Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Perang 11


__ADS_3

" Kau tak apa?, kaki mu tak sakit?" James segera menanyakan keadaan kakinya yang telah di lepas dari pasung nya.


" Tak apa! hanya sedikit sakit!" Violet bernafas lega pada akhirnya dia bisa melepaskan diri nya.


James menatap ke arah Violet dengan tatapan memuja. Senyumannya penuh dengan kebahagian. Dia tak menyangka wanita yang ada dicintai telah ada di genggam nya.


" Sayang boleh kah aku memeluk mu?"


" Hah?"


" Aku merindukan mu!"


Violet kini pura pura tersenyum, dia berusaha untuk tetap! Violet merentangkan tangannya seakan dia mau menerima laki laki itu dengan tangan terbuka. James masuk ke dalam pelukannya dengan senang.


Pelukan itu begitu erat! James tersenyum dengan senang serta kebahagian yang begitu nyata di wajahnya. Sedangkan Violet memasang wajah datarnya.


" Terima kasih sudah mau menerima ku kembali Vio! aku janji aku akan berubah untuk mu dan Angel!"


Mereka melepaskan pelukan itu dengan saling mengenggam erat tangan. Senyum itu tampaknya tak akan mudah pudar di wajah James dari tadi dia memasang senyumnya yang begitu manis. Wajah tampannya seakan mampu menutupi penyakitnya selama ini.


" Ini semua demi Angel! aku akan berusaha membuka hati ku demi keluarga kita!"


Sandiwara yang di pasang oleh Violet nampaknya membuahkan hasil. Laki laki yang sangat mencintai Violet bisa mudah tertipu oleh dirinya. Violet tersenyum dengan memasang wajah semanis mungkin tapi otaknya berpikir untuk segera melarikan diri dari sini.


" Jam apakah di sini ada Angel juga?, aku ingin bertemu dengannya?, pasti dia akan senang jika kita bersama sama menemuinya!"


" Tapi Angel sedang marah pada ku, dia tak ingin aku menjadi Papa nya! dia ingin Albert yang menjadi Papa nya!"

__ADS_1


Violet menyisipkan tangannya ke lengan kekar James dia menyandarkan kepalanya di bahu nya dengan mesra. Laki laki mana yang tak akan luluh dengan sikap mesra oleh wanita yang dicintai meskipun itu hanya sandiwaranya.


" Apa yang di katakan oleh Angel jangan di masukan hati, nanti secara perlahan dia akan mulai mengerti lagi bahwa kamu Papa yang terbaik untuknya. Tak ada Papa yang baik seperti mu, selama ini kamu selalu melindunginya dan mementingkan Angel dari apapun."


" Tapi dia ketakutan dengan ku! apa aku bisa mengambil hatinya lagi?"


" Apapun bisa Sayang. Semuanya akan kembali seperti biasanya, aku nanti akan mulai pelan pelan mengatakan semuanya kepadanya, aku akan memberi pengertian kepadanya jika Albert hanya seorang teman ku dan kamu bagaimana pun tetap Papa nya."


" Apa kamu yakin bisa bicara dengannya?"


Violet mengangguk dengan segera, dia harus berusaha membuat James mempercayai dirinya. Dia tak ingin semuanya berantakan, sandiwara ini sudah sejauh ini.


" Ayo kita bertemu dengan Angel Sayang! aku akan bicara baik baik dengannya!"


James serta Violet kini berdiri dengan bersaman mereka tadi masih duduk di lantai dengan saling menyandarkan kepalanya.


James merasakan aman dan nyaman ketika memiliki sandaran orang yang dicintainya. Seakan semua beban yang ada di pundaknya terangkat semuanya. Sikap manis yang di berikan oleh James sebenarnya mampu membuat hati wanita itu tergerak iba, tapi semuanya terlambat.


Tapi tekad nya sudah bulat, tinggal satu langkah lagi membuat dia bisa bertemu dengan Angel dan menyusun rencana dengan Gadis kecil pintar itu.


Langkah demi langkah mereka hampir mencapai pintu yang tertutup itu. Senyum Violet sedikit mengembang setidaknya dia bisa keluar dari ruangan yang menyekapnya.


Bugh!! Violet terkejut dia meringis kesakitan ketika punggungnya tiba tiba dihantamkan ke sebuah pintu yang akan dia buka.


" Dengar Violet aku memang mencintai mu dan sangat mempercayai mu! tapi jangan macam macam, satu langkah lagi kita akan keluar dari sini dan kau tak bisa lari lagi! kita akan hidup seperti yang aku mau! aku dan kamu serta putri kita! jika kamu macam macam lagi ku pastikan aku akan membunuh semua orang yang membantu mu kabur!"


Ancamannya tak bisa di remehkan, laki laki yang tadi manis kini tiba tiba menjadi brutal kembali. Tatapan nya begitu tajam bahkan tangannya mencengkram rahang Violet dengan kuat. Bahkan dia tak peduli dengan rintihan kesakitan dari Violet.

__ADS_1


" Aku tau! aku tak mungkin berani macam macam. Bahkan aku sudah mendengar sendiri aku yang menghubungi Jaksa untuk membatalkan surat gugatan ku kepada mu, apa kau masih tak percaya dengan itu?" Ujarnya dengan terbata bata.


James melepaskan cengkraman itu dengan dia yang memasang wajah manisnya kembali. Senyuman itu kembali terlihat.


" Maafkan aku Sayang aku hanya takut kau berubah pikiran untuk lari dan kau hanya pura pura menerima ku tapi pikiran mu merencanakan kabur dari ku."


Violet hanya diam dia menahan rasa sakit pada punggung nya yang terasa amat sakit. Bahkan dadanya terasa sesak ketika hantaman yang begitu cepat mengenai punggungnya.


" Apakah sangat sakit?, aku akan mengoleskan obat jika punggung mu sakit?" Perhatiannya kini terlihat begitu nyata. Wajah kepanikan serta nada kekhawatiran pun juga jelas di matanya.


Violet menggeleng dengan cepat dia berusaha memasang senyumnya dengan segera dia berusaha baik baik saja, meskipun dia tau punggungnya akan meninggalkan bekas kebiruan nantinya.


" Tak apa James! aku tau kamu khawatir dengan semua ini. Aku juga paham betul kamu tak mungkin mudah mempercayai ku begitu saja. Tapi beri aku kesempatan untuk menerima semuanya lagi, aku janjikan kita akan menjadi keluarga semestinya."


Violet mencoba menyakinkan James yang menatapnya dengan tatapan kecurigaan. Tapi sedetik kemudian senyumnya mengembang dengan segera dia yang sangat mencintai Violet seakan selalu mempercayai apa yang di katakan oleh wanita itu.


" Sayang maafkan aku, aku akan selalu percaya dengan mu! saat ini kamu hanya milik ku dan aku hanya milik mu!" Violet mengangguk dengan senyumnya. Dia pura pura tersenyum di depan orang yang ingin menyiksanya berulang kali.


Cintanya James begitu menakutkan untuk dirinya, dia berusaha untuk tenang dan tak bergerak gegabah. Dia masih harus berusaha untuk mengambil hatinya lagi agar semuanya tak kacau.


" Ayo temui Angel, anak itu akan senang bertemu dengan Mama nya."


Kini mereka berdua telah keluar dari ruangan tersebut. Violet bisa bernafas lega pada akhirnya dia berhasil keluar dari ruangan mautnya yang kapan pun membunuhnya di sana.


Jantung Violet berdetak cepat ketika melihat orang orang berjaga jaga di setiap sudut rumah itu. Bahkan Violet tak menyangka bahwa rumah itu begitu besar dan sangat mewah.


" Ini rumah siapa?"

__ADS_1


" Rumah kita sayang..." Jawabnya dengan tenang dengan mereka yang berjalan menuju ke arah kamar Angel.



__ADS_2