
Violet yang langsung mengatakan kepada Hans bahwa negosiasi yang dia bawah gagal kini membuat sang pengacara itu kalang kabut, dia menjadi gelisah dan gusar bahkan wajahnya yang penuh keyakinan tadi kini lenyap seketika. Hans kini hanya bisa duduk dan kembali berdiri dia gusar dan menjadi tidak tenang, hukuman ada di depan mata dan semuanya tidak bisa di cegah lagi.
Jika Peter masuk ke dalam penjara maka aku akan terseret juga dan hukum pasti akan menjatuhkan kami berdua bersalah. Tidak tidak aku harus bicara kepada Peter. Batin Hans yang mulai ketakutan nama nya akan tersangkut kasus yang sama.
Hans yang tadi duduk kini langsung berdiri dan melangkah keluar dari ruangan tunggu untuk pengacara yang akan membuat dirinya bertemu dengan pengacara lawannya.
Ceklek!! sebelum Hans sampai ke pintu yang tertutup nyata nya pintu itu sudah di buka dulu oleh seseorang yang dia tahu. Hans tak mengenal orang tersebut tapi dia tahu siapa pengacara yang masuk ke sana, pengacara yang memiliki jam terbang meroket, namanya di kenal oleh orang orang yang memiliki uang banyak, dia pengacara setiap para pebisnis memiliki masalah. Hans yang tidak peduli kini seakan mengabaikan kedua orang yang masuk ke dalam sana dengan tetap berdiri di ambang pintu.
" Tuan Hans apa anda akan pergi?" Sapaan dari anak muda yang bertubuh tinggi itu membuat laki laki tua yang akan melangkah kini langsung terhenti.
" Anda tahu nama saya?" Hans tak menyangka bahwa pengacara yang begitu terkenal ternyata mengingat namanya.
" Tentu saya mengetahui nama anda, perkenalkan saya adalah Albert pengacara dari orang yang memasukan klien anda ke dalam penjara..." Senyum devil nya kini kembali terlihat oleh Albert sosok pengacara yang tidak akan ingin berdamai sama sekali.
__ADS_1
Hans yang mendengarnya kini langsung mundur satu langkah ke belakang dia harusnya sadar bahwa laki laki yang ada di depan nya ini adalah pengacara dari keponakan mendiang Yun. Hans kini menjadi pucat seakan tidak memiliki keberanian untuk menantang laki laki yang ada di depannya. Dia tahu pasti mereka akan kalah jika sudah berurusan dengan pengacara muda yang memiliki Motto pengacara yang tidak pernah gagal dalam membela klien nya.
" Jadi anda adalah lawan saya nanti pengadilan?" Hans kini masih meyakinkan dirinya agar dia lebih yakin.
" Duduklah Tuan Hans, tidak sopan jika saya berbicara dengan orang tua seperti ini..." Albert yang kini sudah duduk di kursi yang sudah di sediakan sedangkan Hans kini masih berdiri dengan rasa terkejutnya. " Jika anda tidak ingin duduk tak masalah tapi saya tegaskan di sini adalah saya beserta Tim saya sudah memasukan gugatan ini ke pengadilan tentu saja berama para Police dan klien saya menolak keras jalur damai yang anda bawah..." Albert kini tanpa basa-basi langsung mengatakan apa yang harus dia katakan.
Hans hanya bisa diam dia tidak tahu harus berkata apa selain hanya bisa mendengarkan apa yang di katakan oleh pengacara lawannya. Kesombongan nya kini lenyap seketika, rasa percaya diri kini hilang di bawah oleh angin kencang yang seakan tidak akan pernah bisa mengembalikan rasa percaya diri tersebut.
" Harta yang kalian akan berikan kepada kami adalah harta keluarga kami jadi anda tidak perlu repot memberikan kepada kami saat ini. Tapi nanti kami akan mengambil nya dengan cara kemenangan kami di saat klien mu di nyatakan bersalah dan di hukum seumur hidup. Kau tahu bahwa hukum kita tidak akan main dengan orang yang terbukti bersalah, mulai sekarang harusnya anda menyiapkan diri dari hal yang terbaik dan hal yang paling buruk sekalipun."
" Tuan Albert bisakah kita berdamai saja saya akan mengatakan kepada Peter agar mengembalikan semua milik dari Tuan Yun, saya pastikan dia akan mengembalikan semuanya tanpa ada yang terlewatkan sama sekali, anda bisa memegang kata kata saya..." Hans yang kini kembali kesadarannya langsung mendekati Albert menyentuh tangannya seperti memohon.
__ADS_1
Albert tentu saja menghempaskan tangan itu dengan kencang hingga terlepas begitu saja dengan kasar. " Jangan menyentuh saya dengan tangan kotor mu itu..." Ucapnya dengan sinis dan menatap tajam.
" Tuan saya mohon kasihani klien saya yang sudah tua, biarkan dia menikmati masa tua nya dengan tenang dan bersama keluarga nya, saya janji saya akan meminta Peter mengembalikan semuanya asal anda beserta klien anda menyabut semua gugatan ini, saya tidak akan bisa melawan anda dalam persidangan ini..." Rasa percaya diri yang di bangun Hans sewaktu bersama Peter tadi lenyap ketika mengetahui siapa pengacara lawannya di dalam pengadilan.
" Apa dengan mengembalikan semua nya masalah ini selesai?, apa klien kami hanya mengejar harta Paman Yun?, bahkan harta Paman Yun tidak ada setengah nya dari harya klien saya jadi jangan pernah mengatakan tentang harta di sini Tuan Hans. Yang perlu anda camkan adalah klien kami meminta keadilan untuk mendiang Paman Yun, kami hanya meminta agar nama Paman Yun di kembalikan kepada kami, harta yang kalian curi pun harus kembali kepada yang berhak dan menghukum orang yang sudah membunuh Paman Yun..." Albert menatap sinis ke arah Hans yang sudah ketakutan bukan main.
" Tuan Albert kita bisa bernegosiasi apapun dan saya jamin klien saya pasti akan menyetujui apapun yang klien anda inginkan saya janji klien saya akan mengembalikan semuanya yang sudah dia ambil dari Paman Yun."
" Kami tidak membutuhkan harta nya yang kamu butuhkan adalah keadilan untuk Paman Yun. Kenapa anda harus takut bukan kah nama anda tidak ada di gugatan?"
" Saya tidak takut Tuan tapi saya mengusahakan yang terbaik untuk kami semua..." Elaknya dengan cepat pikirannya kini kalut yang hanya bisa dia lakukan adalah memohon untuk berdamai.
" Yang terbaik adalah klien anda kalah di persidangan dan dia di hukum seumur hidup itu yang kami harapkan dari keadilan ini..." Albert kini langsung berdiri dia yang ingin meninggalkan tempat tersebut. " Kita sudahi negosiasi ini karena saya bersama klien saya menolak berdamai dan Tim saya juga sudah memasukan kasus ini ke pengadilan, jadi siapkan semuanya. Kita akan bertemu di dalam pengadilan dua hari lagi..." Albert kini langsung meninggalkan ruangan tersebut meninggalkan Hans yang terkejut karena mendengar kabar sidang pertamanya dua hari lagi.
__ADS_1
" Dua hari lagi mana mungkin sangat cepat..." Gumamnya.
" Jangan pernah meragukan Tim kami Tuan karena apa yang tidak mungkin bagi kalian bisa kami lakukan..." Asisten dari Albert yang tadi masih di sana menjawab apa yang dia dengar, sang Asisten kini sedikit menunduk dan kemudian menyusul bos nya yang sudah keluar terlebih dahulu.