Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Ambisi Marco 2


__ADS_3

Pagi ini Zac serta Steve sedang berada di dalam sebuah privat room meraka sedang menunggu satu klien yang ingin bekerja sama dengan perusahan miliknya, Zac membawa kontrak yang di sudah ada di tangan nya, dia kembali meneliti semuanya dengan satu persatu di sana.


" Maafkan saya Tuan Zac saya terlambat..." Suara yang mungkin sudah di lupakan oleh Zac membuat dirinya segera menatap ke arah ambang pintu.


Steve yang ingat suara itu kini langsung siap merogoh saku nya yang ada pistol di sana. Pistol yang selalu dia bawa kemana dirinya pergi.


" Kau?" Zac yang awalnya terkejut kini menguasai dirinya kembali ketika menatap laki laki itu dari dekat.


" Kau terkejut kawan?, apa kabar mu?, aku sangat merindukan bos lama ku..." Jawabnya dengan santai dengan duduk di depan Zac dengan gaya nya yang sombong.


" Tak ku sangka kau ternyata CEO yang mengantikan anak Tuan Liem..." Senyumnya kecut.


" Tak mengejutkan bahwa kau tahu perusahan ini."


" Tak hanya perusahan ini bahkan aku juga tahu seperti apa kau menggulingkan anak Tuan liem yang menjijikan itu..." Senyum yang dari tadi berkembang kini menghilang ketika Zac ternyata tahu seperti apa laki laki yang ada di depannya menjadikan dirinya seorang CEO seperti sekarang.


" Kau dari dulu selalu di depan ku..." Katanya penuh penekanan.


" Kau dan aku berbeda Marco, kau dan aku memiliki ambisi yang berbeda. Aku berambisi menjadi pimpinan karena aku berusaha keras dengan cara ku yang benar, sedangkan kau berambisi menjadi pimpinan dengan usaha kotor mu, menjijikan sekali..." Hinaan itu membuat Marco langsung diam seribu bahasa, bahkan hanya kilatan kemarahan di mata laki laki itu.

__ADS_1



" Bukan kah aku benar?" Tanyanya dengan menyilangkan kedua tangan di dada nya. Dia menatap sinis ke arah laki laki itu. Bahkan sikapnya masih tetap tenang dan tak goyah sama sekali. Tenang seperti air tapi dia bisa menghanyutkan lawan nya dengan satu pusaran yang mematikan.


" Kenapa kau diam?, di mana nada sombong mu tadi?, apa kau pikir aku tak tahu cerita anak Tuan Liem. Tapi aku tak menyangkan bahwa kau yang sengaja menggulingkan nya dari jabatan dan menjebaknya..." Senyum sinis dari laki laki gondrong itu membuat Marco diam. Dia tak bisa menjawab apapun karena semuanya benar.


Marco waktu itu sengaja menjadikan Ken sahabat baiknya, dia masuk ke dalam lingkaran Ken yang saat ini kinerja nya begitu cemerlang dan menjadikan dirinya laki laki muda yang sukses di dunia bisnis Jepang nya. Tapi karena ambisi yang tinggi, Marco sengaja menjebaknya, memberikan obat bius bersama seorang wanita dan wanita itu melaporkan dirinya atas kasus pelecehan dan berita itu terhembus angin kencang oleh media. Waktu itu Ken langsung mendapatkan teguran keras dari semua penanam saham di sana, tapi tak hanya itu beberapa hari berikut nya wanita itu bunuh diri dengan mengatakan bahwa dirinya telah di ancam oleh Ken. Saham perusahan turun drastis, dan semua nya sepakat untuk menurunkan Ken dari jabatan dan mengantikan dirinya dengan sahabatnya Marco. Usul yang Ken sarankan waktu atas permintaan Marco yang berkedok agar dirinya yang bekerja dan Ken bekerja lewat belakang tapi nyatanya setelah mendapatkan kedudukan itu semuanya terbongkar karena itu semua hanya sengaja di jebak oleh sahabatnya itu.


" Tutup mulut mu dan lakukan tanda tangan kontrak itu, aku ingin kau menjadi klien ku untuk pertama kali nya agar semua penanam saham bangga pada ku karena kau kembali bekerja sama dengan ku..." Perusahan Zac duku bekerja sama dengan perusahan Ken dalam hal produksi dan pengiriman. Tapi semenjak kabar terdengar bahwa Ken di turunkan dari jabatannya dan di gantikan oleh seseorang dia mengutus kepercayaan nya untuk tak memperpanjang kontrak nya yang sudah habis waktu itu.


Zac tertawa dengan renyah di sana, dia menatap laki laki itu dengan rasa geli nya. Marco hanya mengerutkan kening nya dengan bingung. Laki laki gondrong itu dari dulu memang sulit di tebak dan di dekati. Hati dan pikirannya tak ada yang tahu selain dirinya sendiri.


" Aku memang ingin menghancurkan mu dulu, tapi sekarang aku sudah memiliki semuanya. Semuanya yang aku punya jadi aku sudah tak membutuhkan dirimu lagi untuk menjadikan aju di pandang oleh orang..." Ucapnya dengan penuh penekanan.


Zac hanya mengangguk pelan mengerti dengan apa yang di katakan oleh laki laki itu.


" Kau ingin aku tanda tangan kontrak ini?" Marco mengangguk dengan senyuman.


Satu langkah lagi Marco. Batin nya dengan tersenyum senang di sana.

__ADS_1


Krek!! Mata Marco melotot tak percaya ketika surat kontrak itu di sobek oleh laki laki itu. Senyum tipis dari Zac hanya dapat tatapan sinis dari Marco.



" Kau pikir aku bodoh?, kau pikir aku ingin bekerja sama dengan orang yang ingin menghancurkan aku di masa lalu?, jangan naif Marco. Aku bukan orang yang muda kau tipu. Aku hanya ingin tahu seperti apa sahabat dari ken yang sudah menggulingkan dirinya..." Marco hanya diam seribu bahasa kali ini. Dia menatap Zac seperti ingin memakannya sedangkan Zac tetap tenang seperti biasanya dia lakukan.


" Kau..." Tunjuk Marco dengan kehabisan kata kata kali ini.


" Aku akan mengatakan kepada seluruh perusahan bahwa kau tak berhak mendapatkan kontrak dari kami karena sekali kau mengkhianati kami maka selama nya kau akan tetap Mengkhianati kami."


" Silahkan katakan saja, semua orang tak akan percaya pada mu..." Marco kini tertawa merasa ancaman itu hanya omong kosong untuk melawan dirinya.


" Kita lihat kau atau aku yang lebih di percaya mereka?, kau atau aku yang di takuti mereka?, kau atau aku yang memiliki nama di pasaran saham selama ini?, dan kau akan tahu seperti apa kekuasan Zac Kozan di pasar perusahan..." Marco langsung diam seribu bahasa dia tak berkutik sama sekali, tantangan terberat nya saat ini adalah melawan laki laki gondrong yang memiliki kekuasaan lebih dari nya.


Zac hanya tersenyum sinis sebelum akhirnya dia pergi meninggalkan tempat privat room itu. Meninggalkan Marco yang penuh kekesalanan. Jika apa yang di katakan oleh Zac tadi benar, habislah riwayat nya.


" Arghh... sial..." Umpatnya dengan nada marahnya bahkan gebrakan meja yang cukup keras membuat minuman yang ada di sana tumpah seketika.


Marco mengusap wajah kasarnya, semua yang dia lakukan akan percuma jika saat ini akan di rusak oleh laki laki tadi. Semua orang akan lebih percaya padanya, semua orang akan lebih takut mendengar namanya, jangan namanya mendengar suara langkah sepatunya saja akan merasa merinding. Jangankan orang lain dirinya sendiri sebenarnya juga takut jika harus berhadapan langsung seperti tadi.

__ADS_1


__ADS_2