pulang dengan wajah yang babak belur karena baru saja bertarung bebas di atas Ring. " Kakak kenapa dengan wajahmu?"

__ADS_1


" Tak ada makanlah nasi itu..." Gusman waktu itu menang dengan membawa uang cukup banyak membuat dirinya dan adiknya bisa makan untuk beberapa minggu.


" Kakak jangan berbohong, pasti kakak bertengkar lagi bukan?"


" Hidup di luar keras Jam, jika kita tak berani melawan mereka maka kita yang akan kalah. Jadi kita harus berani melawan mereka."


Gusman langsung meninggalkan James yang hanya terdiam mencerna setiap yang di katakan oleh kakaknya. James menjadikan dirinya juga kuat seperti kakaknya. Hanya saja dia memiliki rasa yang berbeda dengan jiwanya.


Jika Gusman masih memiliki kelembutan di hatinya tapi tidak dengan James. Ketika James bersikap lembut seakan hatinya meronta ingin sekali bersikap kasar, tapi ketika dia bersikap kasar jiwanya seakan mendapatkan kesenangan.


James selalu senang melihat para wanita yang bersama nya menangis memohon ampun ketika dia sentuh. Jiwanya seakan bahagia ketika melihat semua wanita merintih kesakitan di bawah tubuhnya. Rintihan dan desaha* itu seakan menjadi obat untuk jiwa dirinya yang terluka.


Flashback Of


" Ayah ibu maafkan aku yang gagal merawat James hingga dia menjadi monster yang mengerikan bagi kaum wanita..." Gumamnya dengan nada sedih. Bagaimana pun Gusman juga bertanggung jawab dalam segala hal tentang adiknya.


Mau tak mau kini dia harus memberikan tanda tangannya untuk menyetujui wakil dari Angel adalah Violet dan menjadi saksi bahwa adiknya memang sakit dan butuh pengobatan yang serius. Dia juga tak ingin mengorbankan Violet dan keponakannya dalam bahaya. Tujuh tahun sudah waktu yang cukup untuk mereka melepaskan dirinya dari belenggu jeratan siksaan adiknya.


Gusman tak akan menghalanginya lagi, dia rela membantu Violet melepaskan diri dari James, meskipun dia tau seperti apa cinta James kepada Violet, istri kedua dari adiknya. Gusman kini harus mendapatkan dokter yang tepat untuk kesembuhan adiknya.



Sedangkan di markas Meksiko Zac masih menunggu kabar dari Gusman, dia cukup tenang meskipun orang orang kini sudah siap dengan senjata mereka masing masing. Jika dalam waktu 2x24 jam Gusman tak mengabari mereka apa keputusan yang mereka ambil maka dengan terpaksa mereka menyerang Kartel Sinaloa.


" Apa masih belum mendapatkan kabar dari mereka?" Albert sebenarnya gusar dia takut akan ada pertempuran tapi bagaimana pun dia tak bisa menghalanginya.

__ADS_1


" Seperti nya belum ada kabar, tapi bos nampaknya tenang, bos siap untuk menyerang mereka..." Jawab dari Steve yang ada di sana.


Steve dan Albert sebenarnya tak ingin ada pertempuran tapi nyatanya memang mereka harus bertarung demi mendapatkan apa yang mereka inginkan.


Violet tak kalah cemasnya dia juga tak ingin ada pertengkaran tapi bagaimana pun ini semua harus mereka lalukan untuk membela dirinya dan Angel putrinya. Violet dari tadi menatap keluar jendela berharap ada perwakilan dari Kartel datang kemari dan sepakat untuk menolongnya.


" Apa yang sebenarnya terjadi kenapa Kak Gusman belum memberi ku kabar?, apa dia berubah pikiran, apa dia akan tetap membela adiknya?" Violet kini mondar mandir menunggu jawaban dari kakak iparnya itu.


Ceklek!! suara pintu itu membuat Violet menatap kearah pintu yang terbuka. Albert yang masuk dengan segera menghampiri Violet.


" Apa yang terjadi?, Kartel Sinaloa belum memberikan keputusannya?" Violet segera menanyakan keputusan mereka.


" Apapun yang terjadi kau harus siapkan dirimu, kita tak tau apa yang terjadi, yang jelas kita harus persiapkan diri untuk hal terburuk sekali pun..." Albert menggenggam tangan Violet dengan erat dia menatap mata wanita itu dengan dalam.


" Aku yakin Kak Gusman memihak ke adiknya..." Violet dengan segera mengusap air matanya yang menetes di pipinya.


" Jangan menangis, kita akan melindung mu dan Angel. Apapun yang terjadi kau harus bersiap dengan segala hal."


Violet mengangguk pelan dengan masuk ke dalam pelukan Albert. " Maafkan aku, ini semua salah ku. Jika saja aku tak membawa masalah ini kepada mu mungkin tak akan serumit ini."


" Jangan berkata seperti itu Sayang, aku siap membantu mu dalam hal apapun. Jangan berkata seperti itu lagi, jika aku tak bisa membantu mu seakan aku laki laki pengecut yang selalu lari dari tanggung jawab ku."


Mereka berpelukan dengan erat dengan mengatakan semua nya. Apapun yang terjadi kini mereka harus siap, hal separah apapun harus mereka siapkan. Violet kini harus siap jika ada serangan yang tiba tiba terjadi. Yang terpenting saat ini adalah Angel dalam keadaan aman bersama orang orang yang akan menjaganya.


Bersambung ya mak ku sayang 🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2