Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Melawan 29


__ADS_3

" Nona Maria apa lagi yang ingin anda katakan di sini tentang keluarga Peter."


" Keluarga Peter bukanlah orang yang baik seperti selama ini yang kalian lihat di publik, dia adalah keluarga yang pandai bersandiwara selama ini. Saya ingat betul dulu mereka mengusir saya dan mendiang ibunya seperti sampah, kami datang kemari hanya ingin bertemu dengan Adriano tapi mereka sangat merasa jijik kepada kami. Bahkan saya ingat betul ketika Tuan Peter mendorong mendiang ibu saya dan mengatakan dia tidak ingin memiliki ikatan keluarga dengan kami orang miskin. Yang Mulia dia tidak mementingkan ikatan keluarga sama sekali, dia takut jika kami mengakuinya mereka keluarga kami akan datang ke sana meminta uang kepada mereka..." Maria kini mengatakan semua yang apa terjadi di masa lalunya.


" Saya juga pernah hampir dia jual oleh mereka, gara gara saya datang untuk meminta Adriano datang menemui mendiang ibu. Mereka bukanlah orang yang baik selama ini, mereka hanya pura pura baik di depan orang kaya tapi sebenarnya mereka adalah penjahat yang bertopeng di balik kebaikannya..." Maria menatap ke arah Peter dengan tatapan tajam, sebaliknya dengan Peter dia juga menatapnya dengan tajam.


" Jadi anda di sini membatah bahwa keluarga Peter mementingkan keluarganya dan tidak mementingkan hartanya."


" Iya saya membantah semua yang dia katakan di awal persidangan tadi. Bahkan saya di ajak tinggal di sana hanya untuk kepentingan mereka. Mereka menjadikan saya boneka agat saya berpura pura mengatakan dia adalah keluarga yang baik hati, tapi nyatanya mereka tidak memiliki hati..." Emosi Maria kini memuncak terdengar dari kata katanya yang begitu sinis.


Anna kini menatap tajam ke arah Maria, matanya kini memancarkan dendam yang membara. Kesaksian dari Maria kini hanya mampu di balas dengan menepuk jidat dari pengacara Peter. Mereka berdua kini tak bisa berbuat apa apa karena saksi pertamanya saja sudah memberatkan hukuman dari kliennya.


Albert kini menatap sinis ke arah Violet yang juga menatapnya. Violet tahu dia tidak akan mampu mengalahkan mantannya itu tapi dia harus tetap berusaha dengan sungguh sungguh. Meskipun nanti dia kalah tapi dia kalah dengan perjuangan terlebih dahulu.


" Terima kasih Nona Maria atas kesedian kesaksian nya di sini..." Maria hanya mengangguk pelan dan dia kembali duduk kembali ke tempat duduknya yang tadi.


Andre yang juga duduk di sebelahnya kini langsung menyentuh tangannya dengan genggaman yang erat. Dia tahu gadis itu rapuh tapi dia berusaha kuat untuk menyeret semua orang orang yang tidak adil.


" Kau tidak apa apa?" Bisiknya.

__ADS_1


" Aku baik baik saja..." Jawabnya dengan gugup.


" Tak apa kau sudah berjalan di jalan yang benar, semua yang kamu katakan tadi adalah kebenaran tidak ada yang kamu tambahi, jadi kau sudah hebat..." Andre memberikan semangat kepada kekasihnya itu dengan sedikit memberikan ciuman di tangannya yang membuat Maria tambah gugup.


Kegugupan karena masalah ini dan kegugupan yang dia alami oleh sikap manis Andre kini seakan menjadi satu. Getaran kecil itu kini nampaknya tak bisa di tutupi.



Sedangkan Anna dan Adriano kini menatap adiknya yang malah tersenyum lega bersama seorang laki laki membuatnya tambah geram. Selama beberapa hari ini mereka telah melindungi saksi yang menyerang mereka saat ini. Seakan dendam itu kini membara di kedua kakak untuk adiknya. Rencana yang di susun apik oleh Anna kini hancur seketika, harapan kini hanyalah harapan semata.


" Yang Mulia di saksi pertama kami sudah bisa menyimpulkan bahwa keluarga Peter adalah keluarga yang pandai bersandiwara selama ini. Mereka berpura pura baik demi namanya, dan mereka bisa melakukan semua cara untuk hartanya. Saya sebagai penuntut umum menyimpulkan bahwa semua tuduhan yang di berikan klien saya kepada Tuan Peter benar adanya. Tuan Peter tidak menghargai ikatan keluarga nya hanya sebuah harta, dan dia juga tidak menghargai ikatan persahabatan juga demi harta. Beliau bisa membunuh Tuan Yun demi hartanya..." Albert kini mengatakan semua argumen yang dari tadi dia debatkan dan dia kali ini menyimpulkan satu bukti yang hanya di bawah oleh satu saksi nya.


" Argumen dan kesimpulan anda kami terima Tuan Albert. Apa anda ada Argumen lagi untuk Tersangka?"


" Baiklah silahkan duduk..." Albert kini duduk kembali ke tempatnya, dia duduk di sebelah klien nya Zac dan Jonathan. " Silahkan pengacara pembela."


Hans yang tak sanggup kini menyuruh asistennya yaitu Violet yang akan berargumen di sana. Albert hanya menyandarkan punggungnya dengan menyilangkan dadanya ketika melihat langkah wanita yang dulu ada di hatinya. Albert bahkan menunggu perdebatan sengit antara mereka yang sesama membela klien dengan jalan yang berbeda. Saat ini jalan mereka berbeda, Albert berdiri di orang orang yang benar sedangkan wanita itu berdiri di orang orang yang salah.


" Saya adalah Violet pengacara pembela dari klien saya yang membantah semua tuduhan dari kubu sebelah..." Albert hanya tersenyum ketika wanita itu mengatakan hal itu. " Yang Mulia saya di sini ingin memangil orang yang sudah melaporkan klien saya."

__ADS_1


" Silahkan..." Jawab Hakim Ketua.


" Saya memanggil Tuan Zac Kozan untuk ke depan..." Bahkan Zac tetap tenang ketika namanya di panggil menjadi saksi di mana dia yang melaporkan ini semua tapi dia yang juga menjadi saksi untuk lawannya.


" Konyol..." Gumam Jonathan yang beranggapan ini semua adalah lelucon yang di tunjukan di pengadilan.


Zac kini yang langsung berdiri di depan semua orang kini menatap tajam ke arah Peter dan menatap nanar di pengacara pembela.



" Tuan Zac Kozan saya tidak perlu basa basi di sini karena kita semua sudah mendengarkan semua argumen yang di katakan oleh pengacara anda. Saya di sini hanya ingin bertanya satu hal kepada anda, kenapa setelah 22 tahun anda baru menuntut klien kami, jika anda yakin klien kami bersalah?, kenapa tidak dari dulu, semenjak kepergian awal dari Tuan Yun Paman anda?"


Zac tersenyum sinis ketika sebuah pertanyaan itu kini di lontarkan oleh penuntut pembela.


" Kita bertemu lagi di sini Nona Violet, beberapa hari yang lalu kami bertemu Yang Mulia, dia datang dengan membawa perdamaian kepada kami..." Jawabnya dengan tenang.


" 22 tahun kami tak menuntutnya karena saya pribadi sudah berjanji untuk tidak membawa kasus ini ke pengadilan tapi selama 22 tahun kami mencari semua bukti bukti yang kami serahkan, dan bukti itu kini cukup menyeret klien anda berada di sini."


" Bukti yang juga memanfaatkan gadis kecil untuk menyerang keluarganya, dan saya yakin itu adalah paksaan."

__ADS_1


" Saya keberatan Yang Mulia karena saksi yang saya bawah murni dan tidak ada paksaan..." Albert kini menyuarakan keberatannya.


" Keberatan di terima."


__ADS_2