
Tak ada pembicaraan antara kedua orang yang pernah merasakan indahnya jatuh cinta, tak ada kata kata sapaan di saat mereka sudah berdiam diri di dalam mobil Albert. Hanya ada kesunyian yang menggerogoti mereka menjadi canggung.
Kecanggungan itu kini membunuh kedua insan yang pernah memiliki rasa hingga sekarang. Kecanggungan itu kini mencekik leher kedua insan yang pernah menjalin cinta di masa remaja.
Cinta yang membuat laki laki tampan itu tak ingin membuka hatinya untuk wanita lain, dia bertahun tahun menunggu Takdir mempertemukan mereka kembali. Tapi di saat Takdir mempertemukan kini wanita yang di tunggu memiliki seorang yang ada di sisinya.
Sedangkan Violet kini hanya menatap ke luar jendela dia terlalu takut memulai percakapan yang dia minta tadi. Canggung itu seperti terus saja mencekiknya hingga dia tidak bisa membuka suaranya untuk apa yang ingin dia katakan.
" Kau ingin bicara!, maka bicaralah sekarang..." Mobil itu kini berhenti di pinggir jalan yang sebelahnya mungkin adalah sebuah hutan.
Albert tak tahu ingin membawa wanita itu untuk bicara, Violet yang tak mengatakan apapun kini menjadi menatap sekitarnya.
" Kenapa kita berhenti di sini?" Matanya menatap sekelilingnya dan tak ada orang sama sekali di sana.
" Kau tak mengatakan apapun kita akan pergi kemana, jadi aku berhenti aja di sini. Kau ingin kita bicara dimana?, di hotel?" Violet kini langsung menatap Albert dengan tatapan taj sukanya. " Ayolah Violet jangan menatap ku seperti itu!, aku pria dewasa pasti kau tau maksud ku."
" Aku minta maaf."
" Ha?" Albert sedikit tak percaya dengan apa yang di dengar barusan. " Kau bilang apa?, telinga ku tak mendengarnya. Kamu bisa ulangi lagi?"
" Aku minta maaf Albert, aku minta maaf..." Violet kini setengah berteriak ketika apa yabg dia katakan tak di dengar oleh laki laki yang ada di sampingnya.
__ADS_1
" Minta maaf soal apa?, bukankah kita sudah selesai bicara kemarin. Dan kau mengatakan tak perlu ada yang kita bahasa kenapa kau tiba tiba meminta maaf?" Albert sebenarnya menyunggingkan senyumnya tipis tapi Violet dengan rasa malunya dia tak mau lihat wajah dari Albert.
" Aku minta maaf harusnya pertemuan kita kemarin akan baik baik saja bukannya malah kita berdebat seperti anak kecil yang memiliki masalah tapi belum selesai. Aku minta maaf karena kemarin aku marah marah pada mu dan membentak mu..." Violet kini menunduk dia harus meminta maaf tapi sebenarnya bukan itu yang ingin dia katakan tapi keberaniannya kini hilang.
" Aku sudah maafkan jadi jangan pikirkan. Kau yakin hanya itu yang ingin kau bicarakan kepada ku?" Albert tau betul seperti apa karakter wanita itu dia yakin tak hanya itu yang di katakan.
Violet hanya mengangguk pelan dia memejamkan matanya ketika rasa getaran itu dia rasakan. Andaikan posisi mereka menjadi dekat dapat di pastikan bahwa Albert akan mendengar jantungnya yang tak karuan saat ini.
" Bisakah aku bertanya satu hal kepada mu?"
Violet kini langsung menatap kearah Albert yang kini juga menatapnya. Mata mereka kini beradu mata serta wajah yang begitu di rindukan oleh Albert tapi tak bisa dia sentuh, bahkan hanya sekedar memeluknya dia tak berani, dia takut wanita itu akan lari menjauhi dirinya.
" Apa kau sungguh sudah menikah?"
Deg!!
" Kau tak bisa menjawab ku?, jadi benar kau sudah menikah dengan orang lain?" Albert kini menahan rasa kesalnya dia yang kemarin yakin bahwa wanita itu hanya pura pura mengelabuinya sekarang menjadi hancur.
" Maaf Al, aku memang sudah menikah dan kami sudah memiliki putri di tengah tengah kami..." Violet kini terpaksa untuk mengatakan semuanya, Violet memang secara resmi dan sah dia memiliki suami yaitu James.
" Dan kau dengan muda melupakan kenangan kita..." Albert kini tertawa tipis di sela sela bicaranya. " Aku mencari mu kemana pun tapi aku tak menemukan mu sama sekali, aku berharap Takdir mempertemukan kita!, di saat Tuhan mempertemukan kita ternyata takdir yang tak ingin menyatukan kita."
__ADS_1
" Al maafkan aku, mungkin-" Violet tak bisa melanjutkan apa yang ingin dikatakan. Violet meneteskan matanya dia tak sanggup untuk ini semua.
Tapi inilah Takdir dia yang sudah memiliki hubungan dengan orang lain, dia sudah menikah dengan laki laki lain yang selama ini ad di sampingnya. Cinta?, tidak tak tahu tentang perasan yang mencintai James atau tidak tapi inilah dia sekarang dia menjadi istri dari James.
" Violet jika kau memang sudah menikah maka aku tak akan mengejar mu atau mencari mu lagi, biarkan ini semua berjalan sesuai Takdir Tuhan. Selamat atas pernikahan mu..." Violet dengan cepat menghapus air matanya yang tadi sempat menetes. Kedua mata itu kini kembali berpandangan.
Mata yang terpancarkan rasa rindu yang begitu dalam. Mata yang tak bisa berbohong bahwa masih ada cinta di antara mereka. Mereka berpisah karena kesalahpahaman yang membuat Violet merasa marah dan pergi meninggalkan rasa sakit itu.
" Bolehkah aku memeluk mu sebentar saja..." Tanpa di sadari Violet kini bicara pelan, meskipun pelan Albert masih mendengarnya dengan jelas permintaan apa yang di minta oleh wanita itu.
" Tentu kita adalah teman sekarang..." Tangan Albert kini merentang agar wanita itu masuk ke dalam pelukan itu.
Dengan segera Violet masuk ke dalam pelukan yang begitu dia rindukan, dada yang sudah bidang kini membuat dia merasakan nyaman berada di dalam pelukan mantan kekasihnya yang masih dia cintai.
Albert kini terbuai dengan pelukan wanita yang dia rindukan selama berapa tahun ini. Albert kini membalas pelukan itu dengan sama sama eratnya. Melepaskan rasa rindu mereka meskipun hanya sekedar pelukan hangat yang bisa mereka rasakan.
Kini mereka melepaskan pelukan itu saling bertatapan dengan cinta, entah siapa yang memulainya kini Violet malah sedikit bersandar di pintu dengan tangannya yang ada di tengkuk Albert.
Kini mereka saling menempelkan bibir itu, saling meluma* nya dengan pelan saling menyesa* secara bergantian. Kedua insan itu kini masih saling membalas ciuman yang begitu mereka inginkan dari kemarin.
Albert kini memiringkan kepalanya memperdalam ciuman itu dengan segera. Violet kini melepaskan ciuman itu dan kini dia kembali yang menggapai bibir itu dengan segera. Meluma* nya dengan cepat.
Albert kini semakin memperdalam ciuman itu dan sesuatu terasa oleh dirinya, sesuatu yang bangkit hanya karena sebuah ciuman ringan. Albert dan Violet kini sadar apa yang mereka lakukan adalah kesalahan besar, kini mereka saling melepaskan ciuman itu.
__ADS_1
" Maafkan aku..." Albert mundur seketika dan meminta maaf ketika dia sadar apa yang mereka lakukan adalah kesalahan.
Bersambung nanti sore 😁