
" apa yang kamu pikirkan?" Jonathan bertanya dengan mereka terlentang di atas kasur dengan dadanya di gunakan bantal oleh ara.
" tidak ada. Aku lelah sayang, aku ingin tidur.." jawab ara dengan mata terpejam.
" tidurlah sayang.." jonathan mengelus rambut ara dengan lembut. Ara dengan rasa lelahnya ia segera terlelap dalam tidurnya.
Sedangkan johan dan jennifer telah tiba di negara A, mereka telah berada di dalam hotel untuk beristirahat. Jennifer tak bisa memejamkan mata nya, ia terlalu gembira dan juga takut.
" tidurlah sayang, besok kita akan kesana.." johan mengelus rambut istrinya dengan lembut.
" aku mencoba menutup mata tapi sulit sayang. Aku bahagia juga takut."
" kita akan jelaskan semuanya pelan pelan sayang, anak kita sudah dewasa dia akan tau oke.." jennifer hanya mengganggu dan memejamkan matanya.
*****
Ara terbangun karena matahari pagi yang sudah masuk ke kamar mereka. Ara mengerjap matanya, membuka pelan matanya. Melihat seorang laki laki yang tertidur di sebelahnya.
Mata ara melotot ketika melihat jarinya ada sebuah cincin berlian kecil yang melingkar disana dengan sempurna.
" sayang bangun.." ara membangunkan jonathan yang terlelap tidurnya. " jo bangun, buka matamu.." ara menggoyangkan badannya jonathan dengan membangunkannya.
" hmm, ada apa sayang.." suara serak jonathan tetapi ia masih memejamkan matanya.
" ini cincin siapa?"
" bukannya kamu semalam merengek minta cincin padaku, apa kamu lupa.." jonathan tetap tak membuka matanya ia masih memejamkan matanya.
" benarkah?, kau berbohong ya.." ara menekan pipi jonathan.
" astaga, seharusnya semalam aku rekam waktu kamu merengek minta cincin.." jonathan memang sengaja semalam memasangkan cincin itu sewaktu ara tertidur, karena jika ara terbangun jonathan yakin ara tak akan mau memakai cincin tersebut.
Ara menatap cincin itu dengan bahagia, ia yakin jonathan memakaikan semalam sewaktu ia tertidur. " terimah kasih sayang.." ara mengucapkan nya lalu mencium bibir jonathan dengan bahagia.
Jonathan tentu saya menyambut ciuman pagi tersebut dengan senang. Saling meluma* saling membalas ciuman tersebut. Tangan mereka tentu saja sudah berkelana kemana pun.
Tak butuh waktu lama untuk menyatukan tubuh mereka berdua. Ara yang memimpin permainan tersebut. Jonathan hanya bisa pasrah dibawah kendali wanitanya.
****
" maaf kalau boleh tau anda mencari anak yang mana.." ibu sofia yang duduk di depan pasangan yang pagi tadi sudah di sana, mengatakan ingin mencari anak yang hilang.
__ADS_1
Jennifer menunjukan sebuah foto kecil, gadis cantik yang berumur satu tahun yang sedang tertawa dengan riangnya. Ibu sofia ingat betul wajah siapa yang berada di dalam foto tersebut.
" kalau boleh tau kalian siapa?"
" kami orang tua jovanka, dia putri ku yang hilang selama 28 tahun yang lalu.." jennifer mengatakan dengan gemetar.
" kami baru tau jika putri kami berada di sini.." johan menambahkan nya.
Sofia berdiri, mengambil sebuah album yang berisi banyaknya foto anak kecil yang berada disana. Bu sofia menunjukan sebuah foto kepada mereka berdua.
Johan dan jennifer saling bertatapan dengan tersenyum." Dia gadis kecilku.." air mata jennifer tak bisa lagi dibendung. " apa aku bisa bertemu dengannya?" Sambungnya dengan semangat.
" dia arabella amelia nyoya. Umurnya 28tahun, saya menemukannya dijalan sedang menanggis dan saya membawahnya kesini.." sofia menjelaskan.
" kami berterimah kasih anda menolong putri kami dan merawatnya.." timpal johan.
" itu sudah menjadi tugas saya tuan. Tapi mungkin bela tak akan mudah menerimah kalian. Karna dia berfikir bahwa keluarganya membuang dia dari kecil, bahkan hingga kemarin kalian tak ada yang mencarinya."
" kami tak membuangnya.." jennifer tentu saja membantahnya, karna memang mereka tak membuangnya.
" putri saya diculik oleh musuh saya di dunia bisnis nyoya. Dan mereka bilang putri kami dibunuh dan jasadnya diberikan buaya, dan waktu itu kami yakin karna memang di sana ada jasad kecil yang kami yakini itu putri kami."
" saya tidak yakin bahwa bela mau bertemu dengan kalian tapi saya akan membantuh dan mempertemukan kalian."
" terimah kasih terimah kasih.." ucap jennifer dan johan bersamaan.
" tunggulah sebentar saya akan menghubunginya."
" apa dia tak ada di sini nyoya?"
" tidak nyoya, bela ada di rumahnya bersama kekasihnya. Mereka sedang menyusun pernikahan.." ibu sofia menjelaskan dengan tersenyum.
" putri kita akan menikah suamiku.." jennifer tersenyum dan di angguki oleh johan.
****
Ara dan jonathan masih menikmati percintaan mereka dengan berbagai gaya yang mereka inginkan. Jonathan kini memimpin permainan cinta mereka, memompa pinggulnya dengan keras, kini mereka mulai ingin mengapai sesuatu yang ingin mereka tuntas kan.
Dengan desahan panjang mereka menyudahi permainan panas mereka. Senam pagi yang indah. " sayang aku siap untuk menikah dengan mu.." perkataan ara membuat jonathan membeku di tempat.
" kau apa sayang?"
__ADS_1
" aku mau menikah dengan mu, tapi aku ingin lamaran yang romantis bukan seperti itu.." ara cemberut.
Jonathan mencium kening ara dengan dalam. " terimakasih sayang, aku akan lakukan seperti yang kau mau.." ucap jonathan dengan memeluk tubuh ara dengan erat.
Suara ponsel ara membuyarkan mereka. Ara meraih ponsel nya dan menggeser tombol hijau. " selamat pagi ibu sofia.." Ara bicara dengan berbunga bunga, sedangkan jonathan masih memeluk tubuh ara dari belakang.
Ara menegang ketika ibu sofia mengatakan dari seberang sana, jonathan merasakan bahwa tubuh wanita menenggang. Ara menjatuhkan pelan ponselnya.
" sayang ada apa?" Jonathan bertanya ketika ara sudah mengakhiri panggilan tersebut. " sayang are you oke.." sambungnya lagi.
" jo apa yang dia..lakukan.. Kenapa mereka sekarang baru kesini menemuiku.." suara ara bergetar ketika mengatakan nya.
" siapa yang kamu maksud?"
" keluarga ku, mereka mengatakan bahwa mereka keluarga ku dan sekarang mencariku.." suara ara bergetar, mata ya berkaca kaca.
" kita akan kesana menemui keluargamu.." Jonathan menarik lembut tangan ara yang masih tak bergeming di atas kasur. " ada apa sayang?" Sambungnya lagi.
" aku tak ingin bertemu dengan mereka."
" kenapa?"
" 29tahun mereka membuangku jo, sekarang mereka mencariku. Untuk apa?, semua nya sudah terlambat. Aku sudah menganggap keluargaku tak ada. Aku hanya memiliki ibu sofia dan kamu sebagai keluargaku.." jawab ara dengan meneteskan air matanya.
Jonathan terduduk lagi disebelah kekasihnya. Menyentuh pundaknya dengan lembut menghapus air matanya. " sayang semuanya pasti ada alasannya. Dengarkan dulu penjelasannya, baru kamu ambil kesimpulan."
" tidak, semuanya sudah terlambat."
" ara dengarkan dulu penjelasan mereka sayang. Jangan ambil kesimpulan terlebih dulu."
" jonathan aku bilang tidak maka tidak. Mereka sudah aku anggap tidak ada maka selamanya akan tetap tidak ada.." bentaknya. " jangan memaksa ku, ku mohon. Jika kamu tak ingin bersama ku karna aku tak memiliki keluarga maka tinggalkan aku.." derai air mata ara sudah tak bisa dibendung lagi ia menangis dengan hebat.
" ehh apa yang kamu bicarakan sayang.." jonathan mendekap tubuh ara dengan erat. " baiklah jika kamu tak ingin bertemu mereka, tak usah temui. Aku akan mengatakan pada ibu sofia.." Ara tak menjawabnya ia masih menangis di pelukan jonathan.
_______
Yuk like komen dan kasih vote
Kasih hadiah juga ga pa pa
Makasih
__ADS_1