
Pernikahan yang aku harapkan kini telah terjadi, hari yang aku nanti kini telah menyambut kami. Babak baru dalam kehidupan kami menanti kami di depan sana.
Alexander
Pov Alexander
Setelah acara pernikahan kami selesai, aku dengan segera membawa istri ku ke tempat mana yang sudah aku siapkan untuk kami bermalam, bulan madu. Aku tak menyangka bahwa wanita yang di sedang aku dekap sekarang sudah resmi menjadi istri ku, hubungan kami kini sudah sah di mata negara Italia, tak ada yang bisa memisahkan kita sekarang. Senyum ku dari tadi mengembang tak luntur dari wajah ku, aku bahagia, sangat bahagia. Hari yang aku nantikan sejak dulu kini telah selesai aku lewati, pernikahan yang sederhana serta baju yang sederhana membuat semua nya menjadi sederhana, tapi tak apa jika aku menikah dengan Clarissa semua nya akan menjadi sangat indah.
Aku dan Clarissa kini menjadi kami, menjadi keluarga kecil yang harus aku jaga, dan kami sedang menanti buah kecil kami yang sedang tumbuh di rahim istri ku. Istri ku, seakan aku tak percaya bahwa aku bisa memanggil nya seperti itu.
Malam ini setelah semua nya selesai aku mengajak istri ku bulan madu di sebuah hotel berbintang yang cukup jauh dari tempat kami tinggal. Selama perjalan dia tertidur di dekapan ku, aku melihat banyak kerutan di kening nya, apa yang dia pikirkan ?, apa dia menyesal ?, atau ada beban yang dia tanggung saat ini. Mungkin nanti bisa aku tanyakan saat kami berdua.
" Honey kenapa kita jauh jauh datang ke sini..." Dia menatapku dengan wajah bingung nya ketika kami sudah berada di dalam kamar.
" Bulan madu, buat apalagi sayang..." Wajah nya memerah ketika aku mengatakan tentang bulan madu dan aku selalu suka wajah nya yang memerah karena menahan malu.
__ADS_1
"Kau ini..." Aku menangkap tangan nya ketika dia akan memukul lengan ku, mencium punggung tangan nya, dia hanya tersenyum malu dengan menarik tangan nya segera. Dia selalu menggemaskan di saat dia menjadi malu karena perbuatan ku.
" Honey, aku ingin mandi bisakah kau membantu ku..." Tentu saja aku akan senang membantu nya, apa lagi membuat nya mende*ah di bawah kungkungan ku.
Aku memeluk nya dari belakang, menyandarkan daguku ke pundak nya yang terekspose dari tadi. " Tentu saja aku senang membantu mu, apalagi mandi bersama..." Pikiran liar ku menjalar ke otak ku.
" Jangan menggodaku..." Dia ingin melarikan diri, tapi aku dengan sigap memeluk nya dengan erat.
Aku mencium kecil pundak nya yang terbuka, menggigit nya pelan, serta memainkan lidah ku di sana, aku merasakan dia meremas tangan ku ketika sentuhan lain menggapai tubuh nya, tangan ku menurunkan resleting baju nya dengan pelan, aku membuka nya dan membiarkan semua nya terjatuh begitu saja. Aku semakin meny*sap leher nya hingga banyak meninggalkan bekas kemerahan, wangi tubuh nya yang selalu membuat bagian bawah tubuhku bangkit seketika.
" Aku di sini sayang..." Ger*man ku ketika aku menjelajahi setiap inci t*buh istri ku, aku membalik kan tubuh nya menyambar bibir ranum istri ku yang dari tadi mengeluarkan *******. Kali ini aku membiarkan dia menguasai ciuman panas kami, aku hanya menekan tengkuk nya agar ciuman nya lebih dalam.
Aku membawa nya ke dalam kamar mandi, berdiri di bawah pancuran shower dengan saling mel*mat, membelit kan lidah, saling bertukar Slavina, Cla melucuti pakaian ku dengan tak sabar, dia memang bukan wanita penyabar ketika sedang melakukan ritual panas, dan aku selalu menyukai kekasaran yang dia lakukan kepada tubuh ku. Dia menggeliat ketika jemariku menggoda bagian tubuh bawah nya, aku hanya mengeram ketika tangan nya merambah benda yang sudah tegak dari tadi, dia mengubah posisi dengan cepat, kini aku yang bersandar ke dinding dia menggapai tubuh bawah ku aku hanya visa memejamkan mataku ketika kenikmatan lidah yang dia berikan di bagian bawah tubuh ku. Aku tak berdaya, aku yang biasa mendominasi permainan kini terhanyut dalam kenikmatan yang hanya di berikan melalu mulut nya.
" Sayang.. Stop.. Aku bisa keluar jika kamu tak mengentikan tindakan mu itu... " Aku menarik pelan pundak nya agar dia menghentikan aksi nya.
__ADS_1
Aku duduk di lantai, dia dengan rasa tak sabar nya memasuk kan benda tumpul itu. " Honey... " Geraman ku ketika punggung nya bermain dengan cepat.
" Pelan pelan sayang, bahaya untuk kandungan mu... " Erang ku, aku memegang pinggul nya mengimbangi tempo yang di ciptakan oleh gerakan tubuh nya. Gerakan nya semakin cepat membuat aku tak sanggup untuk bertahan.
" Honey aku sampai... " Erang nya dengan menekan bagian tubuh ke bawah, dan aku.
" Aku juga sampai... " Aku dan dia saling berpelukan penuh kenikmatan.
Kenikmatan bercinta setelah kami menjadi sah suami istri sangat berbeda, di tambah sensasi wanita hamil membuat milik ku semakin terjepit di dalam nya.
πΌπΌπΌ
Sebenar nya banyak bab ya mak, tapi sayang nya gak tahu kenapa kok gak bisa di up terus, padahal sudah hari sabtu kemarin, dan ini mudah mudahan juga bisa lulus ya mak π€ banyak bab yang di tolak karena alasan terlalu vulgar.
Ramaikan like dan vote ya mak π€π€, jangan buat turun dong mak ππ turun satu rangking ππ ayo naikan lagi
__ADS_1