
" Honey bagaimana aku bisa tahu jika kau adik nya, bahkan aku tak pernah mencari tahu siapa kamu dan aku juga tak pernah menyelidiki siapa kakak mu..." Tentu saja Zac berbohong, dia pernah mencari tahu siapa nama dari kekasihnya tapi dia juga tak tahu bahwa dia adalah putri dari keluarga yang cukup tersohor di sini.
" Kakak apa yang di katakan Zac benar dia tak tahu bahwa kita adalah saudara, di data kita tak ada yang mengatakan bahwa kita adalah kakak beradik..." Val kini membela kekasihnya apa yang dikatakan kekasihnya memang benar.
" Dia memiliki kekuasan tak mungkin dia tak mendapatkan data kita Val, jangan bodoh karena cinta pada nya. Dia laki laki bajinga*, dia orang berbahaya..." Aiden menatap adik nya dengan berkata yang cukup kencang.
" Apa kakak memiliki bukti bahwa kekasih Val adalah bajinga* seperti yang kakak katakan..." Abhi tak bisa mengatakan apapun dia memang tak memiliki bukti apapun yang mengatakan bahwa laki laki di depannya ini adalah gembong mafia yang dari tadi dia tuduhkan.
" Kak lepaskan..." Val memberontak dengan keras.
" Kau masuk, kau tak aku ijinkan bertemu dengan laki laki bajinga* ini..." Ucapnya dengan tegas.
" Kakak aku sudah dewasa aku bisa menentukan pilihan ku."
" Sir Abhi jangan seperti anak kecil, aku dan Val saling mencintai, kau tak bisa tiba tiba melarang kami seperti ini..." Kini Zac yang bicara kepada laki laki yang sudah menahan amarahnya dari tadi.
" Omong kosong dengan cinta, aku tak peduli dengan cinta kalian. Aku akan melindungi adik ku dari laki laki bajinga* seperti mu..." Zac hanya terdiam ketika Abhi menunjuk muka nya dengan sangat marah.
" Sir Abhi kita bisa melupakan apa yang terjadi pada kita, to anda tak memiliki bukti bahwa aku adalah gembong yang anda tudukan pada ku dari kemarin."
" Dengar tuan Zac Kozan aku tak peduli bahwa kau mendekati wanita mana pun tapi jangan jadikan adik ku wanita mu, karena sampai kapanpun aku tak akan memberikan adik ku pada laki laki seperti mu..." Katanya dengan penuh penekanan.
" Kakak aku mencintai nya..." Perkataan Val mendapatkan respon dari kakaknya yaitu tatapan tajam dari kakaknya.
" Kau hanya di manfaatkan olehnya Val, buka matamu..." Val menghempaskan tangan kakak nya dengan kasar hingga cengkraman itu terlepas dari tangan nya.
" Aku tak pernah merasa di manfaatkan oleh nya kak, kami saling mencintai..." Jawabnya dengan berdiri di sebelah kekasihnya.
" Kami saling mencintai, aku akan meminta restu mu untuk menikahi adikmu."
" Tidak..." Tolaknya dengan cepat dan tegas. " Aku tak akan merestui hubungan kalian berdua. Kalian tak akan bisa menikah tanpa ada wali nya aku sebagai kakak nya Valarie..." Sambungnya lagi.
" Akan ku anggap kau mati jika Val tak mendapatkan wali."
Bug!! satu pukulan lagi dan Abhi segera mencengkram jas Zac dengan cepat. " Kakak lepaskan dia..." Val memisah mereka.
" Dengar Zac apapun akan ku lakukan untuk memisahkan kalian berdua dan akan ku tunjukan wajah asli mu di depan adik ku..." Katanya dengan sinis dan tegas.
__ADS_1
" Carilah bukti yang ingin kau tunjukan pada adik mu, kau tak akan menemukan apapun karena aku memang bukan orang yang kau cari..." Katanya dengan tenang.
Abhi yang ingin memukul lagi kini di tahan oleh tangan Zac, tangan Zac memegang erat kepalan tangan Abhi yang sudah akan menyentuh wajah nya lagi. Mata mereka saling bertatapan sinis serta mematikan.
" Aku bukan orang yang bakal diam saja ketika kau pukul untuk ketiga kali nya..." Suara Zac kini sudah berubah menjadi tegas bahkan Val baru pertama ini mendengar suara kekasihnya yang membuat bulunya merinding menakutkan.
" Kau pikir aku bakal diam saja ketika kau pukul lagi he, aku bukan orang bodoh..." Zac mendorong tubuh Abhi hingga mereka berjauhan.
Abhi kini mendekati laki laki itu, memberikan bogem mentah tapi kali ini Zac menghindarinya dan sedikit melawannya. Bug! satu pukulan di wajah Abhi membuat Val sedikit berteriak.
Bug!! Bug!! pukulan yang di layangkan Zac tak dapat di hidari, dengan tepat sasaran Zac melayangkan di wajah laki laki itu. Zac yang tak ingin bertengkar kini harus meladeni amarah laki laki ini.
" Hentikan, astaga kenapa kalian malah bertengkar..." Val yang berteriak tak di dengarkan oleh kedua laki laki yang sedang bertengkar di sana.
Adu jotos mereka tak dapat di hindarkan, mereka saling menyerang dan membalas satu sama lain. Abhi yang terbawa emosi kini selalu gagal jika melayangkan tangan nya untuk memukul lawannya, berbeda dengan Zac laki laki itu tenang hingga dengan muda membalas apa yang di serang oleh laki laki yang di depannya.
Semuanya berserakan di sana, gelas piring serta makanan sudah berjatuhan di sana. Suasana yang menyenangkan kini menjadi suasana yang menegangkan baginya. Senyuman dari wajah wanita cantik itu kini luntur menjadi tangisan.
" Kakak hentikan..." Val yang berada di depan Zac kini hampir saja mengenai tangan kakak nya yang akan memukul laki laki yang memegang kepalanya.
" Kakak keterlaluan..." Teriaknya dengan kencang. " Aku tak tahu apa yang ada dipikiran mu, kau menghancurkan pesta ku dan sekarang kau ingin membunuh kekasih ku..." Sambungnya dengan berteriak keras dengan air mata yang merembes dari matanya.
Aiden yang memegangi tubuh temannya mencoba menahan temannya agar tak melakukannya lagi. " Dengar Val kakak akan meminta Aiden untuk menikah mu, kau dengar itu..." Katanya dengan serius.
" Aku tidak mau kak, aku tidak mencintai nya, aku mencintai Zac..." Teriaknya juga dengan serius.
" Honey jangan berteriak kepada kakakmu..." Zac yang memegangi kepalanya yang mengeluarkan darah segar.
" Sayang kau tak apa?" Tanyanya dengan menyentuh kepala kekasihnya itu.
" Tak apa sayang..." Zac melirik Abhi yang menatap ke arah nya dengan penuh kebencian yang begitu dalam.
__ADS_1
" Kita harus kerumah sakit honey ayo..." Val membopong tubuh kekasihnya agar berpegangan kepadanya.
" Val kau ingin kemana?" Teriaknya sang kakak ketika melihat adiknya berjalan keluar bersama laki laki itu.
" Bukan urusanmu kak..." Balas nya dengan berteriak.
" Val..." Abhi yang ingin mengejar adiknya di halangi oleh teman nya Aiden yang dari tadi hanya diam di belakangnya.
" Aiden dia pergi bersama laki laki bajinga* itu, aku takur dia kenapa kenapa."
" Bro kalau lu mengejar Val dia akan semakin membenci mu, biarkan dia berpikir dulu. Mereka hanya akan kerumah sakit."
"Arg..." Teriaknya dengan kencang. Prang!! Abhi membanting gelas yang ada di sana.
" Lu sebaiknya mencari bukti bahwa apa yang lu katakan itu benar, jika Val tahu seperti apa kekasihnya dia akan menjauh kekasihnya itu. Jika kamu hanya lewat tuduhan dia tak akan percaya dan aku menjauhi mu..." Abhi berfikir apa yang dikatakan temannya itu benar.
" Kau benar aku harus mencari bukti kejahatannya..." Desisnya dengan pelan.
Aku akan mencari bukti juga agar Val membenci laki laki itu. Batin Aiden dengan senyum licik di bibirnya.
" Maafkan kakak ku honey..." Val meminta maaf kepada laki laki yang sedang duduk di dalam mobil.
" Tak apa sayang..." Zac di saat seperti ini dia masih saja bisa tersenyum.
" Berjanjilah kau tak akan meninggalkan ku dan kita akan berjuang bersama..." Val menatap kekasihnya itu dengan air mata yang bercucuran semakin deras.
" Sayang aku janji kita akan menghadapi ini bersama sama..." Zac memeluk wanitanya memberikan usapan lembut pada punggungnya agar wanitanya lebih tenang.
*Apapun yang terjadi kita akan tetap menikah Val, meskipun kakak mu menghalanginya dan kakakmu memisahkan kita, aku akan memperjuangan mu. Kakak mu tak akan mendapatkan bukti apapun untuk memisahkan kita berdua. Batin Zac dengan tetap mendekap tubuh kekasihnya.
Bersambung besok ya mak 😂*
Bantuin promosi dong mak 😄
Ini nomer mince ya mak 081324594302 kalian hubungi mince, kita ngehalu sama sam mak 😂 kalian jika mau hubungi mince pakai sandi ya mak, jawab pertanyaan mince.
Siapa nama abang mince yang masih ada darah sepupu dengan Jonathan Cristopher?, itu sandi nya para mak mak yang tahu.
__ADS_1
Ramaikan like dan komentar yuk mak, Vote dan hadiah juga sudah mulai masuk ya mak 😁 Beri pelindung juga boleh kok mak 🙏
Makasih ya mak 🙏🙏💋💋