Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Kebahagian


__ADS_3

Tangan itu kini bergerak, kaki nya juga ikut bergerak semua anggota tubuhnya kini juga ikut dia gerakan, semua orang yang melihatnya kini berharap penuh harapan agar kedua orang itu kini membuka matanya. Mereka yang menantikan itu kini tersenyum penuh harapan, berdoa agar mereka bisa membuka matanya lagi, dua hari mereka masih terpejam dan itu membuat semua orang cemas, tapi siang ini kedua orang itu menunjukan pergerakannya.


Andre dan Steve yang ada di sana kini mengembangkan senyumannya ketika menatap mata itu membuka matanya dengan perlahan. Menatap orang yang tertidur dua hari ini membuka matanya dan menatap sekelilingnya dengan heran. Sepasang pengantin itu kini secara tidak langsung membuka matanya dengan bersamaan.


" Abhi..." Gumamnya dengan pelan.


" Monica..." Gumamnya dengan pelan dan itu membuat orang yang ada di sana tersenyum penuh kebahagian. Mereka kini bisa bernafas lega karena mereka bisa membuka matanya dan bisa sadar dari rasa pingsan nya dan mereka bisa bangun dari tidur panjangnya.


" Suhu, adik ku akhirnya kau bangun..." Andre kini dengan rasa bahagianya serta rasa harunya dia memeluk adiknya yang masih terbaring lemas di sana.


" Abhi akhirnya lu bangun, selamat datang kembali di markas kita..." Steve juga merasa senang dia tentu juga memeluk temannya yang di kabarkan meninggal waktu itu.


" Berapa hari aku tak bangun, badan ku terasa sakit semua..." Abhi mencoba mengerahkan semua anggota tubuhnya yang terasa kaku, tubuhnya seakan tak ingin bergerak karena terasa begitu lemas tak berdaya.


" Mungkin sepuluh harian..." Jawaban dan Steve membuat kedua orang yang baru sadar itu kini melotot tak percaya jadi selama sepuluh hari ini mereka tak sadarkan diri.


" Sepuluh hari?" Monica kini berteriak dengan kencang membuat Andre yang memeluknya kini melepaskan pelukan itu karena teriakan adiknya tepat berada di telinganya.


Abhi kini menoleh kearah samping dia menatap wajah yang dia rindukan selama ini, wajah yang selalu hadir di mimpinya. Abhi yang segera bangun dan segera menuju kearah ranjang istrinya segera memeluk tubuh istrinya dengan erat. Dia tak memperdulikan bawah selang infus lepas dari tangannya.


Sang dokter yang menyaksikan hanya geleng geleng kepala dia tahu mereka saling merindukan tapi tidak membiarkan selang infus itu terputus begitu saja.


" Sayang kau tak apa?, perut mu sakit?" Abhi kini melepaskan pelukan itu menyentuh pipi istrinya, mengelusnya dengan pelan. Dia ingat sebelum akhirnya dia pingsan sang istri merasakan tendangan dari lawannya hingga membuat perut nya merasakan kesakitan.

__ADS_1


" Aku tak apa sayang, apa kau juga tak apa?, tak ada yang cidera?" Abhi hanya mengangguk pelan dia merasa senang akhirnya semua bisa terlewati dan mereka bisa melarikan diri dari musuhnya. Mereka kini kembali berpelukan dengan erat melepaskan rasa rindu yang begitu lama tak berjumpa.


Semua orang yang ada di sana kini tersenyum penuh haru melihat pasangan itu kini akhirnya bisa saling memeluk bisa saling menyatukan lagi cinta mereka. Mereka kini saling melepaskan pelukan itu dan Abhi merasakan ada sesuatu yang merembes keluar dari punggung tangan nya.


" Kau tahu kau menyusahkan, lihatlah sekarang tangan mu yang berdarah..." Sindir sang dokter yang dengan cepat berusaha menghentikan darah itu keluar dari punggung tangannya.


" Maafkan aku..." Abhi hanya bisa berkata maaf dan mereka semua yang ada di sana kini tertawa. " Bagaimana keadaan Marco, dia ketangkap?" Abhi yang merasa penasaran kemana lawannya itu kini bertanya ketika sang dokter juga sedikit memberikan perban pada tangannya.


" Meninggal..." Jawab Andre dengan cepat.


" Meninggal?" Dia malah kini menatap kearah istrinya itu.


" Dia meninggal sayang, dia ingin menembak mu waktu itu tapi tembakan itu malah mengenai David dan Andre yang tahu itu juga menembak Marco. Kedua tubuh itu di berondong peluru maka dari itu mereka meninggal di tempat..." Monica segera menjelaskan semuanya kepada sang suami karena memang waktu itu Abhi terburu pingsan karena efek bius itu sudah tak bisa dia tahan lagi, akhirnya waktu itu dia limbung sewaktu ada di dekapan sang istrinya.


" Kau mencari seseorang?" Steve segera bertanya ketika dirinya sudah ada di dekatnya.


" Jennifer di mana dia?, aku ingin mengucapkan terima kasih kepadanya, jika bukan karena nya kami tak mungkin bisa selamat dari laki laki brengse* seperti dia..." Monica kini mencari wanita yang telah membantunya berkatnya semua masalah ini terselesaikan meskipun harus ada pertumpahan darah dan ada yang menjadi korban di sana.



" Jangan bilang kau tak ingin kembali padanya?" Timpal Abhi yang sudah selesai dengan urusan punggung tangannya itu.


" Kau harus tahu bawah dia rela mengorbankan dirinya hanya untuk menyelamatkan kami, dan kau juga harus tahu dia rela menikah dengan David jika kami waktu itu di bebaskan, dan dia juga melawan mereka dengan tangguh, dia tak ingin meninggalkan kami. Steve jangan bodoh jika kau tak ingin kembali dengannya, dia wanita yang baik Steve..." Monica kini menceritakan semuanya yang rela Jenni korbankan waktu itu demi keselamatan mereka berdua. Dan Monica juga tahu bawa wanita itu masih sangat mencintai rekan nya itu.

__ADS_1


" Steve jangan bodoh, aku tahu kau juga sangat mencintainya dan kalian masih saling mencintai, kejar wanita mu..." Steve tak bergeming dia tetap berdiri di sana dengan gayanya yang tenang. " Dasar laki laki bodoh..." Umpatnya dengan kesal karena melihat rekannya itu tak bergeming di sana. Bahkan Steve masih berdiri tegak dengan gayanya yang tetap tenang di sana.


" Kejar wanita mu Steve..." Monica kini mendorong tubuh Steve yang tetap tenang di sana. Kedua orang itu menjadi saksi bagaimana Jenni ingin berkorban di sana untuk menyelamatkan mereka.


" Suhu maafkan aku, tapi aku bisa mengejarnya..." Monica kini merasa kesal karena ucapan dari rekannya itu.


" Apa maksud mu dengan tak bisa?" Monica yang kini baru sadar nyatanya dia bisa tetap marah marah.


" Aku tak bisa mengejarnya karena dia sedang berada di kantor CIA."


" CIA?, Kenapa?"


" Dia harus memberikan keterangan atas meninggalnya David."


" Tapi kalian kembali kan?, kalian kembali menjadi sepasang kekasih kan?" Steve menggeleng dengan wajah sedihnya.


" Kenapa?, apa kau tak ingin kembali dengannya Steve?, kalian masih saling mencintai kan?"


" Aku dan Jenni memang tak akan kembali menjadi sepasang kekasih tapi kami akan segera melangsungkan pernikahan..." Abhi dan Monica kini tersenyum senang mendengarnya.


" Kau serius?" Steve kini mengangguk dengan senang.


" Selamat bung..." Abhi kini memeluk nya dengan senang. Rasa kesedihan itu kini menjadi rasa kebahagian yang nyata yang menanti mereka semua.

__ADS_1


__ADS_2