
Bagaikan di sambar petir ketika laki laki misterius itu melihat berita dan nama serta foto dari sosok wanita yang dia kenal dalam keadaan bahaya. Laki laki itu tertegun dia langsung menatap tajam ke arah ponsel nya tersebut.
" Bagiamana mungkin ini terjadi..." Suaranya bergetar dia menekan nomer seorang untuk menanyakan hal yang sama.
Tapi lagi lagi panggilan itu tak ada jawaban sama sekali, dia menghubungi nya tapi tak ada jawaban apapun. Orang itu kini tambah panik ketika panggilannya malah tak ada jawaban apapun.
" Sial..." Dia dengan cepat berdiri, langkahnya yang besar dan wajahnya terlihat panik ketika semuanya seakan tak ada jawaban dari dirinya.
" Tuan maafkan saya besok jadwal anda pagi sekali sarapan bersama dengan CEO perusahan yang akan kita temui siang hari nya..." Sang sekretaris yang juga ada di sana kini tiba tiba berbicara tanpa melihat bos nya yang berubah wajahnya menjadi panik.
" Batalkan semua agenda kita, kita pulang sekarang."
Perkataan orang itu membuat sang sekretaris langsung menatap bos nya dengan tatapan serius dan tanda tanya. Bagaimana hal ini tiba tiba di batalkan semuanya belum mendapatkan apa yang mereka inginkan.
" Maaf Tuan anda tak bisa tiba tiba membatalkan semuanya secara tiba tiba seperti ini, kita sudah menunggu pertemuan ini hampir tiga bulan, dan sekarang tiba tiba anda membatalkan nya."
" Aku tak peduli dengan agenda kita kau dengar itu, aku bilang batalkan maka batalkan, aku ingin pulang hari ini juga..." Ucapnya dengan penuh penekanan.
Sang sekretaris hanya menghela nafas nya ketika bosnya seenak nya sendiri tiba tiba seperti ini.
" Maaf Tuan saya sebagai sekretaris anda tidak menyetujui anda tiba tiba membatalkan hal ini, karena kita sudah menunggu pertemuan ini secara tiga bulan. Jika kita tiba tiba membatalkan nya maka pihak perusahan yang akan terkena imbas nya, tak hanya itu beberapa investor tidak akan percaya lagi dengan anda."
__ADS_1
" Saya tidak peduli jika perusahan saya bangkrut ataupun para investor tidak percaya dengan saya. Yang terpenting sekarang kita pulang..." Tekad nya telah bulat dia harus pulang malam ini menyelamatkan kekasihnya yang saat ini dalam keadaan bahaya.
Pikirannya hanya kepada kekasihnya, dia tak peduli dengan apapun dia bahkan tak peduli jika semua yang dia punya akan hilang dari genggaman nya.
" Tuan maafkan saya, tapi saya tidak setuju dengan anda, anda bisa berkata anda tak peduli dengan para investor yang tidak percaya dengan anda, anda juga tak perlu khawatir jika perusahan anda bangkrut ataupun anda kehilangan semuanya karena anda mampu. Tapi bagaimana dengan nasib kami yang bergantung kepada anda, bagaimana nasib kami yang hanya mengandalkan pekerjaan ini, kami hanya orang miskin yang bekerja memenuhi kebutuhan kami, sedangkan anda terlalu muda untuk memenuhi kebutuhan anda selanjutnya. Anda egois memikirkan diri anda sendiri tidak memikirkan para pekerja lain yang berjuang sampai di titik seperti ini."
" Argh... sial..." Orang itu kini malah masuk ke dalam kamarnya kembali dia yang tadi bertekad untuk kembali pulang akhirnya memikirkan apa yang di katakan oleh bawahannya.
Lagi lagi orang itu panik, pikirannya kali ini benar benar kacau, sisi nya dia harus pulang menyelamatkan kekasihnya di sisi lain dia harus berada di sini untuk para pekerja nya yang selama ini ada untuk nya untuk membesarkan nama perusahan.
Bukan karena mencintai harta tapi apa yang di katakan oleh bawahan adalah kebenaran yang harus dia ketahui. Laki laki itu kembali menghubungi orang orang nya yang ada di sana.
📞 " Dasar bodoh kalian kemana saja dari tadi hah?" Orang itu kini langsung menyemburkan amarah nya ketika panggilannya telah di jawab oleh mereka.
📞 " Tidur kau bilang? kalian tidur dengan nyenyak di saat wanita ku dalam bahaya, kalian ingin mati di tangan ku!"
📞 " Apa yang terjadi bos kami tak tau apapun, sungguh."
Laki laki itu mengatakan bahwa wanitanya tengah di culik di rumahnya dan dia juga mengatakan bahwa dia juga tak bisa pulang. Pertemuan dengan orang penting yang tak bisa di cancel begitu saja, dia akan pulang setelah meeting bersama nya siang hari.
📞 " Cari dia sampai ketemu, dan bunuh siapa saja yang telah menyakiti bos wanita kalian, aku tak peduli bawah pelaku nya di kaki ku hidup atau mati, aku ingin menginjak kepalanya karena berani bermain main dengan ku..." Ucapnya dengan sinis sera rahangnya mengeras ketika dia mengatakan hal itu.
__ADS_1
📞 " Kami akan segera mencari nya malam ini juga bos, kami akan membawa pelaku di kaki anda, jika perlu kami akan membawa kepalanya kepada anda."
Panggilan itu pun terputus dengan begitu saja dengan orang orang nya segera bergerak mencari keberadaan bos wanitanya yang sedang di culik oleh seorang.
Sedangkan para media kini menyebarkan semua berita tentang kasus perampokan dan penculikan dan sang kakak yang bernegosiasi itu pun juga menjadi berita utama di setiap berita malam ini. Italia di gemparkan oleh berita berita hal tersebut. Tapi berita besar itu tak di lihat oleh Bryan dia terlalu sibuk mengurusi pekerjaan nya.
Bryan masih seperti biasanya berada di ruangan nya bersama para wanita wanita itu, dia tetap melayani para tamu dengan tetap tenang dan santai. Karena dia memang tak tau apapun tentang berita tersebut.
Sedangkan Sarah kini menunggu para penculik itu menghubungi nya tapi lagi lagi harapan itu di patahkan oleh harapan kosong, para penculik itu tetap tak menghubungi nya sama sekali, dia tetap tak mendapatkan nego dari mereka.
" Apa mereka belum mendengar apa yang saya umumkan?" Sarah mengusap wajahnya dengan kasar ketika dia tetap tak mendapatkan apapun dari sang penculik.
" Ya Tuhan saya mohon lindungi adik saya di mana pun dia berada, selamatkan nyawa nya Tuhan..." Doanya lagi dengan penuh tangisan yang tak ada hentinya dari tadi.
Dia seorang wanita yang tak bisa berbuat banyak kecuali hanya bisa menunggu di sana, menunggu membuatnya tak tenang, para police juga belum mendapatkan apapun dari hasil pencariannya.
Dia kembali berjalan mondar mandir di sana dengan sesekali berharap dia mendapatkan telpon tapi ponselnya tak bergetar sama sekali.
Sedangkan di tempat lain Amel saat ini sedang terikat dia belum sadar dari pingsan nya dia masih belum sadarkan diri. Beberapa penculik yang ada di sana hanya menunggu nya ketika bos dari mereka juga belum kembali entah kemana dia pergi.
" Di mana aku..." Amel mengerjapkan matanya ketika dia sadar dari pingsan nya. Dia menatap sekeliling nya dengan terkejut ketika dia sadar bahwa dia berada di mana.
__ADS_1
" Tolong lepaskan aku..." Teriaknya dengan kencang.