
Bryan yang masih memikirkan apa yang akan di katakan oleh Ayah nya kini tetap tak menemukan jawaban di otak nya. Bryan merasa ada hal penting untuk mereka bahas tapi dia merasa ada yang aneh dengan pesan Daddy.
'Jangan Mami mu tau' ada rahasia yang tersimpan di balik kata kata itu. Rahasia yang besar dan tak akan bisa di pikirkan oleh laki laki tampan itu.
" Kau kenapa dari tadi melamun heh?" William yang baru datang dari meeting nya segera masuk ke dalam ruangannya dan dari tadi memperhatikan adik sepupunya yang melamun.
" Kapan kau masuk?"
" Apa yang kau pikirkan?" William malah melempar pertanyaan.
Bryan mengusap wajahnya dengan kasar dia pusing memikirkan hal yang menganggu pikirannya dari tadi. Bahkan dia yang berpikir keras tetap saja tak menemukan jawaban apapun.
" Apa?" William kini malah menjadi penasaran dengan apa yang di pikirkan oleh sepupunya itu. Dia kini duduk di depan sepupunya menatapnya dengan serius.
" Siapa yang meminta pekerjaan dengan mu?"
William mengerutkan keningnya ketika Bryan malah mempertanyakan hal tersebut.
" Kau memikirkan hal itu?" Tanyanya dengan penuh selidiki. Bryan hanya mengangguk pelan meskipun dia ragu. " Seorang wanita, aku rasa dia cukup umur!"
" Lalu apa yang harus aku berikan pekerjaan dengan nya?, bukan kah kau tau sendiri aku saja juga belum bekerja?"
" Kau bisa menjualnya."
" HAH?" Bryan terkejut mendengar apa yang di katakan oleh sepupunya. " Maksud mu dengan menjual nya?"
" Astaga Bryan! apa saja yang kau lakukan di dalam diskotik selama ini?"
" Bersenang senang mencari hiburan!" Jawabnya dengan santai.
" Apa kau tak pernah tidur dengan wanita di sana?, jangan katakan kau masih perjaka?"
__ADS_1
" Aku tak pernah memakai jasa mereka..." Bryan hanya menggaruk tengkuk nya yang gatal mendengar pertanyaan sepupunya yang terus terang.
" Kau bisa memperkenalkan dia kepada mucikar* yang kau kenal di sana. Kau bisa mengatakan jika dia butuh pekerjaan."
" Kau yakin dia mau berkerja sebagai wanita penggoda?, lu gila William!"
" Jika dia tak mau maka aku tak akan menghubungi mu bodoh."
" Jadi dia ingin mencari uang secara instan?" Bryan menggeleng tak percaya bahwa ada wanita seperti itu.
" Dengar Bryan jangan menghina pekerjaan orang, kau tak tau ada alasan apa di balik itu semua."
" Aku tak menghina nya William hanya saja terkadang aku merasa heran, kenapa sebagian wanita lebih memilih perkerjaan seperti itu. Di luar sana masih banyak pekerjaan di mana pasti ada yang menerima mereka."
" Kau bisa memberikan pekerjaan kepada nya? maka berikan!" Ujarnya dengan santai.
" Tidak kepada ku Will, dia bisa mencarinya kemana saja asal tidak jatuh ke lembah kotor tersebut."
" Dengar Bryan di jaman sekarang mencari pekerjaan tak semuda yang kau ucapkan. Kau benar di luar sana masih banyak orang yang akan mau menerima nya, tapi dimana?, siapa yang akan menerima nya dengan status pendidikan yang hanya minim itu..." Ujarnya dengan serius.
" Aku tak menyuruhnya masuk ataupun mendorong dia agar dia bekerja di tempat seperti itu. Tapi ini adalah keinginan nya dia, dia membutuhkan pekerjaan dengan cepat. Selama satu tahun ini dia sudah meletakan surat lamaran nya tapi nyata nya dia belum mendapatkan pekerjaan nya hingga hari ini..." Sambungnya lagi.
" Iya aku tau Will tapi jangan mendukungnya untuk masuk ke dalam sana. Aku tahu dunia ini keras tapi setidaknya jangan masuk ke dalam pekerjaan kotor seperti itu..." Bantah Bryan dia masih menolak keras bahwa ada wanita yang ingin bekerja di tempat seperti itu.
" Jika kau tak ingin dia masuk ke sana maka berilah pekerjaan kepada nya. Kau bisa menjadikan dia pembantu di rumah mu atau di manapun, asal dia bekerja. Jika dia bekerja di tempat ku maka aku tak bisa kau tau sendiri pekerjaan di sini harus memiliki pendidikan yang tinggi."
Kini Bryan malah menyandarkan punggungnya, memijat pelipisnya dengan rasa pusing. Masalah Daddy nya tadi saja masih belum terpecahkan bagaimana dengan masalah orang lain.
" Kau sanggup memberikan dia pekerjaan?, jika iya maka aku akan mengatakan kepadanya."
" Tidak! aku tidak bisa memberikan pekerjaan nya, kau tahu sendiri aku juga belum bekerja..." Bryan menatap sepupunya. " Jika aku meletakan di perusahan Daddy juga tidak mungkin perusahaan nya sama dengan mu memiliki kualitas tinggi bagi para staf nya. Jika aku membawa nya pulang sebagai pembantu, Mami akan mencurigai ku dan akan menyerang ku dengan berbagai pertanyaan."
__ADS_1
" Lalu?"
" Aku akan memperkenalkan dia dengan mucikar* yang aku kenal..." Bryan akhirnya mengalah dia mengalah dengan keadaan yang tak menentu ini.
Dia yang menolak untuk perdagangan manusia akhirnya menyetujui semuanya karena tak ada jalan lain untuk wanita yang membutuhkan pekerjaan nya.
" Baiklah nanti akan memberi kabar kepadanya! sekarang ayo kita ke tempat Paman Zac..." Ajaknya.
Bryan langsung menatap ke arah sepupunya dengan tanda tanya. " Kenapa diam?, ayo..." Ajaknya lagi.
" Apa kau tau kenapa Daddy ingin bertemu kita?" William menggeleng dengan cepat.
" Apa ada sesuatu yang kau curigai?"
" Tidak sebenarnya hanya ada yang aneh dalam obrolan Daddy tadi!" Bryan menceritakan semuanya apa yang di katakan oleh Daddy nya. Apa yang di pikirkan pun juga dia katakan dengan serius.
" Jadi Daddy mu juga mengatakan hal itu?, Daddy juga mengatakan hal yang sama kepada ku. Aku juga di larang memberi tahu Mommy masalah pertemuan ini."
Bryan dan William saling bertatapan dengan serius ada yang aneh dalam masalah kali ini, ada yang mengganjal dalam kasus kali ini.
" Kepada kedua Daddy kita ingin main rahasia dengan para Mommy! padahal setahu aku mereka saling terbuka tak ada yang mereka rahasiakan sama sekali."
" Aku yakin ada yang aneh di sini Will. Aku yakin ada sesuatu yang mereka berdua simpan. Jika mereka berani mengkhianati Mami ku! aku tak peduli dia adalah Daddy ku, akan ku hajar mereka..." Ucapnya dengan menggebu amarah.
" Aku rasa tidak, bukan masalah wanita lain Bryan. Aku yakin mereka begitu setia kepada Mommy kita tapi ini masalah lain. Aku yakin ini masalah penting, tapi bukan hal yang kau pikirkan itu..." William tahu seperti apa kedua orang tuanya yang harmonis, jadi dia yakin bukan masalah perempuan yang mereka rahasiakan.
" Baiklah ayo kita temui mereka, aku penasaran kenapa mereka merahasiakan pertemuan ini dari pada Mommy kita..." Bryan berdiri dengan semangat rasa penasaran nya saat ini begitu tinggi dia tak bisa untuk segera bertanya kepada Daddy nya.
" Baiklah ayo."
Kini mereka berdua sepakat untuk berangkat bersama dengan pemikiran mereka yang berbeda. Saat ini pikirannya mereka telah di penuhi dengan berbagai pertanyaan dan tak menemukan jawaban apapun dari hasil pemikiran mereka.
__ADS_1