
Steve kini masih terus memompa pinggulnya dengan irama kencang, membuat wanita itu benar benar terguncang hebat. Jenni hanya bisa pasrah di bawah kungkungan kekasihnya itu. Kini Steve melepaskan penyatuhan itu menganti posisi kembali. Jenni kini naik ke kursinya, menghadap kebelakang dengan setengah berjongkok Jenni memasukan benda tumpul itu. Sandaran kuris itu kini menjadi pemegang agar dirinya tetap bisa mengontrol gerakannya. Jenni kini menaik turunkan tubuhnya yang pelan. Kini tangan Steve juga berada di pinggul wanita itu, dia juga ikut mengerahkan pinggul wanita nya. Tangan nya meremas pinggul itu dengan kencang, membuat wanita itu menggeliat di sana.
Posisi yang sangat membuat wanita itu terasa bahwa jagung itu menggoyahkan intinya dengan sangat nikmat. Jenni kini kembali menaik turunkan badannya dengan sangat liar dengan mencengkram sandaran kursi itu agar dirinya tetap bisa menahan tubuh itu. Steve hanya diam melihat sang kekasih kini yang bekerja dengan instingnya sendiri.
Posisi seperti ini sungguh membuat jagung itu terasa terhimpit oleh benda sempit itu. Kini bibirnya mengingat pelan pundak Jenni yang mulus di depan matanya, kadang tangan itu juga sedikit menjambak rambut itu hingga membuat kepalanya tertarik kebelakang. Steve dengan cepat mendaratkan ciuman di pipi itu. Kadang tangan nya juga berada di leher Jenni dengan sedikit memberikan godaan serta turun membelai dada kekasihnya yang mengera* sedari tadi.
" Ugh...Steve...." Desaha* kecil itu sungguh membuat Steve tak tahan, gairah* nya yang sampai kepuncak itu kini membuat nya tak bisa bernafas normal. Tangan yang merema* benda itu kini di tarik oleh Jenni agar menyentuh klitori* nya. Steve tahu betul maksud wanita itu dengan cepat memainkan benda kecil yang yang tadi dia nikmati itu.
" Ah.. sayang.. ah..." Erangnya tak tahan ketika merasakan nikmat serta geli yang menyasar bagian tubuh bawah nya. Bibir itu kini kembali menggigi* pundak mulus itu hingga membuat wanita itu menggeliat merasakan sentuhan di sekujur tubuh nya.
Jenni masih dengan gaya nya yang menaik turunkan tubuhnya dengan cepat dengan jemari Steve yang masih berada di klitori* nya. Kini Steve kembali melepaskan nya kini dia membalikan tubuh Jenni, mengendong tubuh wanita nya tak luput jagung itu juga kembali bersarang di sana. Kini tubuhnya di sandarkan di lemari es yang ada di dapur. Kedua kaki itu kini melingkar dengan sempurna di pinggang Steve serta kedua tangan nya juga di kalungkan di leher Steve dengan erat. Steve kini kembali memompa pinggulnya dengan posisi seperti ini. Hentakan pada pinggul itu begitu liar dan cepat hingga membuat wanita itu kembali mengeluarkan desaha* yang sungguh membuat laki laki itu tak berdaya. Kini mereka saling berciuman dengan sangat rakus, hentakan pada pinggul itu begitu cepat membuat tubuh wanita itu bergoyan* hebat di dalam gendongan Steve. Lemari es yang ada di sana yang mereka jadikan sandaran kini juga hampir bergoyang karena hentakan pada pinggul itu yang terlalu cepat.
" Ah.. Sayang.. ini sungguh nikmat.. kau milik ku, sampai kapan pun.. ah..." Gerama* yang membuat wanita mana pun akan merasa tersanjung karena ungkapan cinta dari laki laki yang dia cintai.
__ADS_1
Ada yang mengatakan bahwa jangan pernah percaya dengan seseorang yang mengatakan cinta disaat sedang bercinta karena itu semua hanya omongan sesaat karena mereka merasakan kenikmatan yang begitu tinggi.
Percintaan panas itu membuat kedua orang itu benar benar mabuk kepayang, mereka tak ingin menyudahi adegan panas yang begitu nikmat mereka rasakan sekarang. Bahkan kenikmatan yang kemarin dengan yang ini masih lebih nikmat yang sekarang. Kini mereka masih saling menggapai kenikmatan yang begitu mereka cari dari tadi. Hentakan demi hentakan dari Steve mampu membuat wanita itu tak bisa menahan dirinya untuk tak mengera* dan mendesa* di setiap sentuhan Steve berikan sedari tadi.
" Sayang aku ingin keluar..." Erangnya tak tahan ketika tusuka* kali ini sungguh dalam.
" Sayang kita akan bersama, tunggu aku..." Geraman Steve dan desaha* panjang dari Jenni kini membuat mereka saling menekan satu sama lain, saling meluma* dengan sangat rakus seakan mereka kehausan satu sama lain.
Steve kini menekan sepenuh nya kearah lubang kenikmatan itu, Jenni juga sedikit menekan panta* nya ketika menerima tekanan yang begitu dalam. Seakan jagung itu mampu menyentuh rahim nya yang ada di dalam sana. Mereka saling melepaskan kenikmatan yang dari tadi mereka cari. Kini pelepasan itu sama sama mereka keluarkan secara bersamaan, hingga denyuta* mereka sangat terasa. Jagung Steve seakan tergigit ketika denyuta* milik Jenni begitu terasa, sedang jagung yang berdenyut itu juga sangat terasa oleh milik wanita itu. Mereka masih saling memejamkan matanya menikmati pelepasan yang begitu nyata di bawah sana. Keringat itu kini saling menempel sepenuhnya di tubuh mereka, tato laba laba itu kini juga menempel dengan keringat yang sudah menjadi satu. Nafas mereka masih memburu, jantung mereka masih sama sama memompa begitu cepat. Mereka saling menempelkan kening dengan mata yang terpejam.
" Aku ingin ke toilet sebentar oke..." Jenni lagi lagi mengangguk dan ciuman manis kini menyasar kening wanita itu begitu manis. Jenni mengembangkan senyuman nya ketika ciuman manis itu dia dapatkan dari kekasihnya.
Steve kini mengambil baju dan celana nya yang berserakan di lantai, dirinya lebih memilih untuk masuk ke dalam kamar mandi sebelah dapur itu. Steve dengan segera membersihkan tubuhnya yang terasa sangat lengket karena keringat yang begitu membakar tubuh kekarnya itu. Steve menatap dirinya di cermin dia memandangi dirinya yang sudah memakai kaos nya.
__ADS_1
" Aku harus berkata terus terang dengan Tuan Zac, aku akan memperjuangkan cinta ku, aku yakin Tuan Zac akan mengerti tentang ini semua. Aku sekarang sadar bahwa aku sudah masuk ke perangkap cinta agen CIA itu. Tapi aku juga tak bisa mengabaikan tugas tugas ku, Aku akan mengatakan semuanya sebelum tuan Zac menemukan bahwa Jenni adalah agen CIA..." Ucapnya sendiri dengan menatap dirinya di pantulan kaca besar itu.
Sedangkan Jenni pikiran nya kini sibuk dengan apa yang terjadi. Adegan panas yang manis itu kini akan menjadi perpisahan yang tak akan dia lupakan. Perpisahan manis yang akan selalu dia ingat sampai kapan pun. Jenni yakin bahwa laki laki itu akan tetap bersama bos nya dan tak akan mungkin memilih bersama nya dan.
Suara pintu yang pelan menyadarkan dirinya dari lamunan itu. Jenni dengan cepat mengambil seluruh baju yang ada di lantai, dengan cepat memakai nya. Jenni dengan segera membuka pintu itu, tanpa dirinya sadar bahwa dia berada di apartemen seseorang saat ini. Dan pintu itu pun terbuka membuat mata wanita itu melotot sempurna melihat siapa yang berdiri di depan pintu apartemen Steve saat ini.
Bersambung ya mak ðĪ lanjut besok ðĪ jangan protes lagi ðĪĢ
Mince hadir dengan enam bab hari ya ðĪ terima kasih untuk kalian semua yang sudah mendoakan kesehatan anak mince ðĪ berkat doa kalian semua kami akhirnya bisa sembuh ð yang masih gak tahu gaya mereka bisa wa mince tanya gaya dari bab ini ðĪŠðĪŠ
Kalian harus jaga kesehatan kalian semua ya ðĪ visual kagak bisa di buka ya ð agak susah visual akhir akhir ini, yang penasaran dengan visual mereka kalian bisa hubungi mince lewat wa mince ðĪ
Ini nomer mince ya mak 081324594302 kalian hubungi mince, kita ngehalu sama sama mak ð kalian jika mau hubungi mince pakai sandi ya mak, jawab pertanyaan mince.
__ADS_1
Siapa nama abang mince yang masih ada darah sepupu dengan Jonathan Cristopher?, itu sandi nya para mak mak yang tahu.
Terima kasih buat kalian semua ya ððð