Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Di Mulai 17


__ADS_3

" Berhenti atau ku tembak..." Suara keras dari Marco dan ancaman itu membuat ketiga orang itu kini langsung terhenti karena mereka tak ingin ada peluru bersarang di tubuh mereka. Kini Jenni dan Monica saling bertatapan, seakan tatapan itu memberikan kode agar mereka siap untuk melawan nya.


" Laki laki ini memang perlu dihajar..." Gumamnya dengan pelan. Abhi kini berdiri dengan tegap dia berusaha melawan semua efek yang ada di tubuh nya.


kini orang orang itu menyerang ketiga orang itu dengan segera, Jenni dan Monica kini tentu saja melawan mereka. Orang orang itu kini tak ada tandingan nya untuk kedua wanita yang di latih ala militer di masing masing tim nya.


Abhi kini membalikan tubuhnya menatap laki laki yang sedang menodongkan pistol ke arah nya, Marco yang dari tadi ingin menembak salah satu dari mereka kini tak fokus ketika mata dari Abhi kini malah menatapnya dengan penuh dendam serta api yang membara.


Abhi yang segera lari menuju kearah Marco dengan cepat mendaratkan kaki nya ke pipi laki laki itu, Marco yang ingin menembak tadi harus gagal karena tendangan itu lebih cepat. Pistol itu terpental jauh sedangkan tubuh laki laki itu juga hampir tersungkur di tanah itu.


Abhi langsung menggapai lagi laki laki itu, menendang nya hingga Marco benar benar tersungkur ke tanah dengan keras. Abhi kini duduk di atas nya menghajar laki laki itu dengan membabi buta, bogem demi bogem kini di layangkan oleh Abhi kepada laki laki yang bermain main dengan nya saat ini.


David kini tiba tiba menendang lengan Abhi yang dari tadi mengeluarkan darah membuat Abhi kini ambruk ke samping dengan meringis kesakitan yang mengenai lengan nya itu.


Marco kini di bantu David untuk berdiri, Abhi kini masih menahan rasa sakitnya dengan meringkuk di sana, Marco kini menendang lengan itu dengan kuat hingga membuat Abhi benar benar tak tahan merasakan sakit pada lengan nya.


Bug!! Bug!! Marco tetap menendang tubuh Abhi, senyum kemenangan dari Marco membuat Abhi benar benar harus berusaha bangkit. Tendangan yang ingin di berikan di wajahnya harus terhenti ketika tangan Abhi menangkap kaki itu. Abhi kini memengang kaki itu dengan kuat membuat Marco benar benar tak bisa berkutik, sedangkan David kini malah menendang punggung Abhi tapi tak membuat laki laki itu melepaskan kaki itu. Abhi kini mendorong kaki itu dengan keras hingga membuat laki laki itu mundur dan terjatuh dengan keras.

__ADS_1


David kini juga harus merasakan tendangan pada perutnya ketika Abhi menendangnya dengan kuat. Jenni yang melihat David ingin melawan Abhi kini segera berlari dan memukul punggung David dengan keras hingga membuat David hampir tersungkur.


" Lawan aku jika kau tetap ingin membela teman kotor mu itu..." Ucap Jenni dengan sinis, dia harusnya tahu bawah laki laki itu tak akan berada di pihaknya, dia pasti akan lebih memilih untuk harta yang di janjikan oleh Marco, janji yang tak mungkin bisa terwujud.


" Kau tau aku tak mungkin melawan mu?" Jawabnya dengan menatap wanita yang dia cintai.


" Kau musuh ku sekarang karena kau tetap berpihak berada di sisi Marco, kita tak ada atasan dan bawahan sekarang, hanya aku dan kamu musuh yang harus aku lawan dan kau lawan aku..." Tunjuknya dendam amarah yang ada di matanya itu.


Sedangkan Monica kini berhasil menjatuhkan semua lawan nya, semua orang yang di sana kini terjatuh ke tanah dengan rasa sakit yang memenuhi tubuh mereka semua. Monica hanya tersenyum sinis ketika melihat orang orang itu terkapar di tanah dengan meringis kesakitan.


Monica kini menghampiri suaminya ketika melihat suami mundur ketika Marco berhasil menendang perut laki laki itu. Monica kini menyentuh pundak suaminya dengan menatap kearah Marco dengan tatapan tajam nya.


Kini Abhi dan Monica menyerang Marco dengan cepat, kini Marco yang belum sepenuhnya sembuh dari serangan Zac tadi kini malah di tambahi oleh serangan kedua orang itu. Marco yang hampir kalah tapi dia berusaha untuk tetap melawan kedua orang itu.


David dan Jenni juga saling menyerang di sana, saling memukul satu sama lain, saling memberikan bogem mentah kepada lawan nya. Kini mereka yang ingin saling menjatuhkan tak memperdulikan cinta mereka, yang mereka pedulikan hanya berusaha menjatuhkan lawan nya dengan cepat.


__ADS_1


Abhi dan Monica kini sama sama menendang perut Marco hingga membuat orang itu terpental dan punggungnya membentur pohon besar itu, membuat laki laki itu meringis kesakitan dengan menyentuh punggung nya dengan merasakan kesakitan. David yang kini melihat teman nya tersungkur kini ingin menghampirinya, tapi dengan cepat Jenni menendang punggung laki laki itu hingga membuat David langsung tersungkur juga di tanah.


" Berdiri, lawan kami..." Teriakan Abhi yang keras membuat Marco dan Abhi kini berusaha bangkit tapi untuk kedua kalinya mereka gagal dari tersungkurnya di tanah.


" Hanya sebatas itu kekuatan kalian tapi masih ingin melawan kami?" Suara Monica kini sinis ada nada mengejek di setiap kata kata nya.


" Kau tak bisa berbuat seperti ini pada ku..." Jawabnya dengan susah payah. Marco kini sudah payah berbicara karena perut dan punggungnya terasa sangat sakit.


" Ayo kita segera keluar..." Jenni kini mengajak mereka segera pergi dari sana tapi nyatanya mereka yang ingin lari harus tertunda ketika semua orang yang jatuh ke tanah itu kini bangkit kembali dengan tangan yang mengepal serta menghalangi langkah mereka.


Kini Monica, Abhi serta Jenni membuat bundaran dengan ketiga orang itu memutar pelan kaki nya, menatap satu persatu lawan mereka yang kini berdiri kembali ingin melawan mereka.


" Serang...." Teriakan dari salah satu dari mereka membuat para pengawal itu kini maju dengan cepat dan melawan ketiga orang itu.


Ketiga orang itu dengan cepat kembali menyerang semua orang yang ada di sana. Kita satu orang harus melawan tiga orang, mereka bertiga kini membabi buta menyerang lawan nya, yang awalnya hanya ingin membuat orang orang itu pingsan kini terpaksa harus mereka bunuh jika tidak lawan itu akan terus menganggu langkah nya untuk pergi.


Abhi yang sudah cepat menjatuhkan lawan nya kini secara tiba tiba punggung nya di tendang oleh kedua orang yang berdiri di belakangnya. Abhi kini hampir tersungkur tapi pukulan pada lengan nya yang di layangkan oleh Marco, membuat Abhi tak bisa menghindar. Tongkat itu kini menyasar tubuh Abhi dengan cepat pukulan demi pukulan kini di layangkan oleh Marco, Abhi tak bisa menghindar ketika serangan itu begitu cepat mengenai tubuhnya.

__ADS_1


Monica yang sudah menjatuhkan lawan nya kini menahan tongkat itu yang ingin kembali menyasar tubuh suaminya. Marco yang sudah tak peduli kini menendang perut wanita itu hingga membuat cekalan pada tongkat itu terlepas.


__ADS_2