Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Perang 18


__ADS_3

Hari pun mulai gelap, satu hari ini seakan hari yang menengang kan bagi semua orang. Perputaran waktu begitu sangat lama hingga, perjalan menuju ke rumah yang telah mereka ketahui saja seakan begitu lama dengan memakan waktu yang begitu lama.


Sedangkan Albert kini sudah melaju kencang menuju ke arah rumah yang telah di tunjukan oleh Angel. Orang orang itu kini berhasil di kalahkan oleh Orang Albert dengan mudah.


Albert yang sudah tak karuan semakin cemas ketika membayangkan yang tidak tidak tentang Violet. Apa yang di katakan oleh Angel saja mampu membuat laki laki itu gusar tak karuan saat ini.


Gusman yang juga tiba di sana tadi merasa geram kepada orang orang nya yang menghalangi jalan mereka. Gusman yang secara pribadi tadi juga menghajar orangnya tak peduli dengan sumpah yang mereka katakan.


Saat ini yang mereka pikirkan adalah tiba di tempat James dengan tepat waktu karena mereka sungguh tak ingin terjadi apapun dengan kedua orang yang telah berada di sana cukup lama.


" Kalian pikir ini semua bercandaan heh?, apa kalian tak sadar kalian membahayakan hidup adik ku! apa kalian mau tanggung jawab dengan semua jika terjadi apa apa!" Bentakan Gusman membuat orang orang yang di tangkap itu menunduk ketakutan.


" Maafkan kami Bos! tapi kami juga takut kepada Tuan James jika tak di turuti apa yang di katakan!" Jawab salah satu dari mereka.


" Kalian bisa bicara kepada ku! dan aku bisa mencegah semua. Sekarang lihat ulah kalian yang seperti ini membuat semua nya menjadi kacau, jika Singa tau habis lah kita!" Gusman belum mengetahui jika Singa sudah mengetahui semuanya.


Gusman hanya mengusap wajahnya dengan kasar ketika semuanya berputar putar di otaknya. Dia tak mampu lagi berpikir apa yang akan terjadi kepada adiknya setelah ini.


Kebohongan yang membuat semuanya celaka pasti akan membuat semuanya terkena imbasnya. Gusman yang menginginkan hal terbaik untuk adiknya kini malah menjadi bumerang untuk dirinya sendiri.


Kesalahan kali ini tak akan bisa di maafkan oleh Singa, semua orang orang Singa merasa marah karena kebohongan ini membuat kedua wanita menjadi bahaya saat ini.


Sedangkan Violet kini mundur dengan setengah tubuh basah. James menatapnya dengan tatapan tajamnya. Wanita itu tak menghiraukan apa yang di katakan oleh James yang memintanya untuk pergi.


" Apa yang kau lakukan Violet?, sudah ku katakan untuk pergi dari sini kenapa kau tak mendengarkan apa yang aku katakan! sekarang lihat kita berdua basah! apa kau ingin mengakhiri hidup juga heh?"


James berteriak dia tak menyangka wanita itu nekad merebut Bensin yang ada di tangan nya. Niat James dia ingin membakar dirinya sendiri dan seluruh rumah itu. Tapi kini tak hanya dia yang basah karena Bensin tapi Violet juga basah karena Bensin itu ada di tubuhnya.

__ADS_1


" James aku tak ingin kau aneh aneh! ayo keluar bersihkan tubuh mu! aku mohon jangan lakukan hal gila James.." Violet memohon dia mencegah hal buruk yang akan terjadi kepada laki laki itu.


James tertawa kencang seakan semua yang di katakan oleh wanita itu adalah lelucon yang pantas menjadi bahan lelucon untuknya. Violet malah mengerutkan keningnya dengan bingung.


" Kau membingungkan Vio. Aku melepaskan mu dengan merelakan kau pergi dengan laki laki lain! tapi sekarang kau tetap di sini seakan akan semuanya bisa kau atur dengan sesuka mu. Kita sudah tak memiliki ikatan apapun dan aku bukan siapa siapa mu, kau tak berhak melarang aku melakukan apapun. Meskipun aku bunuh diri itu adalah keinginan ku bukan urusan mu. Sebaiknya sekarang kau keluar sebelum semuanya terlambat."


" Aku tak akan keluar jika aku keluar sendirian! jika kita keluar bersama maka aku akan keluar."


" Kau memang keras kepala Violet! aku melepaskan mu tapi kau malah ingin di sini. Apa yang sedang kau pikirkan?, kau ingin mempermainkan ku rupanya!"


" Tidak! aku tak ingin mempermainkan mu sedikit pun. Aku hanya tak ingin kau mati konyol James! aku tak ingin kau mengakhiri hidup mu hanya karena aku, jangan jadikan aku seorang pembunuh dan rasa bersalah yang tinggi..." Violet kini memohon dengan penuh kesungguhan, dia menangis di sana.


James hanya tersenyum tipis apa yang telah direncanakan nyatanya akan gagal ketika semuanya menjadi kacau karena ulah wanita itu.


" Aku memang merencanakan ini semua agar kau merasa bersalah karena kematian ku!"


" Semuanya sudah terlambat Violet, terlambat. Jika aku hidup pun kita tak akan bisa bersatu, cinta mu bukan untuk ku. Tapi jika aku mati hatimu akan merasa bersalah karena membunuh ku dengan penolakan cinta mu."


" James jangan lakukan, setidaknya pikirkan Angel dan Kak Gusman mereka akan merasa sedih."


" Kesedihan mereka adalah salah mu..." Tatapan James kini berubah menakutkan lagi, kata kata lembut tadi tak ada lagi. Hanya seringai licik dari bibirnya yang terlihat.


Violet kehabisan kata kata lagi untuk merayu laki laki itu. Apa yang dia katakan di mentahkan oleh James. Apa yang dia inginkan di patahkan oleh James.


" Keluarlah jangan di sini! berbahagia lah dengan laki laki lain..." Usir nya dengan tegas.


" Tidak!" Tolaknya lagi dengan tegas juga.

__ADS_1


" Baik jika kau tak ingin pergi maka jangan menyesal!"


James mengeluarkan korek api dari sakunya yang membuat Violet tambah terkejut. Dia sudah merencanakan semuanya dari awal. Violet melotot sempurna ketika korek api itu ada di tangannya.


" Jangan hidupkan korek itu James, jangan. Ku mohon..." Violet menelan ludahnya dengan kasar ketika korek api itu seakan ingin di hidupkan oleh James.


" Kau takut kita terbakar?, jika kita terbakar bersama maka seluruh dunia akan mengenal kita dengan romeo dan juliet yang bunuh diri dengan membakar tubuh..." James tertawa sinis ketika menatap Violet yang ketakutan.



" Aku sekarang berubah pikiran, gimana jika kita bunuh diri bersama agar kita di kenal seluruh di dunia menjadi pasangan yang bunuh diri seperti Romeo dan Juliet."


" Jangan macam macam James, jangan lakukan hal gila."


" Jika kau tak ingin mati maka pergi dari sini. Lari lah dengan segera sebelum rumah ini terbakar."


" Apa yang kau katakan dengan rumah ini?"


" Rumah ini sudah di aku siram dengan Bensin jadi jika aku menghidupkan korek api ini maka seluruh akan terbakar."


Violet kembali di buat tertegun dia tak menyangka laki laki ini benar benar sudah membuat rencana sejauh ini.


" Keluar sekarang atau tidak keluar sama sekali. Aku memberi mu kesempatan untuk keluar sebelum aku berubah pikiran."


Violet diam tak mengatakan apapun lagi pikirannya masih mencari cara membawa laki laki itu juga keluar.


" Keluar..." Teriaknya dengan kencang.

__ADS_1


Satu bab dulu ya mak 😁 mince lagi drop lagi 🤭 satu hari di buat muntah gak berhenti2 jadi pusing dan mual 🤭 sambung besok lagi ya 🤗🤗 makasih🙏🙏🙏


__ADS_2