
Di rumah yang terlihat tak berpenghuni itu membuat semua orang yang ada di sana kini berhati hati untuk masuk, mereka begitu pelan agar tak terdengar oleh siapapun jika memang ada orang yang ada di sana.
Maria dan Suhu kini menatap sekelilingnya, mata Maria menangkap satu jendela yang rusak yang di buka paksa oleh seseorang. Maria kini tersenyum yakin bahwa wanita yang di cari kini ada di tempat ini. Rumah yang di anggapnya sampah kini malah di jadikan tempat persembunyian oleh dirinya sendiri.
" Aku yakin dia ada di sini Suhu..." Bisiknya dengan begitu pelan.
" Kau yakin?"
" Lihatlah jika jendela ini di rusak oleh pencuri maka tak akan seperti ini, maka jendela ini akan terbiarkan terbuka tapi karena yang merusak ini adalah wanita sihir itu maka jendela ini di tutup kembali agar tak ada yang curiga kalau dia ada di sini..." Bisiknya lagi dengan pelan.
" Ayo masuk..." Kini Suhu yang memimpin kali ini menyuruh mereka untuk masuk dengan pelan, mereka harus masuk sangat pelan agar tak menimbulkan suara kecil apapun.
Mereka yang kini sudah masuk di sambut oleh debu debu yang sedikit berterbangan serta sinar matahari langsung menerobos masuk ke dalam rumah yang dari kemarin tertutup rapat.
Maria kini berjalan menuju ke sebuah kamar yang pintunya kini sedikit terbuka, dia yakin bahwa wanita yang di cari ada di sana. Maria dan beberapa orangnya kini hanya bisa melihat dari luar pintu kini sedikit tersenyum ketika melihat sosok yang mereka cari ada di sana dengan tertidur begitu lelap.
Suhu dan Maria kini secara perlahan masuk ke dalam kamar dengan begitu pelan, mata Maria kini melihat ada sebuah air. Maria dengan sengaja menyiramkan air itu kepada wajah wanita yang tengah tertidur.
" Auw..." Teriaknya dengan rasa terkejutnya.
" Selamat pagi Nyonya besar..." Sapa Maria dengan tersenyum sinis.
" Kau..." Matanya kini menatap semua orang yang sudah mengelilinginya. " Bagaimana mungkin kalian menemukan ku?" Ujarnya dengan gugup. Badannya kini gemetar tak karuan ketika melihat dia yang sudah di kepung oleh beberapa orang.
__ADS_1
" Rumah sampah ini adalah rumah ku Nyonya besar, kenapa anda bisa datang kemari?, kemana rumah mu yang seperti istana itu?" Tanyanya dengan nada yang mengejek serta penuh penekanan.
" Jangan memancing amarah ku Maria..." Anna kini terbangun dari duduknya tadi, dia turun dari ranjangnya dan segera di tahan oleh Suhu yang juga berdiri di sana.
" Lepaskan aku.. urusan kalian sudah selesai dengan Ayah ku, jadi biarkan aku pergi.. minggir..." Katanya dengan sedikit mendorong tubuh Suhu tapi sayangnya kekuatan wanita itu tak sebanding dengan kekuatan Suhu.
" Tapi sayangnya Kakak Ipar aku masih memiliki urusan dengan mu?, bukankah sudah ku katakan bahwa aku akan mengejar mu sampai kapan pun..." Maria kini yang berbicara di tatap tajam oleh dirinya.
" Minggir aku akan pergi jika kalian tak menyukai aku di sini...." Tangannya kini masih berusaha untuk mendorong tubuh Suhu tapi lagi lagi wanita itu tak bergerak sama sekali dari dia yang berdiri.
Kedua orang laki laki yang dari tadi melihatnya kini dengan segera menangkap tangan dari Anna, mencekal nya dengan erat. Mata Anna menatap ke arah kedua laki laki itu dengan tatapan tajamnya.
" Lepaskan aku.. urusan kalian dengan Ayah ku bukan dengan ku.. lepaskan aku..." Anna memberontak dengan keras dia berteriak seakan dia tak ingin di bawah oleh mereka semua.
" Lepaskan aku.. lepaskan aku..." Anna memberontak dengan kuat ketika dia harus di bawah paksa oleh mereka semua. " Lepaskan aku.. aku tidak mau di penjara, lepaskan aku.. aku akan pergi dari kalian, tapi aku mohon lepaskan aku..." Sambungnya dengan histeris tak karuan ketika dia sama sekali tak bisa kabur dari orang orang tersebut.
Anna kini yang di bawah keluar dari kamar itu kini tetap memberontak kuat, Anna kini dengan kencang mengigit tangan salah satu dari mereka hingga tangan nya terlepas sedangkan yang satunya kini di tendang oleh Anna hingga membuatnya merintih kesakitan.
Maria dan Suhu hanya melihat Anna yang ketakutan serta panik tak karuan di sana. Anna kini lari menuju pintu dan di sana ada beberapa penjaga yang menjaga pintu keluar itu. Anna kembali berlari masuk ke dalam rumah itu mencari jalan keluar agar dia bisa kabur dari sana. Tapi sayangnya jendela yang membuat dia masuk kini juga di jaga oleh laki laki tegap.
" Minggir aku ingin keluar dari sini.. Minggir...." Anna kini mendorong tubuh laki laki tegap itu tapi tak membuat laki laki bergerak. " Minggir..." Teriaknya lagi.
Bug!! Anna terpental ketika orang itu dengan sengaja mendorong tubuh Anna dengan kencang, tubuh Anna kini terjatuh di lantai yang kotor. Anna merasakan sakit kepada panta* nya yang terpental.
__ADS_1
" Kau tak bisa lari dari sini Kakak Ipar, kau harus terima jika kau masuk ke dalam penjara, terima saja kau di sana. Kau akan senang berkumpul dengan keluarga kesayangan mu..." Ejek Maria dengan tersenyum penuh kemenangan.
" Tidak.. tidak akan ku biarkan kalian menangkap ku dan membawa ku ke dalam penjara...Tidak..." Anna kini bangun dan terus berlari kini dia berlari naik ke atas tangga, dia mencari jalan keluar dari atas.
" Menyusahkan..." Ucap sinis dari Suhu kini membuat semua orang mengejar wanita itu yang melarikan diri dari tadi.
Kini semua orang mengejar Anna termasuk Maria yang juga mengikuti Anna yang berlari menuju ke lantai atasnya. Anna tak menemukan apapun tapi dia kini berdiri di atas balkon suatu ruangan.
" Jangan mendekat Maria, jika kau mendekat aku pasti akan lompat dari sini..." Ancamnya dengan menatap ke arah bawa balkon tersebut. Matanya menatap tanah yang ada di bawa sana dengan kembali menatap Maria yang juga berdiri tak terlalu jauh dari dirinya.
" Jangan lakukan ku mohon..." Liriknya dengan sedih tapi kemudian dia ketawa dengan keras.
" Kau pikir aku akan menghalangi mu untuk tidak lompat dari sana?, lompat lah aku tak peduli, jika kau mati pun aku juga tak peduli karena kau bukan siapa siapa ku sekarang, kau hanya musuh ku bukan saudara ku lagi..." Maria menekan kata katanya dengan berjalan mendekati Anna.
" Kau seperti monster sekarang Maria."
" Seorang pendiam memiliki sosok monster yang tertidur di tubuhnya dan kau yang membangunkan monster tersebut..." Ucapnya dengan tajam.
" Jangan mendekat atau-"
" Lompat lah aku tak peduli kau hidup atau mati sekali pun..." Katanya setengah berteriak.
__ADS_1