
Tap!! Tap!! suara langkah kaki yang cepat membuat semua orang yang ada di sana langsung menoleh ke arahnya. Cristian yang dengan cepat mengejar pelaku yang ternyata dari tadi bersembunyi di sebelah tong sampah yang begitu besar.
Tap!! Tap!! Tap!! suara sepatu yang begitu keras di tengah malam membuat semua orang pasti berpikir bahwa ada seorang penjahat yang berkeliaran tapi seluruh penghuni rumah yang ada di sana, ternyata sudah di pindahkan oleh orang orang ke tempat yang lebih nyaman lagi.
Bug!! Tendangan yang tepat mengenai punggung laki laki itu kini membuatnya tersungkur di tanah dengan segera. Cristian yang mengejar nya bersama dengan Bryan kini hanya bisa berjalan dengan santai mendekati laki laki yang tersungkur.
Orang itu menyentuh dada nya yang terasa sakit karena terpental mengenai tanah yang keras. Orang itu berbalik menatap ke arah kedua laki laki yang mendekati nya.
" Tamatlah riwayat mu..." Gumam nya dengan sinis. Bryan hanya bisa tersenyum tipis di bibirnya ketika melihat laki laki yang salah satu dari target kini masih hidup dan di lumpuhkan oleh nya.
Bug!! Bug!! Laki laki itu kini menendang dada Bryan dengan Cristian secara bergantian membuat kedua orang itu kini mundur dengan cepat.
Orang itu kini berdiri dengan cepat meskipun dia meringis kesakitan pada dada nya. Tapi belum sempat laki laki itu berdiri dengan sempurna, Bryan sudah menendang dagu laki laki itu hingga lagi lagi membuatnya jatuh kembali ke tanah dengan cepat.
Bug!! Lagi lagi orang tersungkur ke tanah dengan cepat. Bryan menendang perut orang itu dengan cepat hingga membuatnya kembali meringkuk kesakitan.
Bryan yang menendangnya kini secara tiba tiba kaki nya di pegang erat oleh orang itu, dan orang itu malah menariknya yang membuatnya kembali terjatuh ke tanah dengan keras. Cristian memukul lagi perut laki laki itu hingga membuatnya meringkuk kesakitan.
Bryan kini setengah berlutut memberikan bogeman mentah kepada wajah laki laki itu berulang kali, darah segar langsung keluar dari wajahnya dengan begitu saja. Bryan membabi buta bahkan dia tak peduli dengan orang itu yang dari tadi menghindar pukulannya.
" Siapa yang menyuruh mu? kau pelaku nya bukan?" Teriaknya dengan menarik baju orang itu yang sudah di penuhi dengan darah di wajah nya.
Orang itu tak menjawabnya dia hanya bisa meringis kesakitan, perut serta wajahnya sudah sangat kesakitan.
__ADS_1
Bug!! Bryan kembali melayangkan pukulan di wajah orang itu. " Katakan siapa yang pelaku yang membunuh Amel?" Teriaknya lagi dengan kencang.
Tapi orang itu tak mampu menjawabnya dia tetap membisu tanpa berani mengatakan apapun. Bug!! lagi lagi Bryan melayangkan pukulan pada wajahnya dengan keras.
" Bryan kau bisa membunuh nya!" Cegah Cristian ketika dia melihat Bryan yang terus memukulnya tanpa ampun.
" Dia tak akan membuka mulut jika dia tak di beri pukulan..." Katanya dengan nada tinggi.
" Kita bisa interogasi di markas Bryan..." Katanya lagi yang membuat Bryan sadar apa yang di katakan oleh Cristian itu benar.
Dengan nafas yang memburu dia akhirnya sadar apa yang dia lakukan saat ini salah. Jika laki laki yang hidup ini mati maka dia tak akan bisa mengetahui apa apa.
Bryan yang menatapnya dengan penuh kemarahan membuatnya segera bangun, dengan rasa geram dia menarik kaki satu orang itu dan kemudian menyeret nya.
Cristian kini tau seberapa besar kejam dunia gelap yang selalu di larang oleh Ibu dan Ayah nya. Jika dia siap terjun ke dunia gelap maka dia harus siap dengan kejamnya mereka. Karena pilihannya hanya kau yang terbunuh atau kau yang membunuh.
" Auwh... Am..pun.. Sa..ya... aughh... lepaskan..." Katanya dengan penuh permohonan.
Kini Bryan bahkan tak peduli dengan apa yang di katakan oleh orang itu, dia hanya bisa meringis dengan memohon tapi orang yang menyeretnya kini tak peduli dengan derita orang tersebut.
Cristian hanya bisa mengikutinya dari belakang dia hanya bisa menatap dari atas merasa iba tapi dia juga tak bisa berbuat apa apa selain hanya bisa melihat dan tanpa bisa menolong nya.
Cristian memalingkan wajahnya ketika dia tadi menatap pelaku itu seakan memohon pertolongan tapi dia tak peduli kali ini. Dia hanya bisa pura pura tak melihatnya dan membiarkan semuanya terjadi di depan matanya.
__ADS_1
" Apa yang anda lakukan di sini? kalian sudah membuat kekacauan di daerah sini! apa kalian sadar?" Seorang laki laki berseragam kini memarahi orang orang yang berdiri di depan rumah Sarah menunggu Bryan dengan Cristian kembali.
" Kami hanya membela diri kami! jika kami tak membalasnya maka nyawa kami yang melayang..." Jawab William yang juga berada di sana.
" Tapi kalian lah yang memulai pertamanya!" Katanya dengan nada sinis.
William mengerutkan keningnya ketika orang berseragam itu malah menyalahkan mereka yang saat ini sedang mencari kebenarannya.
" Saya rasa anda tidak ada di sini sewaktu kami di serang tadi!" Katanya dengan menatap lekat orang tersebut. " Atau jangan jangan anda berada di pihak mereka hingga anda tau semua?" Tuduhnya dengan berani.
" Anda menuduh para Police melakukan pengkhianatan dan tuduhan anda tanpa bukti. Saya bisa mengaduhkan ini-"
" Maka saya akan menunggu surat pengaduan dari anda Sir..." Tantangnya tanpa takut. " Saya juga bisa mengaduhkan anda atas tuduhan anda tidak mengizinkan kami melihat bukti yang sudah di berikan oleh Sarah kakak dari mendiang Amel. Maka anda juga harus perlu di selidiki."
" Anda mengancam saya?" Tongkat nya kini mengarah tepat ke leher William. Bahkan dia tak tau siapa laki laki yang saat ini tengah di ancam dirinya.
Orang orang yang di sana kini dengan segera menghampiri William dan para police melingkarinya dengan senjata di tangan nya. Tapi police itu bahkan tak gusar sedikit pun.
William hanya bisa tersenyum sinis bahkan matanya kini menatap lekat lekat Police yang dengan berani mengarahkan tongkat itu kearah leher nya dengan sedikit menekannya.
" Kau mengancam saya dan saya hanya membalikan pengancam itu kepada anda? apa ada yang salah dari ucapan saya atau anda takut dengan apa yang saya katakan? tapi saya tidak main main dengan ancaman ini, jika anda berani maka saya berani..." Tangan nya menghempaskan tongkat itu dengan kasar hingga membuat tongkat itu terjatuh.
Mata mereka kini beradu pandang dengan arti yang berbeda. Sedangkan tongkat yang jatuh itu kini malah berhenti tepat di kaki Bryan. Matanya menatap tajam ketika orang orang nya secara cepat minggir dan memperlihatkan bahwa ada pihak police yang menghalangi mereka saat ini.
__ADS_1