Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Kau Milik Ku Selamanya 3


__ADS_3

Monica kini terdiam seribu bahasa, dia tak ingin membuka suarnya dia tetap diam meskipun tangan kekar laki laki itu mendekapnya tapi dia tetap tak ingin membuka mulutnya, sebuah pertanyaan tadi seperti pukulan terbesar besar untuk hati nya, Wanita itu memejamkan matanya merasakan sakit pada hati nya. Dia rela melepaskan mahkotanya kepada laki laki yang mampu membuatnya goyah, mampu membuat jantungnya berdebar. Tapi sebuah pertanyaan bodoh itu membuat hati nya terluka. Apa dia seperti jalan* yang saat ini hanya di butuhkan laki laki itu. Pikiran nya bergelut dengan rasa sakit yang hinggap di hati nya.


" Jangan marah.. aku minta maaf..." Abhi kali ini membuka suaranya lagi ketika dia merasakan bahwa wanita itu sudah tak mengamuk ingin pergi dari sisi nya.


Monica nama suhu cantik itu, wanita yang mampu membuat pertahanan seorang police itu runtuh, laki laki yang dulu membenci para mafia kini siap menjadi tameng mafia wanita itu karena hati nya bergerak jatuh cinta.


Monica bahkan tak menjawabnya dia pura pura tertidur dalam dekapan laki laki itu, tapi Abhi tahu bahwa wanita itu tak benar benar tertidur, dia hanya enggan untuk menjawabnya ataupun membuka matanya.


" Monica sayang.. maafkan aku.. aku salah.. aku di butakan oleh cemburu.. aku cemburu setiap kamu berada di dekat Andre..." Sebuah pengakuan itu membuat wanita bertato membuka matanya dan melihat laki laki itu seketika.


" Cemburu dengan Andre?" Dia mengulanginya lagi dengan menautkan alisnya dengan tatapan datarnya.


" Maafkan aku.. harusnya aku tak melibatkan Andre dalam hal ini, dan aku bisa mengontrol rasa cemburu ku..." Abhi berkata dengan lembut, dia menyadari bahwa apa yang dia lontarkan tadi adalah kesalahan yang membuat wanita mana saja pasti marah.

__ADS_1


" Apa kau tak sadar dengan apa yang terjadi pada kita?, apa kau juga tak tahu aku dan dia seperti apa?, aku dan dia-"


" Aku cemburu melihat kalian begitu dekat, bahkan aku juga berpikir bahwa waktu itu kau dan Andre melakukan nya karena melihat dia duduk di ranjang mu..." Monica langsung sedikit menjauh dari laki laki itu, dia menatapnya dengan tatapan tak percaya bahwa laki laki itu beranggapan seperti itu kepadanya.


" Jadi serendah itu aku di mata mu?" Kilatan kemarahan dari mata wanita bertindik itu tak dapat di pungkiri lagi.


" Maafkan aku monica, maafkan aku..." Katanya dengan penuh permohonan itu, wanita itu hanya geleng geleng kepala tak mengerti laki laki seperti dia bisa memiliki pikiran sepicik itu kepadanya.



" Andre adalah kakak tiri ku..." Perkataan yang hanya sedikit itu mampu membuat ribuan pisau yang seperti menancap jantung Abhi kini lepas dengan seketika menimbulkan rasa lega yang begitu membahagiakan.


" Apa kakak tiri?" Senyumnya tak bisa di sembunyikan ada rasa lega di setiap nada bicaranya.

__ADS_1


" Dia kakak tiri, kami lahir dari ibu yang berbeda tapi satu ayah. Ayah kami meninggal sewaktu aku remaja karena penyakit yang menggerogoti nya dan tak lama ibu juga meninggal karena dia merasa kehilangan ayah kami..." Katanya dengan mencoba mengingat kejadian yang sudah sangat lama. " Sejak saat itu dia menjaga ku, menjadikan aku wanita tangguh dan kuat seperti sekarang..." Sambungnya lagi dengan menatap langit langit kamar itu. " Aku dan Andre tak pernah terlibat rasa jatuh cinta, kami murni kakak beradik. Meskipun dia selalu melindungi ku seperti aku kekasihnya, bersikap mesra pada ku karena dia tak ingin ada seorang laki laki yang mendekati ku, dia hanya takut bahwa laki laki yang mendekati ku tak mau menerima pekerjaan ku yang seperti ini, maksud ku bandar narkoba yang akan selalu terlibat dengan hukum..." Monica tak hanya satu kali menjalani hubungan yang gagal. Hubungannya selalu gagal, pria yang mendekatinya selalu mundur ketika melihat laki laki yang selalu bersikap mesra dengan nya.


" Aku akan mengatakan kepada Andre bahwa kita ingin memiliki hubungan yang lebih serius."


" Tidak, jangan katakan apapun kepadanya, aku tak ingin dia mencoba memisahkan kita..." Abhi malah tersenyum mendengar apa yang di katakan oleh wanita itu.


" Kau tak ingin kehilangan ku?" Godanya dengan menyembunyikan senyuman itu.


" Abhi jangan menggoda ku..." Monica tak sadar apa yang dia ucapkan tadi, dia juga tak tahu jantung itu terasa ingin lompat dari tubuhnya, terasa semuanya mendebarkan.


" Jadilah kekasih ku, aku ingin kita memiliki komitmen, aku juga akan bertanggung jawab dengan apa yang aku ambil dari mu, aku sungguh mencintai mu..." Ungkapan yang tulus dari laki laki itu membuat wanita cantik itu menatapnya, mencari kebohongan di sana, meneliti wajahnya tapi nyatanya dia memang bersungguh sungguh mengatakan cinta itu.


" Abhi aku bukan wanita baik, aku adalah sindikat narkoba yang ingin kau tangkap, aku juga bukan wanita yang bersih, tubuh ku penuh tato, dan kau dan aku berbeda kasta. Kau seorang police penegak hukum, sedangkan aku pimpinan bandar narkoba yang hidupnya penuh dengan di kejar kejar para police..." Hatinya terluka, dia juga menyukai Abhi tapi dia juga tak ingin melibatkan orang yang dia cintai juga masuk ke dunia gelapnya, menjadi mafia dan jatuh cinta harus memiliki beberapa pertimbangan agar semuanya tak menjadi rusak.

__ADS_1


" Kau tahu kau wanita yang mampu bisa merobohkan dinding yang aku bangun dengan tinggi, aku tak pernah menyukai wanita karena aku dari dulu tak ingin memiliki komitmen apapun dengan siapapun, aku terlalu fokus dengan adik ku dan pekerjaan ku. Hingga aku masuk ke lingkaran kalian yang mampu membuat ku tahu seperti apa kejam nya dunia gelap dan aku juga tahu alasan dari kejamnya mereka semua. Aku mencintai mu apa adanya, aku tak peduli dengan tubuh mu yang penuh dengan tato atau kau bandar narkoba. Yang aku tahu aku mencintai mu, ingin memiliki hubungan lebih dengan mu, tak hanya menjadi kekasih tapi ingin lebih dari itu. Aku mengambil sesuatu yang berharga, dan kau juga mengambil sesuatu yang berhak dari ku..." Monica mencerna setiap kata yang di lontarkan oleh laki laki itu, dengan saling memiringkan tubuh, dengan saling menatap mereka saling bicara dengan lembut dan saling mengatakan apa yang ada di pikirannya.


__ADS_2