Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Akhir Dari Balas Dendam Ini 2


__ADS_3

Adriano kini masih membabi buta menyerang orang tersebut, dia dengan cepat memukul wajah orang itu hingga darah segar keluar dari hidungnya. Sorakan itu kini menjadi riuh tak terkendali ketika seluruh tahanan yang ada di sana bersorak dengan cepat.


Orang itu kini menggulingkan posisi Adriano yang tadi di atas kini berada di bawahnya, orang itu kini memukul kembali wajah Adriano dengan cepat dia membalas apa yang di lakukan oleh Adriano tadi. Dia menghajar wajah Adriano dengan kencang, matanya kini kembali menjadi sasaran orang itu hingga luka lebam itu pasti terlihat.


Adriano mendorong tubuh orang itu kini kakinya memukul perut orang itu hingga dia terpental mengenai dinding. Suara tepuk tangan dari mereka semua kini menjadi ramai dan mereka tak ada niatan yang memisahkan mereka yang sedang saling menyerang.


Adriano kini kembali menghajarnya dengan menyerang orang itu, memepet nya di dinding dengan memberikan lututnya bersarang di perut orang itu. Orang itu kini lemas tak berdaya kini orang itu menghantam kepala Adriano dengan kepalanya.


Bug!! hantaman yang keras itu membuat Adriano mundur dengan memengang kepalanya yang terasa pusing. Matanya kini berkunang kunang ketika merasakan pusing yang menyerangnya. Orang itu kini melayangkan telapak kakinya mengenai wajah Adriano dengan cepat, darah segar kini kembali keluar dari hidung serta ujung bibirnya.


Orang itu kini mengambil apa yang dia sembunyikan di balik celana pendeknya, semua orang kini berteriak senang ketika melihat apa yang dia keluarkan dari saku celananya.


Jlep!!! Orang itu kini menusuk Adriano tepat di hatinya, dengan memeluk Adriano tusukan itu di putar dan di masukan lebih dalam hingga dia merasakan sakit yang begitu dalam.


" Selamat tinggal kawan, semoga kau tenang!! salam dari Dragon Red..." Bisiknya dengan mendorong Adriano dengan cepat.


Orang itu kini tertawa senang ketika misinya untuk menyingkirkan Adriano sudah selesai. Tusukan yang gunakan itu adalah sebuah sikat gigi yang sering di gunakan untuk senjata narapidana untuk menyerang orang atau mempertahankan tubuhnya dari serangan lawannya.


Di dalam penjara siapa yang kuat maka itulah yang menang, siapa yang bisa melumpuhkan lawannya maka itu lah yah akan menjadi bos di dalam penjara. Semua orang bersorak senang ketika melihat orang itu kini lumpuh, 30 orang yang berad di dalam sel itu kini merasakan kesenangan ketika melihat di antara mereka ada yang di lumpuhkan.


" Jangan berisik biarkan dia mati kehabisan darah! dia dengan sengaja ingin melukai putri bos kita Tuan Johan, biarkan dia sekarang merasakan kesakitan..." Ujar laki laki yang juga babak belur.


Sedangkan yang lain kini berjongkok menatap ke arah Adriano yang meminta tolong agar memanggilkan petugas. " Tolong.. aku tak ingin mati sia-sia di sini..." Suaranya tertahan ketika darah terus merembes keluar.

__ADS_1


" Hei tenang.. ada apa ini?, kenapa dia?" Ketika petugas yang datang menghampiri mereka melihat Adriano terkapar dengan darah yang terus merembes.


" Kau bertengkar dengan dia lagi?" Kedua orang petugas dengan cepat membawa Adriano untuk menyelamatkan dirinya. Sedangkan satu police lainnya kini mencari tau apa masalah nya.


" Tidak ada yang bertengkar Sir, dia ingin menghabisi dirinya dan kami menghalanginya jika kami gagal menghalanginya kami tak tahu maafkan kami..." Orang itu tentu saja tak akan mau mengakui apa yang terjadi.


" Benar Sir dia ingin menghabisi dirinya sendiri..." Semua orang yang di sana kini juga menutupi kejadian awalnya. Kini semua police segera keluar dari dalam penjara.


Semua orang narapidana kini bersorak senang setidaknya misi mereka berhasil untuk memberikan pelajaran kepada Adriano.


Sedangkan di tempat lain kini Peter Mengerahkan tangannya, bibirnya bergumam memanggil nama putrinya yang masih hilang entah kemana.


" Anna.. Anna.. Anna..." Panggilnya dengan pelan dengan dia yang memejamkan matanya.


Sedangkan di luar ruangan Violet kini masih setia menemani kliennya yang masih di tangani oleh dokter. Dia tak tega jika meninggalkan laki laki tua yang sudah tidak memiliki siapapun.


Violet tak tega jika meninggalkan laki laki tua yang tak sadarkan diri karena rasa terkejutnya anaknya melarikan diri dan menjadi buronan.


" Kau di sini?" Bariton dari laki laki yang dia kenal kini membuat wanita itu langsung menatapnya dengan singkat.


" Untuk apa kau datang ke sini?" Tanyanya dengan ketus.


" Untuk melihat dia sudah meninggal atau belum, karena aku ingin berduka jadi aku berharap dia mati..." Laki laki itu kini dengan tenang menjawabnya dengan matanya menatap ke arah Peter yang tidak sadarkan diri.

__ADS_1


" Dari dulu kau selalu kejam Al..." Violet kini mencibirnya dengan memandangnya dengan tatapan tajam.


" Terima kasih atas pujian mu..." Albert kini tersenyum dengan sikap tenangnya. " Baiklah aku pergi saja aku tidak jadi memberikan penghormatan terakhir kepada nya."


" Albert tunggu..." Albert yang melangkah kini menghentikan langkahnya dan kembali menatap kearah wanita itu. " Bisa kita bicara sebentar?"


" Apa yang ingin kau bahas?, aku rasa masalah klien kita sudah jelas dan klien mu sudah di nyatakan bersalah! apalagi yang ingin kau bahas?" Albert kini memasang harga tinggi untuk sekedar berbicara dengan wanita itu.


Dia berusaha lari dari kenyataan, dia tak ingin merusak rumah tangga orang lain. Wanita tak hanya satu banyak wanita yang mengantri untuk dirinya saat ini.


Violet membuang nafasnya dengan berat dia menatap kearah Albert dengan tatapan sendunya dia tak bisa membohongi hatinya kali ini, dia ingin sekali meminta maaf atas tindakan kemarin, dia ingin memeluk laki laki itu mengatakan rindu tapi dia berusaha untuk tetap tak melakukan hal gila itu.


" Ada hal yang ingin aku bahas dengan mu! sebenarnya bukan masalah klien tapi masalah lain yang ingin aku bahas."


" Bukankah kau sendiri yang melarang ku untuk membahas masalah lain selain masalah klien heh?, kenapa sekarang kau ingin membahasnya?"


" Al tak bisakah kau hanya diam!, jika kau tak ingin bicara dengan ku maka tak usah dan lupakan..." Violet kini menahan rasa kesalnya ketika di tolak oleh laki laki yang memaksa kemarin.


" Mobil ku atau mobil mu?" Albert langsung meninggalkan Violet setelah berkata seperti itu.


Violet yang melihatnya kini hanya menghela nafasnya kembali ketika Albert kemudian pergi meninggalkan dirinya. Albert kini sedikit menyunggingkan senyumnya ketika wanita yang keras kemarin kini mengikuti langkahnya untuk dia yang ingin bicara kepada nya.


Albert kini masuk ke dalam mobilnya dan di ikuti oleh Violet yang juga ada di sana.

__ADS_1


Kita lihat apa yang ingin di bahas oleh wanita keras kepala ini. Batin Albert dengan tenang.


__ADS_2