Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Season2_ Tragedi Pesawat 1


__ADS_3

Perjalanan dari negara A ke Italia cukup memakan waktu lama, di dalam pesawat Alinna tetap mengerjakan Sketsa yang akan di tunjukan untuk ikut berebut tender yang apik untuk sebuah perusahan yang akan di bangun di sana, anak perusahan pertambangan.


" It's ok baby, mom akan berhenti.." Alinna merasakan sedikit kram pada perut nya, Alinna mengelus perut nya dengan lembut sambil menyandarkan punggung nya.


" Permisi saya ingin air putih.." Alinna meminta kepada Pramugari yang melintas di sebelah nya.


" Anda tidak apa apa nyonya?" Sang Pramugari bertanya ketika sudah memberikan air putih kepada nya.


" Hanya sedikit kram tapi tak apa.." Jawab nya dengan lembut.


" Jika ada apa, anda bisa memanggil kami.." Alinna hanya mengangguk pelan.


Sang pramugari segera meninggalkan Alinna yang menyandarkan punggung nya dengan mengelus perut nya yang terasa kram, dengan memejamkan mata nya dia mengatur nafas nya agar sedikit mengurangi rasa sakit para perut nya.


__ADS_1


" Nyoya Alinna, apa itu anda?" Bariton laki laki yang asing membuat nya membuka matanya.


" Tuan Zac.." Desis nya dengan pelan.


" Apa nyoya baik baik saja?, kenapa keringat anda banyak sekali nyoya?, apa anda merasa panas di sini?" Zac memborong semua pertanyaan.


" Tuan saya tidak apa apa, hanya saja perut saja sedikit kram, mungkin bayi saya marah karena saya terlalu keras bekerja."


" Sebentar.." Zac berbicara kepada penumpang yang di sebelah Alinna. " Tuan saya boleh tukar tempat duduk, dia teman saya perut nya sedang sakit, saya hanya ingin memijat nya agar mengurangi rasa sakit pada perut nya.." Perkataan nya membuat Alinna tak menyangka bahwa laki laki itu akan mengatakan hal itu.


Penumpang yang berada di sebelah Alinna menatap nya dengan merasa kasihan. " Baiklah.." Kata nya dengan berdiri.


" Apa yang anda lakukan tuan?, itu menyalahi prosedur.." Alinna nampak marah kepada laki laki yang duduk di sebelah nya.


" Tak apa jika urgent, lagian tak ada yang melihat nya.." Bisik nya Zac. " Miringkan tubuh mu nyoya, saya akan memijat pelan punggung anda agar mengurangi rasa sakit pada perut anda.." Ucap nya dengan memerintah.

__ADS_1


" Tidak tuan, saya tidak ingin merepotkan anda.." Alinna menolak halus.


" Tidak merepotkan nyoya, jika anda tak segera mengurangi rasa sakit pada perut anda, bayi anda kasihan karena merasakan sakit juga.." Alinna hanya terdiam. " Ayo nyoya Alinna miringkan tubuh anda, saya tidak akan macam macam di sini.." Sambung nya dengan menatap lekat wajah wanita yang sedang menahan rasa sakit.


" Bukan seperti itu tuan, saya hanya tak ingin merepotkan anda.." Alinna tetap menolak halus apa yang ingin di lakukan Zac untuk mengurangi rasa sakit pada perut nya.


" Sudahlah nyoya jangan mendebat saya, sebaiknya anda segera memiringkan tubuh anda.." Alinna tak mengatakan apapun lagi, dia menurut apa yang di katakan Zac, dia memiringkan tubuh nya membelakangi Zac yang mulai mengelus punggung Alinna dengan lembut dengan sedikit memberikan pijatan kecil agar otot yang ada di punggung Alinna lebih rileks dan tak tegang.



Alinna merasakan sakit nya berkurang ketika tangan kekar Zac mulai memijat pelan punggung nya dan mengelus dengan lembut. Kenyamanan yang belum dia rasakan adalah perhatian dari laki laki ketika merasakan sakit pada perut nya. Jika ini terjadi biasa nya Elle yang melakukan nya, tapi sekarang dia tak ada di sini.


" Aduh sayang nya sama istri, hingga mau pijatin meskipun di dalam pesawat, pasangan yang sangat romantis.." Celetuk salah satu orang yang melihat adegan mereka berdua.


Alinna dan Zac merasa canggung, jika bukan karena sakit pada perut nya yang seperti ini dia juga tak akan mau di pijet oleh Zac. Alinna mulai memejamkan mata nya ketika tangan Zac tetap menyentuh punggung nya yang masih di lapisi baju.

__ADS_1


Zac sadar bahwa wanita itu tengah tertidur, Zac membenarkan posisi Alinna agar lebih nyaman untuk beristirahat. Zac menatap Alinna yang memejamkan mata nya, tangan nya menyentuh pipi Alinna dengan sedikit mengelus nya dengan lembut, Zac juga mengambil sapu tangan yang ada di saku celana nya, mengelap keringat Alinna yang keluar karena tadi menahan rasa sakit, dengan sabar dan telaten Zac menyingkirkan keringat itu yang membasahi kening wanita yang sedang terlelap dalam mimpi nya.


" Dimana suami mu?, hingga kau hamil sebesar ini kau tak di temani naik pesawat.." Dialog nya sendiri dengan pelan.


__ADS_2