Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Vitamin


__ADS_3

Minggir 21+ masih mince sebar di bab ini ya ðŸĪ­ yang bocil minggir sebentar ya 😂😂 nanti kalian panas susah cari musuh 😂 awas basah siapkan tisu atau lap ya 😂😂 jangan halu tapi langsung praktek ðŸĪŠðŸĪŠ


Happy Reading 😍


Abhi dan Monica saling tertawa geli ketika laki laki itu menggosok punggung Monica yang sedang berdiri di bawah air shower kamar mandinya, kini mereka berada di kamar mandi dengan, membersihkan tubuhnya dari rasa lengket yang menempel pada tubuh mereka berdua.


Abhi menempelkan tubuh wanitanya ke dinding , menekan tubuh nya ke dinding dengan menyesa* leher wanitanya, menggigi* pelan telinga nya dengan penuh kenikmatan.


" Caro hentikan ini terasa lengket..." Katanya dengan menahan hasra* yang hampir tersiram ke tubuhnya.


Abhi membalikan tubuh kekasihnya, menyambar bibir wanitanya yang dari tadi menolak nya. Membelitkan lida* mereka, saling menyesa* satu sama lain, saling mencumbu dengan mesra, tangan Abhi menelusuri tubuh telanjang Monica yang basah karena air itu terus menguyur mereka berdua. Abhi kini memainkan benda yang di tumbuhi bulu bulu halus di sana, Monica mendesa* di tengah ciuman itu ketika jemari itu berhasil memporak porandakan pertahanan yang dari tadi dia menolaknya.


Monica juga menggapai benda tumpul yang berdiri tegak dari tadi, menggenggam nya, memainkan, dengan tangan nya. Menaik turunkan tangan itu dengan pelan. Desaha* dan gerama* kini terdengar dari mereka, seakan kamar mandi itu kini menjadi pengap karena suara mereka yang begitu kencang di sana.


Mereka saling melepaskan ciuman itu, saling berpandangan dengan gaira* yang benar benar sudah menguasai tubuh mereka, Monica sedikit turun ketika kini Abhi yang tertekan ke dinding, Monica turun menggapai benda yang sudah mengeras sedari tadi. Monica kini mengulum nya dengan pelan, ujungnya hanya masuk Dengan sedikit, memainkan ujungnya dengan lida* nya.


" Uh.. shi*..." Umpatnya ketika rasa nikmat yang di berikan oleh wanitanya itu.


Kini Monica dengan cepat memasukan benda itu ke dalam mulutnya, meskipun benda itu tak masuk dengan semuanya, tapi Abhi masih sangat menikmati ******* itu dengan nikma*. Abhi tak berdaya oleh ulah wanita itu, dia terhanyut dalam permainan yang di berikan oleh wanita itu melalui mulutnya.


" Cinta.. ssttt..." Erangnya ketika benda itu sengaja di hisa* oleh Monica, bahkan Monica menikmatinya, dia betah main di bawah sana. Tangan Abhi merema* rambut itu dengan kadang memaju mundurkan kepala itu agar nikmat nya bertambah.

__ADS_1


" Umm..." Desaha* tertahan dari Monica ketika dirinya juga menggoda bagian tubuh bahwa nya sendiri dengan jemarinya. Lida* itu kini semakin turun menjila* semua yang ada di bawahnya, benda yang menonjol dua itu tak luput dari hisapa* dan kuluma* dari mulut wanita itu. Abhi benar benar tak berdaya kali ini, dia pasrah menikmati sentuhan yang di Berikan oleh mulut wanita itu.


Abhi kini sedikit tak sabar menarik wanita itu agar berdiri sejajar dengan nya, Abhi menekan tubuh wanita itu ke dinding, mencumbu bibir wanita itu dengan liar dan rakus. Kini Abhi mengangkat kaki satu dari wanita itu, Abhi mengarahkan benda keras itu ke lubang kenikmatan itu dengan segera.


Dua kali hentakan benda itu masuk dengan sempurna, desaha* itu kini terdengar lagi ketika pinggul Abhi mulai bergerak pelan. Dengan saling menempel, saling mencumb* kini hentakan itu semakin liar dan tak beraturan.


" Ah.. Caro aku..." Kaki Monic segara lemas ketika tubuhnya di dorong pelepasan, jika tak di tahan oleh pelukan Abhi mungkin saat ini tubuh wanita itu akan meringsut ke lantai dengan segera.


" Kau menyukai nya?" Godanya ketika Abhi tak mengerahkan pinggulnya, dia mendiamkan wanitanya menikmati pelepasan pertama kalinya adegan ini.


Dengan dia yang masih mengatur nafas, Abhi melepaskan penyatuhan itu, menarik pelan tangan kekasihnya, kini Abhi duduk di atas kloset, dan mendudukkan Monica di atas pahanya.


" Bergeraklah cinta..." Katanya dengan membiarkan wanita itu yang bergerak kali ini. Monica hanya bisa mendesa* dan menggelia* ketika benda tumpul itu masuk dengan sempurna ke dalam tubuhnya, Monica bergerak pelan dan tangan Abhi kini berada di pinggang kekasihnya mengimbangi tempo yang di ciptakan oleh kekasihnya itu.Kali ini Abhi hanya bisa mengera* karena kenikmatan yang di berikan oleh pinggang wanita nya.


" Ah.. Cinta ku, lihat aku..." Katanya dan langsung membuat mata wanita itu terbuka dan menatap mata kekasihnya.


" Ah.. caro..." Desaha* tertahan ketika dia bergerak cepat kali ini. Abhi benar benar tak tahan ketika benda itu mengadu aduh miliknya dengan kenikmatan.


" Aku mencintai mu.. tetaplah di sini bersama ku..." Ungkapan cinta yang di lontarkan laki laki itu membuat wanita itu melambung tinggi.


" Aku mencintai mu Abhi..." Mereka yang saling mengungkapkan cinta membuat tubuh mereka benar benar melambung tinggi.

__ADS_1


Monica kini memompa pinggul itu semakin cepat dan liar, gaira* itu kini semakin tinggi ketika mereka saling mengungkap rasa cinta nya. Merasakan jatuh cinta untuk pertama kalinya membuat mereka berdua tak berdaya karena kenikmata* itu.


Monica melepaskan penyatuan itu turun dari pangkuan itu, duduk kembali dengan membelakangi Abhi, kini Monica kembali bergerak tak karuan, mengerahkan pinggulnya dengan cepat, Abhi merema* benda yang menonjo* itu hingga membuat wanita itu menggeli* tak karuan di atas tubuhnya. Remasa* pada pinggang itu dapat di rasakan oleh wanita itu. Kini mereka berdua bergerak dengan cepat, mengimbangi tempo yang di berikan oleh wanita itu. Kini api gaira* itu benar benar memabukan kedua insan yang ingin menggapai kenikmatan itu. Tangan Abhi kini memainkan bagian tubuh bawah Monica hingga membuat Monica tak tahan ketika gelombang itu kembali ingin menerjang tubuhnya.


" Caro aku tiba..." Desah** tertahannya.


" Aku juga..." Desaha* dan geraman dari mereka berdua membuat sesuatu yang ingin mereka capai telah tiba di bawah sana. Dengan saling menekan membuat kedua insan itu menggelia* tak karuan di sana. Mereka sama merasakan denyuta* itu dengan rasa nikmat. Monica kini ambruk ke belakang dengan nafas yang memburu, dengan masih mengatur nafas mereka yang masih benar benar memburu itu.


" Kau pandai belajar?, dari mana kau belajar bermain panas seperti ini?" Bisiknya tepat di telinga wanita itu.


" Aku belajar dari mu?" Jawabnya dengan memejamkan matanya menikmati sisa sisa denyutan itu.


" Aku berharap ada seseorang yang tumbuh di sini..." Abhi mengelus perut wanita itu dengan lembut sedangkan Monica hanya acuh mendengar ucapan dari laki laki yang ada di belakangnya.


" Kau ingin aku hamil?" Sebuah pertanyaan setelah nafasnya kembali normal.


" Jika kau hamil maka aku akan segera menikahi mu, jangan kau gugurkan bayi itu..Kita membuatnya dengan cinta..." Bisiknya lagi dengan memeluk erat tubuh polos wanitanya.


Seperti nya aku harus membeli obat agar aju tak hamil untuk sekarang, jika aku hamil semuanya akan susah, aku belum siap memiliki anak, aku tak ingin di katakan ibu yang tak baik untuk anaknya. Batin Monica dengan tetap terdiam.


Kini mereka menyelesaikan ritual mandinya dengan saling membersihkan sisa rasa lengket di tubuh mereka.

__ADS_1


__ADS_2