Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Melawan 26


__ADS_3

Semua orang yang di sana langsung menatap ke arah Maria dengan tatapan bingung, Anna serta Adriano kini segera menatap adiknya yang berbicara seperti itu. Anna menatap kearah suaminya dengan bingung.


" Kejutan..." Gumam dari Andre juga membuat Albert tersenyum senang karena drama inilah yang di tunggu tunggu oleh dirinya.


" Apa yang kau katakan?" Anna kini sedikit menekan kata kata dia tak menyangka ini semua tidak sesuai yang dia rencanakan.


" Keluarga Peter adalah keluarga yang tidak tahu diri, mereka satu keluarga memang tidak memiliki hati. Laki laki itu adalah kakak kandung saya, tapi dia lebih mementingkan harta di banding ibunya. Demi tidak kehilangan kekayaan nya dia mengorbankan ibu saya hingga ibu saya meninggal."


" Maria apa yang kau katakan?" Anna menarik tangan adiknya tapi di hempaskan oleh Maria.


" Asal kalian tahu keluarga mereka adalah keluarga yang benar benar pintar bersandiwara, dia dulu menjadikan kami sampah, mengusirnya bagaikan kami adalah kotoran yang tidak berhak menganggap mereka adalah keluarga kami, sebelum ibu saya meninggal beliau ingin bertemu kakak saya tapi sayangnya kakak saya tidak mementingkan ibu saya dia lebih takut kehilangan istrinya yang kaya raya ini, dan di saat masalah satu persatu menimpah nya mereka pura pura baik di depan saya dan bersandiwara agar saya mau mengatakan bahwa keluarga ini adalah keluarga yang begitu penyayang keluarga dan harta tidak terlalu penting untuk mereka padahal kebalikan dari itu semua..." Maria mengatakan semuanya yang selama ini dia pendam, Maria kini menatap tajam ke arah kedua kakaknya yang juga menatapnya dengan tajam juga.


" Kau."


Andre yang tadi sempat melihat wanita itu mengangkat tangan nya ingin menampar gadis itu kini dia dengan sigap menjadikan badannya tameng untuk di pukul oleh Anna. Tangan Anna yang terangkat itu kini mengenai pipi Andre ketika dia yang menjadi pelindung dari Maria yang ingin di tampar oleh kakak nya.


" Kejutan..." Katanya dengan mengejek. Tamparan yang di terima itu pun tak membuat pipi Andre terasa panas sama sekali. Bahkan dia mampu mengejek wanita yang melotot.


Semua media kini mengambil semua pertengkaran yang terjadi secara langsung di depan mereka. Bahan itu akan menjadi berita ramai yang tersebar dengan cepat.

__ADS_1


" Jadi kau bekerja sama dengan mereka?" Andriano sang kakak kini yang bicara.


" Kau pikir aku bodoh percaya dengan sandiwara istri mu, sejak kematian ibu aku sudah tidak ingin memiliki hubungan apapun dengan kalian, aku di sana hanya untuk membuat ledakan di sini..." Jawab Maria dengan tenang dan santai.


" Andre ayo masuk, bawah juga Maria masuk dia adalah saksi kita yang lain..." Teriak pelan dari Albert membuat Andre mengandeng tangan dari Maria agar masuk ke dalam sana.


" Setelah persidangan kita akan konfirmasi semuanya kepada kalian..." Apa yang di katakan oleh Albert membuat semua media langsung minggir dengan sendirinya.


Sedangkan yang lain masih menyorot wajah dari Anna serta Adriano yang merasa kesal dan kecewa karena harapan yang Anna harapkan dari kemarin seakan sia sia saat ini. Sandiwara dan sikap baiknya tak berguna saat ini ketika semuanya hancur seperti ini.


" Nona Anna apa pendapat anda tentang ini semua?"


Anna dan Adriano yang tadi memiliki sifat angkuh dan yakin tentang kemenangan kini lenyap tak tersisa, di wajahnya hanya ada rasa malu beserta rasa kecewa karena rencananya gagal berantakan. Hukuman sang Ayah nya kini sudah menghantui Anna di sana. Hatinya yang tadi kini tenang kini menjadi cemas dan tak karuan, rasa takut kini mulai menghantui pikirannya.


Mereka kini masuk ke dalam ruangan sidang yang sudah banyak orang serta ada media yang sengaja meliput kejadian yang ada di dalam sana. Anna dan Adriano kini tidak memiliki nyali sama sekali, mereka berdua yang masuk ke dalam ruangan tersebut kini hanya bisa menunduk dengan duduk di urutan belakang.


Satu persatu kali ini semuanya mulai masuk ke dalam ruangan persidangan, di kursi penuntut kini seorang laki laki tampan dan dingin kini duduk di sana dengan tatapan tajamnya. Zac yang kini duduk di temani oleh Albert sang pengacaranya beserta asistennya.


Sedangkan di kursi terdakwa Peter kini duduk dengan rasa gelisah nya ketika menatap putrinya yang dari tadi menunduk bahkan dia tidak berani menatap ke arah dirinya yang sudah duduk di kursi terdakwa.

__ADS_1


Apa rencana nya gagal?, ya Tuhan kenapa semuanya menjadi begini?, Batin Peter karena dia yakin bahwa putrinya gagal dalam menjalankan rencananya yang sudah mereka susun.


Tatapan dari Zac tak mampu di balas lama lama oleh Peter, dia mengenal laki laki muda yang duduk di sana dengan menatap dirinya dengan tajam. Sewaktu Peter bersama dengan Yun dia mengenal baik bagaimana sifat dari keponakan kesayangan Yun tersebut. Sebelum meninggal pun dia adalah ada di detik detik terakhir kepergian Yun.


" Bos bom sudah meledak tadi di depan, sebentar lagi ledakan bom yang besar akan meledak di sini..." Bisik Albert yang mengatakan kejutan kecil yang sudah di siapkan oleh Zac beserta sang istri dengan Maria kini meledak tepat pada waktunya.


" Media meliputnya?"


" Meliputnya bos!! saya rasa sekarang berita mereka sudah ramai di bicarakan oleh seluruh orang di Italia."


" Bagus!! sebentar lagi laki laki tua itu yang mendapatkan kejutannya..." Bisiknya Juga dengan senyum tipis di bibirnya.


Peter yang melihat senyuman itu seketika langsung merinding, senyuman yang menakutkan hal itu membuat Peter ketakutan. Bayangan hukuman kini menghantui mereka semua yang ada di dalam ruangan sidang.


" Kehancuran sudah ada di depan mu..." Gumamnya Zac dapat di baca jelas oleh Peter yang saat ini hanya bisa mengepalkan tangannya dengan kencang.


Sedangkan Albert hanya menatap sang asisten Hans, wanita yang dia kenal wanita yang dulu meninggalkan nya karena salah paham antara kedua insan tersebut. Violet hanya memasang wajah datarnya ketika matanya tanpa sengaja menatap ke arah laki laki yang pernah ada di hatinya. Bertahun tahun tidak pernah bertemu membuat kedua orang itu hanya biasa menatapnya, sedangkan Albert memiliki getaran kecil di hatinya.


Semua orang kini berdiri ketika hakim laki laki yang memasuki ruangan sidang itu, laki laki yang sudah berumur kini menjadi hakim untuk kasus ini. Hakim yang terkenal Anti Suap adalah hakim yang menangani kasus serius ini.

__ADS_1


Hakim bertanya pelan kepada orang orang yang ada di sebelahnya menanyakan kasus apa yang akan mereka adili. Hakim kini membaca tuntunan yang di berikan oleh asistennya dan semua pengacara kini mulai berdiri dan memberikan bukti satu untuk memberatkan kasus tersebut, dan penolakan dari kasus tersebut.


__ADS_2