Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Dugaan Yang benar 3


__ADS_3

" Tuan Zac semua berkas berkas sudah siap, dan anda tinggal tanda tangan di sini..." Albert kini menyodorkan sebuah dokumen tentang pengalihan perusahan miliknya menjadi nama dari William. Pertarungan yang kemarin membuat dirinya kalah harus merelakan satu perusahan nya untuk keponakannya itu.


Zac kini dengan cepat mendatangi dokumen dokumen yang ada di depan nya. Steve dan Jenni hanya diam melihat nya. Jenni tak tahu apa yang sedang di tanda tangani oleh bos nya itu. Steve tentu saja tak mengatakan apapun tentang apa yang di kerjakan oleh bos nya itu.


Kini mereka tengah berada di ruangan Albert, perusahan Albert yang berjasa di bagian pengacara kini sedikit heboh karena perusahan itu di datangi pria berambut gondrong yang begitu tampan.



" Baiklah ayo pergi..." Zac yang berdiri kini di ikuti oleh semua orang yang duduk di sana. Albert hanya mengangguk dia juga harus segera mengurus apa yang ingin dia urus.


Kini Zac yang berjalan keluar dari ruangan itu di ikuti oleh kedua orang yang berada di belakang nya. Semua orang yang melihat laki laki gondrong itu kini hanya tersenyum tapi laki laki itu tentu saja tak membalas senyuman dari mereka semua. Wajah dingin dan kaku dari Zac tetap tak mengubah dirinya yang tetap terlihat gagah serta tampan itu.


" Kau..." Seseorang wanita berambut merah itu kini dengan cepat menunjuk kearah Jenni yang tengah berjalan.


Ketiga orang itu menatap kearah wanita yang tiba tiba menunjuk kearah Jenni dengan wajah garangnya. Jenni gugup ketika melihat wanita yang berdiri agak jauh dari nya. Tapi Jenni masih bisa melihat jelas wajah dari wanita itu.


" Untuk apa kau datang kemari he?, kau pasti sedang di tuntut orang lagi bukan?, siapa yang menuntut mu sekarang..." Wanita itu langsung marah marah kepada Jenni. Sedangkan kedua laki laki itu hanya terdiam dengan melihat wanita itu yang secara tiba tiba marah.

__ADS_1


" Nyonya itu bukan urusan anda, saya di tuntut atau tidak itu urusan saya..." Jenni kini menjawabnya ketika dirinya bisa mengendalikan dirinya itu.


" Malang sekali nasib orang yang sedang kau naungi, apa mereka tak tahu bahwa kau adalah-"


" Tutup mulut anda Nyonya, saya rasa anda tak berhak ikut campur dengan urusan saya. Jika anda tak terima dengan keberadaan saya maka ajukan keluhan anda, saya akan menanggapi nya..." Lagi lagi Jenni harus menahan ucapan dari wanita yang hampir mengungkap siapa dirinya itu.


" Lima bulan tak bertemu dengan mu rupanya sekarang kau sangat sombong. Harusnya dulu kau juga aku tuntut karena kau menyu-"


" Maafkan saya Nyonya, jangan membuat diri anda malu di sini. Mungkin orang orang sini tak mengenal saya, tapi orang orang sini mengenal anda Nyonya..." Jenni kini kembali dengan cepat memotong ucapan dari wanita itu. Jenni kini melirik kearah Steve yang dari tadi hanya diam bahkan tak mencegah pertengkaran itu.


Wanita itu di buat kesal oleh Jenni, Wanita itu menatap kearah kedua laki laki yang tengah berdiri dengan menatap kearahnya juga.


" Kau mengenalnya?" Hanya itu yang Zac tanyakan. Jenni mengangguk pelan.


" Tentu saja dia mengenal saya Tuan, dia adalah wanita yang membuat perusahan keluarga saya hancur dan menyebabkan suami saya harus di penjara dan karena ulahnya saya harus sering datang kemari untuk menanyakan tentang nasib suami saya..." Ucapnya dengan nada tinggi. Bahkan mata nya menatap tajam kearah Jenni, wanita yang sudah menghancurkan hidup dari keluarga wanita itu.


" Tuan saya bisa jelaskan nanti..." Ucapnya dengan pelan membuat Zac menatap kearah wanita itu dengan tatapan datarnya itu.

__ADS_1


" Anda harus berhati hati Tuan, wanita ini sungguh tak bisa di beri hati dia sungguh ular licik yang sedang mencari mangsa, saya yakin bentar lagi perusahan anda yang akan dia hancurkan..." Teriaknya dengan kencang.


" Nyonya Lu saya harap anda tak mempersulit hidup saya, jika anda membuat berita yang tidak tidak saya bisa melaporkan anda atas tindakan tidak menyenangkan dan mencemarkan nama baik rekan saya..." Steve yang kini berucap membuat wanita itu terdiam, dia tak menyangka bawa salah satu dari lali laki itu mengenali dirinya.


" Tuan Zac ada apa ini?" Albert yang tadi berada di ruangan nya sedikit bergetar ketika seseorang staf nya mengatakan bawa tamu yang barusan keluar dari ruangan nya di hadang oleh wanita yang berteriak teriak di luar. " Steve ada apa?" Kini nafas Albert sedikit tersengal karena dirinya yang dari ruangan nya berlari menghampiri bos nya itu.


" Steve aku tunggu di perusahan, Albert kau urus wanita itu. Aku tak suka jika klien mu banyak tingkah seperti wanita itu..." Zac kini dengan cepat meninggalkan mereka yang masih saling beradu sengit di sana.


" Jenni kau harus jelaskan nanti..." Zac yang mengatakan hal itu kini langsung meninggalkan perusahan itu dengan senyum tipis di bibirnya. Dugaan nya kini seakan mengarah kearah wanita itu. Semua perkataan wanita itu kini melekat di otaknya.


Apa memang benar dia penyusup itu. Batin Zac dengan masuk ke dalam mobil nya itu.


" Anda seperti nya masih ingin mencari masalah dengan ku Nyonya, apa saya harus menjadi saksi lagi di pengadilan untuk kasus suami anda?, jika iya maka saya akan senang melakukan nya. Saya mungkin bisa sedikit membuat drama di sana agar anda tahu siapa saya sebenarnya..." Jenni kini segera mengancam wanita itu dengan suara dingin nya, setelah kepergian bos nya itu Jenni kini kembali dengan suara tegas nya serta suara dingin nya itu.


Dia tadi tak bisa berkutik takut wanita tua itu mengatakan pada bos nya siapa dirinya. Mungkin jika hanya Albert yang tau tak masalah karena tak terlalu sulit untuk menjelaskan kepada laki laki pengacara itu.


" Jika kau berani macam macam ku pastikan kau akan menderita, kemarin mungkin aku diam saja ketika kau memberikan saksi palsu mu itu, tapi sekarang aku tak akan tinggal diam, pengacara aku yang akan maju mengahadapi mu..." Ancamnya membuat Jenni tersenyum tipis di bibirnya.

__ADS_1


" Tuan Albert ini klien mu?, kau yakin membela kasus nya?, pengacara lama nya saja mengundurkan diri dari pengacara nya..." Jenni kini malah melempar pertanyaan kepada laki laki yang menatapnya dengan penuh tanda tanya.


__ADS_2